Workshop KYM-PGRI, Kadisdikpora Tekankan Pentingnya Menulis

beritabernas.com – Pemkab Bantul melalui Kepala Disdikpora Bantul Nugroho Eko Setyanto menyambut baik tersenggaranya Workshop Menulis True Story kerja bareng Komunitas Yuk Menulis (KYM) dan PGRI Kabupaten Bantul. Sebab, lewat workshop dapat digunakan sebagai media belajar agar tulisan lebih baik. Apalagi, menulis tidak sembarang membuat tulisan, namun menulis yang mengandung makna.

“Apa yang didapat dari kegiatan ini gunakan untuk membimbing anak. Bimbing mereka menulis yang baik sambil kita tanamkan karakter. Semoga karya kita dapat diterbitkan menjadi buku,” harap Nugroho dalam workshop menulis yang digelar di Aula Pemkab II Manding, Bantul, Selasa 4 Agustus 2026.

Ketua PGRI Kabupaten Bantul Totok Sudarto melaporkan, workshop diikuti 194 peserta yang merupakan utusan dari anggota PGRI utusan kapanewon se Bantul, terdiri dari jenjang TK, SD/MI, SMP/MTs, SMA/SMK dan jajaran pengurus kabupaten. Pada kesempatan itu, Totok meminta kepada peserta agar benar-benar mengikuti kegiatan dengan sungguh-sungguh sampai waktu berakhir.

Sutanto membeberkan materi True Story. Foto:

“Tolong di kegiatan ini bisa mengikuti dengan baik, menyimak materi dan nantinya sesamoai di sekolah mengimbaskan kepada warga sekolah, berkarya dan dikirim melalui link yang tersedia,” pinta Totok.

Sementara Founder KYM Vitriya Mardiyati sebagai narasumber materi puisi menyampaikan, karya yang nanti ditulis adalah Rukun dengan Teman yang nantinya buku hasil karya pesetrta dan murid akan diberi pengantar Menteri Dikdasmen. Puisi yang dibuat sederhana saja, hanya terdiri 8-12 baris saja, hindari plagiat, ujaran kebencian, pornografi dan SARA.

Baca juga:

“Tolong murid jangan dipaksa membuat puisi seperti apa keinginan kita, berilah keleluasaan mereka untuk merangkai kata sebagaimana keinginan dan tingkat pemahaman mereka. Biarkan mereka berkarya dengan bahagia,” Vitriya mengingatkan.

Sutanto selaku narasumber kedua membeberkan materi true story dengan tema Bahagiaku Menjadi…..sesuai posisinya, apakah sebagai guru, tenaga pendidik. True Story adalah karya tulis yang menceritakan pengalaman nyata berdasarkan fakta yang benarbenar terjadi, baik dialami sendiri maupun orang lain dengan izin, kemudian ditulis menggunakan teknik bercerita sehingga menarik dibaca tanpa mengubah inti kebenarannya.

Kepala Disdikpora Bantul, Nugroho Eko Setyanto menyambut dan membuka secara resmi Workshop Menulis True Story-Puisi Kolaborasi Komunitas Yuk Menulis dan PGRI Kab.Bantul, di Aula Pemda II Manding, Selasa (4/8/2026). Foto: Istimewa

“Kata kunci membuat true story, berdasarkan fakta, tokoh nyata, peristiwa nyata, tempat nyata, mengandung pesan dan menginspirasi pembaca.

Tahapan dalam berkarya bisa diawali dari refleksi pengalaman ingat kembali momen berharga selama menjadi guru yang berkesan, pilih momen bermakna fokus pada satu kisah nyata yang paling menyentuh hati, tulis dengan jujur ungkapkan perasaan dan fakta secara tulus tanpa rekayasa, revisi dan poles, baca ulang, perbaiki alur, dan perkuat pesan utama cerita.

Untuk karya puisi maupun true story pererta workshop diberi tenggang waktu untuk mengumpulkan karya, mengkurasi dan mengirim melalui link yang tersedia. Menurut rencana, hasil dari kagiatan akan dilaunching pada Festival Literasi Bantul akhir November 2026. (phj)


There is no ads to display, Please add some

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *