Juara 2 Kejurnas Tenis Antarprofesor 2026, Prof Unggul: Usia dan Kesibukan Bukan Penghalang untuk Terus Berprestasi

beritabernas.com – Di tengah kesibukan sebagai Dosen Ekonomi Kelembagaan Fakultas Bisnis dan Ekonomika (FBE) UII, Prof Dr Drs Unggul Priyadi MSi tetap berprestasi di luar bidangnya yakni bidang olahraga khususnya tenis lapangan.

Bahkan dalam usianya yang tidak muda lagi, Prof Unggul tetap dan terus berprestasi, seperti dalam Kejuaraan Nasional (Kejurnas) Tenis Antarprofesor 2026 di Bali pada 12-14 Juni 2026. Berpasangan dengan Prof Soetriono, Dosen Universitas Jember (UNEJ), Prof Unggul berhasil meraih juara 2 setelah bersaing dengan para profesor pecinta tenis dari berbagai perguruan tinggi di Indonesia.

Keberhasilan meraih Juara 2 pada Kejurnas ATPI 2026 menjadi bukti bahwa usia dan kesibukan bukanlah penghalang untuk terus berprestasi di tingkat nasional. Capaian ini melanjutkan konsistensi prestasi Prof Unggul dalam kejuaraan tenis antar profesor tingkat nasional. Pada Kejurnas ATPI 2024 di Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) Bandung, ia berhasil meraih juara 3. Prestasi serupa juga diraih pada Kejurnas ATPI 2025 di Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) dengan kembali menempati posisi Juara 3.

Prof Unggul (kanan) saat menerima hadiah sebagai juara 3 Kejurnas Tenis Antarprofesor 2024. Foto: Dok pribadi

Konsistensi prestasi ini tidak terlepas dari latihan rutin dan keterlibatan aktif dalam berbagai kompetisi tenis, baik di lingkungan universitas maupun di luar kampus. Ia mengaku bahwa menjaga kemampuan olahraga memiliki prinsip yang sama dengan mengembangkan keilmuan akademik, yakni membutuhkan latihan, pembelajaran dan evaluasi yang berkelanjutan.

“Sebagai atlet cabang olahraga apa pun, untuk menjaga prestasi harus berlatih secara rutin dan mengikuti kompetisi. Hal ini mirip dengan dunia akademik, di mana seseorang perlu terus belajar dan mempersiapkan diri secara maksimal untuk mencapai hasil terbaik,” ujar Prof Unggul.

Selain aktif mengikuti latihan dan kompetisi internal maupun eksternal, Prof Unggul juga terlibat dalam berbagai kejuaraan tenis tingkat lokal dan nasional. Ia menilai keikutsertaan dalam berbagai turnamen menjadi sarana penting untuk menjaga kemampuan bertanding sekaligus memperluas jejaring persahabatan antarakademisi.

Baca juga:

Dalam membagi waktu antara tugas caturdharma perguruan tinggi dan olahraga, Prof Unggul mengaku tetap mengutamakan tanggung jawab akademik. Latihan tenis dilakukan di luar jadwal mengajar dan kegiatan akademik lainnya dengan tetap memperhatikan kondisi kesehatan.

“Latihan dilakukan di luar waktu kuliah dan tugas akademik lainnya. Yang penting adalah menjaga disiplin waktu dan kondisi fisik, apalagi usia saya sudah lebih dari 60 tahun,” katanya.

Mengenai keberhasilannya meraih prestasi bersama pasangan dari berbagai perguruan tinggi, Prof Unggul menilai komunikasi menjadi kunci utama. Selama tiga tahun terakhir, ia selalu berpasangan dengan dosen dari luar Yogyakarta dan mampu meraih prestasi nasional.

Prof Unggul (kaos merah) saat menerima hadiah. Foto: Dok pribadi

“Tantangan terbesar adalah membangun kekompakan dengan pasangan yang berasal dari institusi berbeda. Karena itu, komunikasi sebelum dan selama pertandingan menjadi sangat penting. Kami saling mendukung dan menjaga koordinasi selama bertanding,” kata Prof Unggul.

Ia berharap ke depan semakin banyak dosen yang aktif menekuni olahraga, khususnya tenis lapangan, sebagai bagian dari upaya menjaga kesehatan sekaligus mengharumkan nama institusi di tingkat nasional. Selain itu, ia berharap kompetisi tenis di lingkungan perguruan tinggi dapat terus berkembang dan menjadi ajang silaturahmi antardosen maupun alumni.

Prestasi yang diraihnya menunjukkan bahwa semangat berkompetisi, disiplin berlatih dan kolaborasi yang baik dapat menghasilkan capaian membanggakan, bahkan di tengah kesibukan menjalankan tugas sebagai akademisi. (*)


There is no ads to display, Please add some

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *