Romo Dr Joko Lelono: Isu Kristenisasi Hanya Prasangka yang Menghambat bagi Karya Kemanusiaan

beritabernas.com – Hingga saat ini isu kristenisasi masih menjadi salah satu persoalan yang dapat memengaruhi relasi antarumat beragama di Indonesia. Padahal, isu kristenisasi hanya prasangka dan dapat menjadi tantangan dan hambatan bagi karya kemanusiaan.

Hal ini menjadi perhatian dalam Webinar Bulanan Ikatan Alumni Filsafat Teologi Universitas Sanata Dharma (IKAFITE), Kamis 10 September 2026 dengan menghadirkan pembicara utama Romo Dr Martinus Joko Lelono Pr M.Hum, Dosen Fakultas Teologi Universitas Sanata Dharma (USD).

Menurut Romo Dr Martinus Joko Lelono, dalam situasi tertentu, prasangka tersebut dapat menjadi hambatan bagi karya-karya sosial kemanusiaan yang sesungguhnya hadir untuk membantu masyarakat tanpa membedakan latar belakang agama.

Dalam webinar yang diselenggarakan secara hybrid dari Studio Fakultas Teologi Weda Bhakti Yogyakarta ini, Romo Dr Martinus Joko Lelono mengangkat isu kristenisasi berdasarkan penelitian yang dilakukan melalui wawancara mendalam dengan KARINA dan YAKKUM Emergency Unit, dua lembaga yang memiliki pengalaman dalam karya kemanusiaan dan tanggap bencana.

Baca juga:

Romo Joko mengajak peserta tidak sekadar mempertanyakan benar atau tidaknya tuduhan kristenisasi, tetapi melihat lebih jauh mengapa prasangka itu muncul dan bertahan dalam relasi antarumat beragama. Dalam konteks karya kemanusiaan, persoalan tersebut menjadi penting karena kecurigaan terhadap motif keagamaan dapat membuat masyarakat ragu menerima bantuan, sekaligus membatasi ruang gerak lembaga-lembaga kemanusiaan dalam memberikan pelayanan kepada mereka yang membutuhkan.

Pembahasan kemudian diarahkan pada pertanyaan mengenai bagaimana karya sosial kemanusiaan dapat tetap dilakukan secara tulus di tengah keberadaan prasangka tersebut. Terlebih ketika berbagai bencana terus terjadi dan para korban membutuhkan bantuan secara cepat, solidaritas kemanusiaan tidak semestinya terhenti hanya karena perbedaan identitas agama. Dialog dan keterbukaan menjadi penting agar pelayanan kemanusiaan tidak dipahami melalui kacamata kecurigaan, melainkan sebagai bentuk kepedulian terhadap martabat manusia.

Diskusi semakin diperdalam melalui tanggapan FX Bambang Kusuma Prihandono S.Sos MA, Dosen Fakultas Ilmu Sosial dan Politik Universitas Atma Jaya Yogyakarta dan Prof Dr Moch Nur Ichwan S.Ag MA, yang memberikan perspektif dari tradisi dan pengalaman intelektual Islam.

Pertemuan ketiga perspektif tersebut memperlihatkan bahwa isu kristenisasi tidak dapat dibaca hanya sebagai persoalan internal umat Kristen atau Katolik, tetapi perlu ditempatkan dalam konteks relasi sosial, sejarah, politik, dan dinamika kehidupan keagamaan masyarakat Indonesia.

Peserta bersama narasumber webinar. Foto: Istimewa

Acara berlangsung dengan lancar dan mendapat perhatian dari peserta yang mengikuti kegiatan secara luring maupun daring. Selain melalui zoom, webinar juga ditayangkan melalui kanal YouTube Wedabhakti Teleconference. Interaksi selama diskusi menunjukkan bahwa tema tersebut masih memiliki banyak ruang untuk dielaborasi, terutama karena pengalaman di lapangan memperlihatkan adanya kompleksitas antara pelayanan kemanusiaan, identitas keagamaan, dan persepsi masyarakat.

Webinar ini sekaligus menjadi titik awal untuk melihat kemungkinan penelitian-penelitian lebih lanjut mengenai prasangka kristenisasi dan karya kemanusiaan. Pengalaman KARINA dan YAKKUM Emergency Unit dapat menjadi pintu masuk untuk memahami bagaimana lembaga keagamaan dan kemanusiaan membangun kepercayaan masyarakat, mengelola prasangka, serta menciptakan ruang kerja sama lintas agama dalam situasi bencana.

Kegiatan ini terselenggara atas kerja sama Pusat Penelitian dan Pelatihan Teologi Kontekstual (P3TK) Fakultas Teologi Universitas Sanata Dharma, Fakultas Ilmu Sosial dan Politik Universitas Atma Jaya Yogyakarta dan Ikatan Alumni Filsafat Teologi Universitas Sanata Dharma (IKAFITE). Kerja sama lintas lembaga tersebut menjadi salah satu upaya menghadirkan pembacaan yang lebih kritis dan dialogis terhadap persoalan-persoalan aktual dalam kehidupan masyarakat Indonesia. (*/phj)


There is no ads to display, Please add some

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *