beritabernas.com – Pondok Pesantren (Ponpes) UII menggelar Haflah Takharruj Santri Tahun 2026 di Auditorium Prof KH Abdul Kahar Mudzakkir UII, pada Minggu 14 Juni 2026. Sebanyak 29 santri diwisuda setelah menyelesaikan pendidikan kepesantrenan, terdiri atas 16 santri putra dan 13 santri putri.
Kegiatan yang berlangsung pukul 09.00–12.00 WIB ini menjadi momentum pelepasan santri sekaligus peneguhan komitmen Pondok Pesantren UII dalam mencetak lulusan yang unggul dalam bidang akademik, keislaman, dan kepemimpinan.
Pengasuh Pondok Pesantren Putra Direktorat Pondok Pesantren UII Dr Suyanto S.Ag MSI menyampaikan bahwa hingga saat ini Pondok Pesantren UII telah meluluskan ratusan alumni yang tersebar di berbagai bidang profesi dan pengabdian.
“Sejak angkatan pertama tahun 1996 hingga 2021, Pondok Pesantren Putra UII telah meluluskan 360 alumni. Sementara Pondok Pesantren Putri sejak angkatan pertama tahun 2011 hingga 2021 telah meluluskan 156 alumni,” ujarnya.
Rektor UII Prof Dr Ir Hari Purnomo MT IPU mengatakan santri memiliki peran yang sangat penting kepada masyarakat. “Di tengah perubahan yang cepat, santri berperan sangat penting untuk menjadi penjaga dan agent of change, maka itu jagalah akhlak. Tradisi pesantren juga mengajarkan bahwa belajar adalah sepanjang hayat, terus lah belajar, keberhasilan itu diukur dari kebermabfaatan yang diberikan kepada umat dan masyarakat,” kata Prof Hari Purnomo.

Sementara Prof Dr Tamyiz Mukharrom MA, Direktur Direktorat Pondok Pesantren UII menjelaskan tujuan Pesantren UII untuk mencetak pemimpin unggulan.
“Pesantren UII ingin menjadikan mahasiswa-mahasiswi UII terutama dari kalangan yang tidak mampu juga yang punya kemampuan intelektual yang unggul, diberikan beasiswa untuk menjadi mahasiswa-mahasiswi yang unggulan,” kata Prof Tamyiz.
Pada Haflah Takharruj tahun ini, penghargaan wisudawan terbaik diberikan kepada santri yang memiliki akumulasi nilai tertinggi antara Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) di pondok pesantren dan di fakultas.
Untuk kategori putra, penghargaan diraih oleh Jalaluddin Rizqi Mulia S.Hub.Int asal Sintete, Kalimantan Barat. Lulusan Program Studi Hubungan Internasional UII tersebut memperoleh IPK Pondok 3,95 dan IPK Kampus 3,96, dengan rata-rata akumulasi 3,95.
Baca juga:
- UII Memberikan Bantuan Kemanusiaan Rp 500 Juta untuk Palestina
- Dukung Gerakan Penanaman 1 Juta Pohon Kemenag RI, MTsN 3 Bantul Tanam Pohon di 6 Lokasi
Jalaluddin menilai lingkungan Pondok Pesantren UII berperan penting dalam mendukung pengembangan kapasitas diri para santri secara menyeluruh, baik dalam aspek akademik maupun non-akademik. Menurutnya, kultur yang dibangun di pesantren mendorong para santri untuk aktif mengikuti berbagai kegiatan serta mengembangkan minat dan potensi masing-masing.
Selain memperkuat kapasitas keilmuan, menurut Jalaluddin berbagai aktivitas kepesantrenan juga menjadi ruang pembelajaran untuk mengasah keterampilan non-teknis, seperti kepemimpinan, komunikasi, dan kemampuan beradaptasi. Ia menilai ekosistem yang suportif tersebut turut memudahkan santri dalam mengakses berbagai peluang pengembangan diri.
Sementara penghargaan wisudawan terbaik kategori putri diberikan kepada Amri Nadia M., S.Ak., asal Banyuwangi, Jawa Timur. Lulusan Program Studi Akuntansi UII tersebut meraih IPK Pondok 3,91 dan IPK Kampus 3,92, dengan rata-rata akumulasi 3,915.

Tradisi menghadirkan alumni sebagai narasumber inspiratif juga kembali dilaksanakan dalam Haflah Takharruj tahun ini. Orasi motivasi disampaikan oleh Prof Dr Muhammad Toyib M.Pd., Guru Besar bidang Pendidikan Islam Universitas Islam Negeri (UIN) Kiai Ageng Muhammad Besari Ponorogo sekaligus alumni Pondok Pesantren UII angkatan 1998.
Menurut Suyanto, tradisi menghadirkan alumni dalam prosesi wisuda santri telah berjalan selama lima tahun terakhir. Sebelumnya, orasi motivasi disampaikan oleh alumni yang berkarier sebagai hakim agama dan alumni bidang teknologi informasi yang menjabat sebagai direktur pada salah satu anak perusahaan Pertamina.
“Melalui kehadiran para alumni, para santri mendapatkan gambaran nyata mengenai berbagai ruang pengabdian dan kontribusi yang dapat dilakukan setelah menyelesaikan pendidikan,” katanya.
Pondok Pesantren UII Melalui Haflah Takharruj 2026 menegaskan komitmennya untuk terus melahirkan generasi intelektual muslim yang mampu mengintegrasikan keunggulan akademik, kedalaman spiritual, dan pengabdian kepada masyarakat. (*/phj)
There is no ads to display, Please add some