beritabernas.com – Gereja Katolik yang berada di wilayah Kevikepan Yogyakarta Timur dan Yogyakarta Barat kembali menggaungkan Laudato Si’ (Terpujilah Engkau), sebuah ensiklik (surat edaran resmi Paus) kedua dari Pais Fransiskus yang diterbitkan pada 24 Mei 2015, guna mendorong penguatan Gerakan Paroki Hijau.
Hal ini digaungkan melalui webinar dan sosialisasi Gerakan Paroki Hijau bertajuk Hamemayu Bumi Mataram: Merawat Keutuhan Ciptaan, Menghidupi Iman melalui zoom meeting dan kanal YouTube, Senin 14 September 2026 malam. Kegiatan ini menjadi bagian dari gerakan bersama Ubah Sisa Menjadi Sumber Hidup untuk mengembangkan keterlibatan Gereja dalam persoalan ekologis dan sosial di Yogyakarta.
Webinar kali ini menghadirkan Albertus Aryanto Nugroho dari Tim Kajian Lingkungan Hidup Strategis (KLHS) Kabupaten Sleman dan Agustinus Irawan (AG Irawan), pegiat lingkungan dan Forum Komunitas Sungai Sleman (FKSS). Mereka memberikan perspektif mengenai kondisi ekologis Yogyakarta, persoalan pengelolaan lingkungan dan pengalaman gerakan masyarakat dalam merawat sungai dan lingkungan.

Romo Dr Martinus Joko Lelono Pr dalam pengantar kegiatan mengatakan bahwa gerakan ekologis Gereja perlu diawali dengan kemampuan untuk melihat kenyataan. Gereja perlu membaca situasi pengelolaan lingkungan di Yogyakarta sebagai bagian dari upaya menemukan ruang keterlibatan Gereja dalam berbagai persoalan sosial.
Menurut Romo Joko Lelono, keterlibatan Gereja tidak cukup berhenti pada kegiatan internal, tetapi perlu berangkat dari persoalan nyata yang dihadapi masyarakat. Karena itu, gerakan Paroki Hijau diharapkan menjadi ruang bagi Gereja untuk belajar, berjejaring dan mengambil bagian dalam menjawab persoalan ekologis di lingkungan sekitarnya.
Baca juga:
- Membuat Ecoencyme, Langkah Kecil Paguyuban Banyu Urip Gereja Babadan Merawat Bumi
- Mengolah Sampah hingga Tuntas di Dapur, Wanita Katolik Harus Menjadi Pelopor
- Krisis Sampah Yogyakarta, Kevikepan Jogja Ajak Umat Katolik Mengolah Sampah secara Bertanggung Jawab
- Sebuah Aksi Laudato ‘Si, Mengubah Krisis Sampah Plastik Menjadi Potensi Waste to Energy
- Dari Laudato Si’ ke Praksis Pastoral: Dasar Teologis Pertobatan Ekologis
- Membumikan Laudato Si’: Dari Seruan Pastoral Menuju Gerakan Nyata Merawat Bumi
- 10 Tahun Ensiklik Laudato Si, ‘Anggur Baru’ di Tengah Krisis Iklim
Paparan para narasumber kemudian dilanjutkan dengan dialog bersama peserta yang terdiri dari para pastor, penggerak paroki, Tim Paroki Hijau, pengurus wilayah dan lingkungan, OMK, WKRI serta umat dari berbagai paroki. Pada bagian penutup, Rm Marcellinus Tanto Pr, Vikep Yogyakarta Timur, menegaskan bahwa gerakan ekologis di paroki perlu memperhatikan bukan hanya tindakan-tindakan konkret, tetapi juga upaya edukasi untuk membangun kesadaran publik.
Menurut Romo Tanto, berbagai program lingkungan yang sudah dilakukan merupakan langkah penting. Namun, Gereja juga perlu terus mengusahakan pendidikan dan pembentukan kesadaran agar kepedulian terhadap lingkungan tidak berhenti pada kegiatan tertentu, melainkan menjadi budaya bersama.
“Tidak ada kata terlambat. Kalau selama ini belum bisa diupayakan, mari kita mulai dan kita buat semampu kita, dalam lingkup yang kecil dan sederhana,” demikian pesan Rm Tanto.

Ia juga mengingatkan pentingnya membangun kerja sama dengan berbagai jejaring yang telah dimiliki Gereja. Persoalan ekologis, menurut Romo Tanto, tidak dapat dikerjakan sendirian. Karena itu, paroki perlu membuka ruang kolaborasi dengan komunitas, lembaga, dan berbagai pihak yang memiliki perhatian terhadap lingkungan hidup.
Gerakan Ubah Sisa Menjadi Sumber Hidup selanjutnya diarahkan pada pemetaan berbagai inisiatif ekologis yang telah berjalan di paroki-paroki, pengenalan persoalan lingkungan yang paling relevan di setiap wilayah, serta pengembangan bentuk keterlibatan konkret Gereja.
Dengan demikian, Paroki Hijau diharapkan tumbuh bukan sekadar sebagai program tambahan, tetapi sebagai gerakan yang membangun kesadaran, tindakan, dan jejaring untuk merawat rumah bersama-dimulai dari hal-hal kecil, sederhana, dan sesuai dengan kemampuan masing-masing paroki. (*/phj)
There is no ads to display, Please add some