Momen HUT ke-102, WKRI DIY Tegaskan Komitmen Berdayakan Perempuan dan Lindungi Anak

beritabernas.com – Puncak peringatan HUT ke-102 Wanita Katolik Republik Indonesia (WKRI) tingkat DIY menjadi momen penting untuk menegaskan komitmennya terus memperkuat peran perempuan dalam kehidupan keluarga, gereja dan masyarakat.

Hal ini tergambar dalam tema HUT ke-102 WKRI yakni Melanjutkan Langkah Harapan, Merawat Rahim Kehidupan demi Mewujudkan Perempuan Berdaya dan Anak Terlindungi. Puncak peringatan HUT ke-102 WKRI tingkat DIY ditandai dengan misa syukur yang dipimpin Romo AR Yudono Suwondo Pr sebagai selebran utama dengan konselebran Romo Antonius Dadang Hermawan Pr dan Romo Antonius Saptana Hadi Pr di Greja St Petrus dan Paulus Babadan dilanjutkan dengan ramah tamah di aula gereja setempat.

Pada acara puncak ke-102 WKRI antara lain dihadiri Ketua DPRD Sleman Y Gustan Ganda ST, Wakil Bupati Sleman Danang Maharsa SE bersama istri, pimpinan ormas wanita dan ormas Katolik se-DIY serta 250 anggota/ pengurus WKRI utusan DPD DIY, DPC se-DIY hingga ranting dan para tamu undangan lainnya.

Ketua Presidium WKRI DPD DIY Restituta Sri Widiastuti mengatakan, usia 102 tahun bukan sekadar perjalanan panjang sebuah organisasi, tetapi menjadi bukti konsistensi perempuan Katolik Indonesia dalam menjaga harapan, memperkuat keluarga dan menghadirkan perubahan di tengah masyarakat.

“Seratus dua tahun berarti selama itu pula perempuan Katolik Indonesia hadir sebagai penjaga harapan, penguat keluarga, sekaligus penggerak perubahan. Hari ini kita tidak hanya merayakan usia organisasi, tetapi juga merayakan komitmen untuk melanjutkan perjuangan para pendahulu,” ujarnya.

Wakil Bupati Sleman Danang Maharsa saat menyampaikan sambutan pada acara puncak peringatan HUT ke-102 WKRI di Aula Gereja Katolik Babadan, Sabtu 27 Juni 2026. Foto: Philipus Jehamun/ beritabernas.com

Menurut Restituta, tema “Merawat Rahim Kehidupan” memiliki makna yang luas. Rahim dipahami bukan hanya sebagai tempat tumbuhnya kehidupan manusia, tetapi juga sebagai simbol ruang yang aman, penuh kasih dan tempat pembentukan karakter generasi masa depan.

Ia pun mengajak seluruh anggota WKRI agar memaknai “rahim kehidupan” sebagai tanggung jawab menjaga bumi sebagai rumah bersama. Kerusakan lingkungan, hilangnya kawasan hijau dan pencemaran tanah, air dan udara dinilai menjadi ancaman nyata bagi kehidupan anak-anak pada masa mendatang.

Restituta juga menyoroti berbagai persoalan sosial yang masih menjadi tantangan bersama, mulai dari meningkatnya kekerasan terhadap perempuan, anak dan kelompok rentan, kemiskinan, kesenjangan sosial hingga krisis nilai yang berkembang seiring pesatnya kemajuan teknologi.

Menurut Restituta, perempuan berdaya tidak hanya diukur dari perannya sebagai ibu yang melahirkan dan membesarkan anak, tetapi juga dari kemampuannya berpartisipasi aktif dalam bidang pendidikan, kesehatan, ekonomi, kepemimpinan hingga pelestarian lingkungan.

“Perempuan harus memiliki kesempatan dan akses untuk ikut menyelesaikan berbagai persoalan masyarakat. Di saat yang sama kita juga mempunyai tanggung jawab memastikan anak-anak terlindungi, termasuk dari berbagai ancaman yang muncul di era digital,” katanya.

Ratusan anggota WKRI beserta tamu undangan menghadiri acara puncak peringatan HUT ke-102 WKRI tingkat DIY di Aula Gereja Katolik Babadan, Sabtu 27 Juni 2026. Foto: Philipus Jehamun/beritabernas.com

Karena itu, WKRI mengajak seluruh anggota untuk terus meningkatkan kapasitas diri agar mampu memahami perkembangan zaman sekaligus memiliki kewaspadaan terhadap berbagai ancaman baru yang dihadapi keluarga dan anak-anak.

Selain memperkuat kualitas anggota, organisasi perempuan Katolik tersebut juga menegaskan pentingnya menghadirkan pelayanan yang nyata di tengah masyarakat. Restituta berharap WKRI tidak hanya dikenal sebagai organisasi yang memiliki tata kelola yang baik, tetapi juga dirasakan manfaatnya oleh masyarakat luas.

“Kami mengajak seluruh jajaran pengurus dan anggota untuk memperkuat karya pelayanan yang konkret dan berdampak positif. Kehadiran kita harus membawa manfaat yang benar-benar dirasakan masyarakat,” ujarnya.

WKRI DIY juga menekankan pentingnya membangun kolaborasi dengan Gereja, pemerintah, organisasi kemasyarakatan, dan berbagai elemen masyarakat lainnya dalam menghadapi persoalan-persoalan sosial yang semakin kompleks. Sinergi tersebut dinilai menjadi kunci untuk menciptakan perubahan yang berkelanjutan.

Di internal organisasi, seluruh anggota diajak menjaga persatuan dan semangat kebersamaan agar visi pelayanan dapat diwujudkan secara bersama-sama melalui karya nyata yang menghadirkan kasih Kristus dalam kehidupan sehari-hari.

Baca juga:

Sementara Danang Maharsa, Wakil Bupati Sleman, mengatakan, usia WKRI 102 tahun bukan perjalanan yang singkat. Usia tersebut menjadi bukti nyata bahwa WKRI telah tumbuh menjadi wadah pengabdian yang kokoh, konsisten dan terus relevan dalam menjawab tantangan zaman.

“Selama lebih dari satu abad, WKRI telah menjadi bagian penting dalam pembangunan bangsa melalui pelayanan sosial, pendidikan, kesehatan, pemberdayaan perempuan dan perlindungan terhadap anak dan keluarga,” kata Danang Maharsa seraya mengucapkan selamat mengapresisasi WKRI yang telah berkiprah dan ikut berkontribusi dalam membangun bangsa selama 102 tahun.

Rangkaian kegiatan HUT WKRI

Pada kesempatan itu, Vincentia Lies Ratnawati selaku Ketua Panitia HUT ke-102 WKRI tingkat DIY, melaporkan serangkaian kegiatan memperingati HUT WKRI tahun ini. Rangkaian kegiatan diawali dengan pembagian 2.100 bibit tanaman cabai, tomat dan terong kepada WKRI DPC Sleman di Gereja Maria Assumpta Pakem pada 14 Pebruari 2026 dilanjutkan pada 21 Pebruari 2026 yakni pembagian 2.100 bibit tanaman serupa kepada WKRI DPC Kota Yogyakarta di Balai Serbaguna Kampung Bausasran.

Kemudian, pada 7 Maret 2026 dilakukan pembagian 1.750 bibit tanaman cabai, tomat dan terong kepada WKRI DPC Bantul di Gereja Hati Kudus Tuhan Yesus Ganjuran, lalu pada 18 April 2026 mengadakan seminar pendidikan dengan tema Penguatan Etika, Integritas dan Profesionalisme dalam Berorganisasi di Era Transformasi Digital di Gereja Bintaran dan pada 9 Mei 2026 mengadakan diskusi publik kolaborasi WKRI DPD DIY dengan GKR Hemas, Anggota DPD RI dari DIY, di Aula Kampus Fakultas Teologi Wedabakti Universitas Sanata Dharma (USD).

Selanjutnya pada 13 Juni 2026 melakukan bakti sosial bersih lingkungan di Pasar Kokap, Kulonprogo, Lomba Cerdas Cermat AD/ART tiap Ranting pada tanggal 6, 13, 18 Juni 2026 di Cabang Kota dan pada Minggu 21 Juni 2026 mengadakan talkshow dengan tema Tuntas Sampah di Dapur di Aula Gereja St Petrus dan Paulus Babadan.

Para anggota WKRI dan tamu undangan menyimak sambutan yang disampaikan Wakil Bupati Sleman Danang Maharsa pada acara puncak HUT ke-102 WKRI, Sabtu 27 Juni 2026. Foto: Philipus Jehamun/beritabernas.com

Sementara pada puncak peringatan HUT ke-102 WKRI tingkat DIY di Gereja St Petrus dan Paulus Babadan, Sabtu 27 Juni 2026, diadakan misa syukur dipimpin Romo Wondo dan Romo Antonius Saptana Hadi Pr, yang dihadiri 250 anggota WKRI dan tamu undangan, dilanjutkan dengan ramah tamah.

Di sela-sela acara ramah tamah dilakukan penyerahan bantuan dana pendidikan kepada siswa TK Indriasana dan siswa SD Kanisius Demangan serta pembagian 700 tanaman perindang Tabebuya untuk 4 kabupaten dan 1 kota di DIY. Setelah acara seremonial di aula dilanjutkan dengan makan bersama di basement Gereja Katolik Babadan.

Lies Ratnawati yang juga Ketua WKRI DPC Sleman mengucapkan terimakasih dan penghargaan yang tak terhingga kepada para donatur yang sudah memberikan bantuan sehingga pelaksanaan HUT ke 102 WKRI bisa berjalan dengan baik. Ucapan terima kasih juga disampaikan kepada Romo Antonius Saptana Hadi Pr yang sudah mengijinkan aula gereja kegiatan acara puncak HUT WKRI serta para sahabat hati WKRI, khususnya Cabang Sleman, yang dengan tulus mendukung rangkaian kegiatan dalam bentuk apapun dan bekerja sama dalam menyiapkan segala sesuatu sehingga acara puncak HUT bisa berjalan dengan baik. (phj)


There is no ads to display, Please add some

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *