Oleh: Petrus Garoko, aktivis pengolah sampah
beritabernas.com – Dalam era modern ini, sampah merupakan sebuah masalah bagi kita, karena sebenarnya kita sendirilah penghasil sampah itu sendiri. Mulai dari lahir kita suda menjadi produsen sampah dan tak bisa lepas dari predikat itu. Maka kita harus menyadari bahwa sampah adalah tanggung jawab kita, agar tidak banyak mengganggu keseimbangan alam.
Manusia yang sadar akan menempuh berbagai cara agar bisa meminimalisir sampah, karena sampah selalu berdampingan dengan kehidupan kita.
Baca juga:
- Membuat Ecoencyme, Langkah Kecil Paguyuban Banyu Urip Gereja Babadan Merawat Bumi
- Ganjar Pranowo Siap Membantu Tuntaskan Persampahan di Wedomartani
Kenapa bisa mengganggu keseimbangan alam? Sampah terbagi menjadi dua, sampah organik, yang mudah terurai dan anorganik yang sulit terurai. Semua mengganggu apabila tidak ditangani dengan baik. Sampah organik akan menghasilkan gas metan yang rentan pencemaran udara yang kita butuhkan, sedangkan anorganik mencemari berbagai macam kegiatan makhluk hidup. Itu salah satunya dan masih banyak kerugian lain yang berasal dari sampah.
Zaman dahulu, kebanyakan sampah adalah sampah organik karena peradaban belum semodern sekarang. Kecanggihan teknologi belum begitu terasa, begitupun populasi manusianya. Tidak bisa dipungkiri atau kita menyalahkan karena semakin hari semakin bertambah populasi manusia dan semua memerlukan pangan, sandang dan papan.Yang notabene sampah akan semakin bertambah.
Hanya saja kita harus pandai-pandai untuk peduli mengatasi sampah yang kita hasilkan. Para pendahulu, kaum petani khususnya masih sempat membuang sampah di area persawahan untuk dijadikan pupuk. Dan hasil tanamnya menjadi produk bahan pangan yang sehat, karena hampir tak ada residu kimia yang melekat dari hasil tani itu. Maka tak heran orang jaman dahulu bisa berumur panjang.

Dengan mengonsumsi pangan yang sehat menjadikan metabolisme tubuh pun bekerja dengan baik, tidak rentan sakit, itulah salah satu bonusnya. Waktu itu Pranoto mongso masih bisa berlaku, karena keseimbangan alam masih terjaga. Cuaca atau musim masih tepat waktu.
Dengan mengabaikan masalah sampah kita pun akan dirugikan karenanya. Mari kita bersama menggugah nurani kita agar dapat sedikit menyelamatkan bumi dan isinya. Kita awali dari diri kita, belajar bertanggung jawab akan sampah kita sendiri. Gerakan yang kelihatan kecil namun sangat berarti bagi bagian dari penyelamatan bumi. Keimanan akan menentukan langkah kita. (*)
There is no ads to display, Please add some