beritabernas.com – Anggota DPRD DIY dari Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Dr Raden Stevanus Christian Handoko S.Kom MM mendukung adanya Sekolah Rakyat di DIY. Apalagi, ini merupakan salah satu langkah taktis intervensi kemiskinan melalui jalur pendidikan berbasis asrama yang kini terus digulirkan di DIY. Salah satu bentuk dukungan itu adalah dengan melakukan peninjauan lapangan untuk melihat progress pembangunan sekolah rakyat di Lendah, Kulon Progo, DIY, Selasa 19 Mei 2026.
Menurut Dr Raden Stevanus, sekolah rakyat yang merupakan proyek strategis nasional yang berada di bawah koordinasi Kementerian Sosial (Kemensos) RI ini menempati aset lahan Sultan Ground (SG) seluas kurang lebih 7 hektar. Kehadiran fasilitas megah ini diproyeksikan menjadi pusat pemulihan sosial dan pemberdayaan ekonomi terpadu bagi anak-anak terlantar dan keluarga miskin ekstrem di wilayah DIY.
Dr Raden Stevanus menyatakan dukungan penuh terhadap model Sekolah Rakyat karena program tersebut merupakan bentuk intervensi struktural yang efektif dalam memutus mata rantai kemiskinan antargenerasi melalui penguatan kapasitas Sumber Daya Manusia (SDM).
Baca juga:
- Anggota DPR RI MY Esti Wijayati: Sekolah Rakyat Lebih Tepat Berada di Daerah 3T
- Dr Raden Stevanus: Wujudkan SDM Unggul Melalui Sekolah Rakyat Berbasis Digital
- Dukung Putusan MK, PDI-P Perkuat Komitmen Pendidikan Gratis SD-SMP yang Berkeadilan
“Program Sekolah Rakyat ini merupakan terobosan yang sangat baik untuk memutus rantai kemiskinan. Selain pemerataan akses, program ini juga diarahkan secara spesifik untuk membangun karakter dan meningkatkan kualitas SDM generasi muda Indonesia,” ujar Dr Raden Stevanus.
Sasaran tepat kategori desil 1 dan 2
Dalam konteks ketepatan sasaran kebijakan, legislator yang juga dikenal sebagai pakar transformasi digital ini memberikan catatan krusial mengenai klaster penerima manfaat. Ia menegaskan bahwa saringan kepesertaan wajib mengacu pada basis data tunggal yang valid agar program perlindungan sosial ini tidak salah sasaran.
Menurut Raden Stevanus, prioritas utama penerimaan peserta didik harus dikunci untuk kelompok masyarakat yang berada dalam kategori Desil 1 dan Desil 2 pada Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS), yakni Klaster Utama adalah anak-anak dari keluarga miskin ekstrem dan prasejahtera dan klaster rentan adalah anak jalanan, anak terlantar dan remaja yang mengalami risiko tinggi putus sekolah akibat himpitan ekonomi akut.
“Harapan kami, target utama Sekolah Rakyat benar-benar menyentuh anak-anak dari keluarga prasejahtera, kelompok rentan dan mereka yang selama ini memiliki keterbatasan akses pendidikan formal. Ini penting agar program ini tepat sasaran dan mampu membantu akselerasi pengentasan kemiskinan di DIY,” tambah Raden Stevanus.
Integrasi karakter kejogjaan dan literasi digital
Secara teknis operasional, DrRaden Stevanus mengapresiasi dua pilar utama yang diadopsi oleh Sekolah Rakyat di Lendah, yakni sistem boarding school (sekolah berasrama) dan pemanfaatan teknologi digital dalam ekosistem belajar-mengajar.
Sistem asrama dinilai memberikan ruang pengawasan dan pembinaan intensif yang holistic tidak hanya transfer ilmu akademis, tetapi juga pemulihan psikososial. Ia mendorong agar kurikulum Sekolah Rakyat nantinya mampu membentuk mentalitas anak didik yang berakar pada falsafah Jawa, namun adaptif terhadap kebutuhan industri modern.
“Sekolah Rakyat diharapkan menjadi ruang pembinaan bagi anak-anak dari kelompok rentan agar mereka memiliki mental, karakter Sawiji, Greget, Sengguh, Ora Mingkuh, dan masa depan yang lebih baik,” urai Dr Raden Stevanus.

Raden Stevanus menekankan pentingnya dukungan infrastruktur teknologi. Penguasaan literasi digital dasar hingga keahlian praktis (vokasi) dinilai akan mendongkrak daya saing (competitiveness) peserta didik saat mereka lulus dan memasuki pasar kerja atau membangun usaha mandiri.
“Dengan konsep boarding school dan fasilitas yang baik, termasuk pemanfataan teknologi digital dalam proses belajar mengajar, kami berharap peserta didik dapat meningkatkan pemahaman dan kemampuan mereka secara optimal,” kata Raden Stevanus.
Dr Raden Stevanus pun mengapresiasi sinergi regulasi antara Pemda DIY dan Kraton Yogyakarta yang telah melonggarkan pemanfaatan tanah SG demi kemaslahatan publik. Ia berharap seluruh proses pengerjaan fisik proyek dapat rampung tepat waktu tanpa kendala birokrasi, sehingga akselerasi penanganan Pemerlu Pelayanan Kesejahteraan Sosial (PPKS) di DIY dapat segera terealisasi.
“Semoga proses pembangunan dapat berjalan dengan baik dan selesai sesuai rencana, sehingga nantinya Sekolah Rakyat ini benar-benar bisa segera dimanfaatkan oleh masyarakat yang membutuhkan,” harap Dr Raden Stevanus. (phj)
There is no ads to display, Please add some