beritabernas.com – Gusti Kanjeng Ratu (GKR) Hemas, Wakil Ketua DPD RI dari DIY, mengapresiasi gagasan Wanita Katolik Republik Indonesia (WKRI) DPD DIY tentang Lansia Smart yakni lansia yang sehat, mandiri, aktif, religius, tangguh, produktif dan bermartabat. Konsep seperti ini penting untuk terus didorong menjadi gerakan bersama yang bersifat kolaboratif.
Selain itu, GKR Hemas juga mengapresiasi WKRI yang terus menunjukkan peran aktif sebagai organisasi perempuan yang konsisten hadir di tengah masyarakat, tidak hanya dalam isu keagamaan dan sosial, tetapi juga dalam isu-isu strategis kebangsaan, termasuk perhatian terhadap kesejahteraan orang lanjut usia (lansia).
“Selama ini, WKRI menjadi salah satu organisasi perempuan yang mampu menjaga semangat pengabdian. Di tengah perubahan sosial yang begitu cepat, organisasi perempuan seperti WKRI memiliki posisi yang sangat penting untuk menjaga nilai-nilai empati, gotong royong dan penghormatan terhadap martabat manusia, termasuk kepada para lansia yang sering kali menjadi kelompok yang rentan terpinggirkan,” kata GKR Hemas dalam diskusi publik bertajuk Quo Vadis Lansia Yogyakarta: Menakar Kualitas Hidup, Kemandirian, Spiritualitas dan Perlindungan Lansia di Aula Fakultas Teologi Wedhabakti Universitas Sanata Dharma (USD) Kompleks Seminari Tinggi Kentungan, Sabtu 9 Mei 2026.
Diskusi publik yang diadakan WKRI DPD DIY berkolaborasi dengan GKR Hemas selaku Wakil Ketua DPD RI GKR Hemas ini sebagai rangkaian kegiatan memperingati HUT ke-102 WKRI dan menyambut Hari Lansia Nasional pada 29 Mei 2026.

Menurut GKR Hemas, perempuan memiliki peran yang sangat penting dalam isu sosial lansia, termasuk mewujudkan lansia smart sebagaimana menjadi output kegiatan yanb digagas WKRI DPD DIY ini. Sebab, dalam realitas sehari-hari, perempuan sering menjadi pendamping utama bagi orangtua, penggerak komunitas, pengelola pelayanan sosial hingga penjaga nilai-nilai kemanusiaan dalam keluarga. Karena itu, keterlibatan organisasi perempuan seperti WKRI dalam membicarakan masa depan lansia merupakan sesuatu yang sangat strategis.
GKR Hemas mengatakan bahwa DIY sendiri menghadapi tantangan serius terkait peningkatan jumlah penduduk lansia. Di satu sisi ini menunjukkan meningkatnya harapan hidup masyarakat, tetapi di sisi lain juga menghadirkan tantangan baru terkait kesehatan, kesepian, perlindungan sosial, infrastruktur ramah lansia, hingga pemberdayaan lansia agar tetap aktif dan bermartabat.
Baca juga:
- Kunjungan Rumah bagi Lansia Harus Menjadi Gerakan Sosial Bersama
- Kunjungan Rumah bagi Lansia, Program Kolaboratif University of Southampton, Universitas Atma Jaya Jakarta dan IRL
- WKRI DIY Dorong Anggota jadi Agen Perubahan dalam Budaya Digital yang Sehat, Beradab dan Berintegritas
- Bersama WKRI Magelang, 100 Perempuan Belajar Media Tanam Organik untuk Lingkungan Lestari
Karena itu, menurut GKR Hemas, forum diskusi yang digagas WKRI DIY seperti ini menjadi sangat penting. Ia berharap forum ini tidak hanya menjadi ruang berbagi gagasan, tetapi juga menjadi ruang untuk merumuskan strategi-strategi nyata dalam penanganan lansia, baik dari aspek sosial, kesehatan, psikologis, spiritualitas maupun kebijakan publik.
“Pandangan, pengalaman dan masukan dari para narasumber dan peserta tentu akan menjadi bahan yang sangat berharga bagi saya, khususnya sebagai masukan dalam pembahasan terkait Rancangan Undang-Undang tentang Lansia ke depan,” kata GKR Hemas.
Ia menekankan perlu memastikan bahwa para lansia tidak dipandang sebagai beban, melainkan sebagai warga negara yang memiliki hak untuk hidup sehat, bahagia, aktif, produktif dan bermartabat. Lansia harus tetap memiliki ruang untuk berkarya, bersosialisasi dan merasa dicintai dan dihargai keberadaannya.

Ia pun berharap foeum diskusi publik ini menghasilkan rekomendasi dan gagasan yang bermanfaat bagi pembangunan kebijakan lansia yang lebih inklusif dan berkeadilan di DIY maupun di tingkat nasional.
GKR Hemas jadi inspirasi
Sementara Dra Restituta Sri Widiastuti SE Ak CA, Ketua WKRI DPD DIY, mengatakan, kehadiran GKR Hemas menjadi inspirasi bagi WKRI untuk terus berkarya mewujudkan lansia smart bersama WKRI.
“Terima kasih kepada GKR Hemas karena sudah berperan untuk kolaborasi dan keteladanan yang luar biasa indah dalam keberagaman,” kata Restituta Sri Widiastuti.
Selain dihadiri 175 peserta perwakilan organisasi perempuan, akademisi dan pemerhati lansia serta anggota pengurus WKRI se-DIY, juga dihadiri Romo Dr.theologi Bismoko Mahamboro Pr (Pemerhati Wanita Katolik RI), Romo Patrisius Mutiara Andalas SJ SS STD (Pemerhati Wanita Katolik RI), Romo AR Yudono Suwondo Pr (Penasihat Rohani Wanita Katolik RI DPD DIY) serta narasumber diskusi publik yakni Prof Dr Christin Wibhowo S.Psi MSi Psikolog, Guru Besar Universitas Katolik Sugiyapranata Semarang, Ir Pramono Murdoko dari Karina KAS dan Hj Mahsunah Syakir dari Day Care Lansia. (phj)
There is no ads to display, Please add some