Paroki Macanan Rayakan HUT ke-6 dengan Nuansa Jawa

beritabernas.com – Paroki Tyas Dalem Gusti Yesus Macanan merayakan ulang tahun ke-6 dengan rangkaian acara syukur bernuansa Jawa. Puncak perayaan digelar Minggu, 21 Juni 2026 pukul 18.00 WIB di halaman gereja dengan misa dan lagu bahasa Jawa diiringi gamelan.

Dalam homilinya, Romo Agustinus Tejo Kusumantono mengajak umat merenungkan bacaan Injil tentang perutusan para rasul. Ia menekankan umat diajak oleh Tuhan supaya sama-sama mengerti dan sadar tentang dasar sumber kekuatan para rasul.

Ribuan umat mengikuti perayaan misa HUT ke-6 Paroki Macanan. Foto: Clementine Roesiani

Romo Tejo mengingatkan, jalan murid Tuhan itu penuh tantangan. Para rasul itu mengalami ditolak, dimusuhi, diadili bahkan menghadapi risiko kehilangan nyawa. Namun di tengah risiko itu, Tuhan tidak pernah meninggalkan. Dan dalam keadaan yang seperti itu Tuhan menjaga, bahkan ada kekuatan ilahi yang akan menjadi penjaga pribadi yang selalu siap siaga untuk memberikan pertolongan.

Untuk itu, Romo Tejo menyampaikan 3 bekal yang diajarkan Tuhan: pertama, mengerti dan sadar akan tujuan perutusan. Kedua, berani memakai sumber-sumber kemanusiaan mereka, diri pribadi yang menjadi ajaran Tuhan yaitu tentang talenta, untuk melayani. Ketiga, setia, tidak mundur diri melainkan bertekuk lutut dalam komitmen untuk setia kepada Tuhan.

Baca juga:

Homili dilanjutkan oleh Romo Yustinus Joko Wahyu Yuniarto yang menyoroti kepedulian ekologi. Ia menyinggung kecenderungan orang Indonesia pada umumnya untuk melakukan kebiasaan melarikan diri dari lingkungan. Contohnya biasanya kalau kita punya pekarangan, pekarangan itu tanamannya kemudian dibabat. Kemudian dibangun pakai paving konblok kemudian solusinya bukan menanam tanaman tapi pasang AC.

Ia membayangkan seandainya paroki Macanan tanamannya indah dan rindang, orang-orang di luar gereja yang kepanasan akan berteduh di halaman gereja yang jadi oase ekologis, asri dan sejuk.

Gunungan apem menjadi daya tarik sendiri usai misa. Foto: Clementine Roesiani

Wakil Ketua Dewan Harian Paroki, Yoseph Cahyono, menyampaikan rasa syukur karena Tuhan telah membimbing paroki ini semakin hari semakin bisa berkembang menjadi paroki yang sungguh-sungguh mandiri dan bisa menjadi paroki yang sesuai dengan diharapkan oleh Keuskupan Agung Semarang.

“Perayaan dibuat sederhana namun matang. Sederhana tidak berarti apa adanya. Panitia sudah berbulan-bulan menyiapkan rangkaian acara. Wujud syukur diwujudkan lewat devosi dan adorasi untuk Hati Kudus Yesus, bakti kasih berupa pemeriksaan kesehatan, donor darah, serta bazar UMKM untuk mendukung usaha-usaha umat yang sudah mulai muncul dan berkembang. Puncak syukur diadakan di halaman gereja juga menyadarkan kita bahwa kita memiliki gereja yang sangat luas yang bisa menampung seluruh umat di paroki.”

Acara ditutup tradisi Jawa dengan gunungan apem yang diarak keliling ke umat supaya umat bisa mengambil apem yang sudah diberkati dan selanjutnya umat makan bersama. (Clementine Roesiani)


There is no ads to display, Please add some

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *