beritabernas.com – UmatKatolik Keuskupan Agung Semarang (KAS) merupakan persekutuan paguyuban-paguyuban murid Kristus yang dalam bimbingan Roh Kudus berjalan bersama melaksanakan perutusan Yesus Sang Guru mewartakan Kerajaan Allah di dunia dengan memperjuangkan hidup yang sejahtera dan bermartabat demi terwujudnya peradaban kasih.
Sementara saat ini bangsa Indonesia terus berjuang mewujudkan tatanan kehidupan bersama berdasarkan Pancasila, terutama mengusahakan kesejahteraan yang berkeadilan, penghormatan hak asasi manusia, kehidupan demokrasi yang partisipatif, kehidupan beragama yang inklusif dan kelestarian lingkungan.
“Dalam kesatuan dengan gerak bangsa tersebut, umat Katolikh KAS melibatkan diri sebagai Gereja yang bahagia, menginspirasi dan menyejahterakan dalam seluruh gerak pastoralnya,” kata Sudi Mungkasi, Wakil Keua Dewan Pastoral Paroki (DPP) St Petrus dan Paulus Babadan, Wedomartani, Ngemplak, Sleman Agustinus Sudi Mungkasi pada kegiatan Training of Trainers (ToT) Arah Dasar (Ardas) IX Keuskupan Agung Semarang (KAS) Menjadi Gereja Yang Bahagia, Menginspirasi dan Menyejahterakan pada Minggu di Aula Gereja Babadan, Minggu 3 Mei 2026.
Dalam kegiatan ToT Ardas IX KAS yang diikuti perwakilan dari 29lLingkungan se-Paroki St Petrus dan Paulus Babadan itu, Sudi Mungkasi yang sehari-hari sebagai dosen di Universitas Sanata Dharma (USD) itu, mengatakan, untuk mewujudkan hal itu, umat Katolik KAS dengan berbagai karisma mengembangkan formasio iman yang fundamental, eklesial, total dan integral serta terarah kepada hidup beriman yang cerdas, tangguh, misioner dan dialogis.
Baca juga:
- Pastor Paroki Babadan Mendorong Pengurus DPP Pleno untuk Terus Mengembangkan Semangat Sinodal
- Pembekalan DPP Pleno Babadan: Pengurus Dipanggil untuk Menumbuhkan Profesionalisme dan Kerelaan Hati
- Kiprah Gereja Babadan di Masyarakat Diapresiasi dan Bisa Menjadi Contoh
Selain itu, mengambil langkah pertama untuk mewujudkan hidup bermasyarakat yang lebih menghormati hak asasi manusia, mengedepankan aneka dialog dan melestarikan keutuhan ciptaan. Kemudian, membangun semangat bela rasa dan kerjasama dengan semua pihak di pelbagai bidang untuk meningkatkan mutu kehidupan bersama terutama saudara-saudari yang kecil, lemah, miskin, tersingkir, dan difabel (KLMTD) srta mengembangkan reksa pastoral yang efektif dan adaptif dengan kemajuan teknologi.
“Umat Allah KAS dengan tulus, setia dan rendah hati bertekad bulat melaksanakan upaya tersebut dan mempercayakan diri pada penyelenggaraan ilahi seturut teladan Maria, hamba Allah dan bunda Gereja. Allah yang memulai pekerjaan baik di antara kita akan menyelesaikannya (bdk. Flp 1:6),” demikian Sudi Mungkasi mengakhiri materi ToT yang disampaikannya.
Sementara Romo Antonius Saptana Hadi Pr, Pastor Paroki St Petrus dan Paulus Babadan, dalam forum yang sama, mengatakan, tahun 2026 menjadi tahun sosialisasi Ardas IX KAS ke seluruh umat. Selain mendengar materi yang disampaikan narasumber, para peserta mendapatkan buklet berupa rangkuman dari Buku Nota Pastoral yang diterbitkan oleh Dewan Pastoral Keuskupan Agung Semarang.
Dalam buklet itu, umat akan menemukan pokok-pokok Nota Pastoral. “Buklet ini bertujuan untuk membantu para pemandu dan umat dalam memahami Ardas IX KAS dengan mudah,” kata Romo Sapto seraya mengucapkan terima kasih kepada peserta yang mengikuti acara tersebut.
Selanjutnya para perserta ToT yang sudah dilatih akan meneruskan dan mensosialisasikan di masing-masing lingkungan sehingga umat mengetahui dan memahami serta mengikuti gerak langkah umat Allah secara serentak di KAS berserta kegiatan lanjutan di tahun-tahun berikutnya. (edelbertus jara)
There is no ads to display, Please add some