Hampir Sempurna, KAI Daop 6 Yogyakarta Menjaga Perjalanan Kereta Api Selalu On Time

beritabernas.com – Jika ada satu hal yang paling diuji dari transportasi publik, termasuk kereta api, itu adalah ketepatan waktu. Di KAI Daop 6 Yogyakarta, ujian itu dijawab dengan angka hampir sempurna.

Manager Humas KAI Daop 6 Yogyakarta Feni Novida Saragih mengungkapkan capaian On Time Performance atau ketepatan waktu keberangkatan pada Semester I 2026 mencapai 99,61%. Angka ini naik 0,09% dibanding capaian sepanjang tahun 2025 yang sebesar 99,52%.

“KAI Daop 6 Yogyakarta konsisten menjaga ketepatan waktu di angka 99%,” ujar Feni kepada beritabernas.com saat diwawancara, Rabu, 23 September 2026.

Angka itu harus dijaga di tengah lalu-lalang ribuan orang setiap hari. Berdasarkan data operasional periode Januari – Agustus 2026, Stasiun Yogyakarta atau Tugu mencatat total volume 4.517.720 penumpang dengan rata-rata 18.591 penumpang per hari. Stasiun Lempuyangan mencatat total 2.078.035 penumpang dengan rata-rata 8.552 penumpang per hari. Jika ditotal, hampir 27 ribu penumpang bergerak dari dua stasiun itu setiap hari.

Manager Humas KAI Daop 6 Yogyakarta Feni Novida Saragih. Foto: Clementine Roesiani/beritabernas.com

Di balik jarum jam yang presisi, tantangan terbesar justru datang dari faktor eksternal. Feni menyebut faktor penentu utama ketepatan waktu adalah keselamatan operasional. Tantangan terbesar adalah faktor eksternal, misalnya temperan dari kendaraan lain. Karena satu insiden temperan secara langsung akan menurunkan persentase ketercapaian OTP.

“Oleh karena itu, tantangan terbesar Daop 6 berada pada menjaga harmoni antara kelancaran perjalanan kereta api dan tingkat kedisiplinan pengendara, khususnya di perlintasan sebidang,” kata Feni.

Sebagai langkah nyata, sepanjang Januari hingga 24 September 2026, KAI Daop 6 telah menutup 20 titik perlintasan sebidang, baik yang tidak dijaga maupun perlintasan liar. Bagi penumpang, inovasi yang paling terasa bukan sekadar aplikasi canggih, tapi soal lutut.

Feni menyebut peningkatan kenyamanan pada sarana kereta ekonomi menjadi salah satu inovasi yang paling dirasakan dampaknya. KAI telah merombak konfigurasi kursi kereta kelas ekonomi (K3) yang dulu saling berhadapan atau adu dengkul menjadi searah dengan perjalanan kereta.

Hadirnya Ekonomi New Generation juga memberi leg room yang lebih lega dengan menyesuaikan kapasitas dari yang sebelumnya 80 kursi menjadi 72 kursi. Animo masyarakat terhadap inovasi ini tercatat sangat tinggi dan positif.

Nabila Puspita Sari (25), warga Yogyakarta yang bekerja di Kementerian Perlindungan Pekerja Migran Indonesia (KP2MI), pengguna setia KAI. Foto: Clementine Roesiani/beritabernas.com

KAI juga menghadirkan beragam pilihan layanan, mulai dari KA bersubsidi (PSO) yang terjangkau, KA Eksekutif, Compartment Suites, KA Bandara yang mendukung konektivitas antarmoda, hingga kereta wisata KA Panoramic yang menawarkan pemandangan alam Daop 6.

Dari sisi digital, super app Access by KAI menjadi platform terintegrasi untuk pemesanan KA Jarak Jauh, KRL/Commuter Line, KA Bandara, KA BIAS hingga KA Batara Kresna. Saat ini Access by KAI telah digunakan sekitar 30 juta pengguna aktif dari total 41 juta pendaftar dan menyumbang 75% dari keseluruhan transaksi penjualan tiket.

Inovasi lain yang mendukung efisiensi dan keberlanjutan adalah penerapan Face Recognition Boarding Gate yang membuat proses masuk stasiun lebih cepat dan paperless, penyiapan water station untuk mengurangi sampah plastik botol, serta fitur Female Seat Map untuk kenyamanan penumpang wanita.

Cerita itu diamini pelanggan kereta asli Yogyakarta, Eugenius Mario, Chief Product & Technology Officer di perusahaan teknologi Veritask Jakarta.

“Bagus sih kereta zaman sekarang. Kelas ekonomi saja kursinya sudah mulai diupgrade, setidaknya yang ekonomi premium. Ada beberapa kereta yang kursinya sudah mirip eksekutif, AC juga pas dinginnya, kantinnya juga. Selain itu yang terpenting, perjalanan selalu tepat waktu. I think KAI the most professional company in transportation, or maybe even in all government companies (Saya rasa KAI adalah perusahaan paling profesional di bidang transportasi atau bahkan di antara semua perusahaan pemerintah).

Clara Laka, mahasiswi UNY asal Kupang, NTT, salah satu pengguna setia KAI. Foto: Clementine Roesiani/ beritabernas.com

Untuk memastikan AC, colokan listrik, dan sistem tiket tetap optimal, KAI Daop 6 menjalankan perawatan berkala. Setiap sarana menjalani pemeriksaan sebelum berdinas untuk memastikan pemenuhan persyaratan teknis, keselamatan, dan operasional. Perawatan dilakukan melalui depo untuk operasi harian dan Balai Yasa untuk perawatan dengan cakupan lebih besar, berdasarkan waktu operasi, jarak tempuh, dan kondisi komponen.

KAI juga rutin melakukan pemeriksaan Standar Pelayanan Minimum (SPM) internal minimal satu kali dalam sebulan dan pemeriksaan SPM Gabungan bersama DJKA dan BTP sebanyak dua kali dalam setahun untuk memastikan kepatuhan terhadap PM 63 tahun 2019.

Soal harga, KAI Daop 6 menerapkan aturan Tarif Batas Atas (TBA) dan Tarif Batas Bawah (TBB). Masyarakat juga disediakan pilihan bersubsidi seperti KA ekonomi PSO, KRL/Commuter Line, hingga KA perintis Batara Kresna. Untuk tarif lebih ekonomis, KAI mengimbau pemesanan lebih awal, plus memanfaatkan promo dan diskon rutin.

Nabila Puspita Sari (25), warga Yogyakarta yang bekerja di Kementerian Perlindungan Pekerja Migran Indonesia (KP2MI) rutin naik kereta kalau pulang ke Yogyakarta, berharap pemerataan kenyamanan terus dilakukan.

“Yang saya sukai, KAI selalu tepat waktu. Akses ke stasiun juga mudah. Semoga kereta yang kursinya warna coklat bisa di-new generation semua. Kelas ekonomi saja sudah bagus. Tapi yang saya naiki sekarang masih kursi coklat. Padahal harganya sama dengan kursi yang new generation, “ujarnya.

Keluhan yang paling sering masuk ke Daop 6 umumnya berkaitan dengan kendala teknis saat pemesanan tiket. Mekanisme penyelesaiannya aktif 24 jam melalui media sosial resmi dan Contact Center 121.

Kemudahan itu dirasakan Maura Olivia Situmorang, warga asli Sleman yang sekarang bekerja sebagai staf Compensation & Benefit di Martha Tilaar Jakarta.

“Pembelian tiket kereta sekarang mudah. Cuma masukkan NIK, nama, pilih seat. Kemudian bayarnya bisa dengan banyak metode, dengan QRIS juga bisa. Ada Access by KAI yang bisa melihat jadwal kereta jarak jauh, lokal, atau KRL,” katanya.

Baca juga:

“Terakhir saya naik kereta ekonomi biasa saat mudik ke Yogyakarta. Waktu itu AC-nya kebetulan tidak dingin, jadi saya menghubungi KAI lewat WhatsApp. Responsnya memang agak lama. Sekitar satu jam kemudian baru ada petugas yang menghampiri langsung ke seat saya untuk menanyakan kondisi AC. Menurut saya, ini menjadi salah satu contoh personalized service experience dari KAI, karena meskipun saya hanya memberikan informasi lewat chat, petugas bisa langsung menemukan dan menangani keluhan saya secara personal. Selain itu, poin plusnya jadwal kereta selalu on time. Waktu naik kereta kelas ekonomi premium tahun lalu juga terasa nyaman, sampai perjalanan tujuh jam tidak terasa,” kata Maura Olivia Situmorang.

Sementara mahasiswi UNY asal Kupang, NTT, Clara Laka, juga merasakan hal sama. “Saya selalu membeli tiket melalui aplikasi, karena lebih mudah. Pesan tiket kereta sekarang tidak seribet zaman dulu. Jam keberangkatan zaman sekarang juga selalu tepat waktu. Tidak pernah delay. Kebersihan juga bagus. Ada fasilitas colokan listrik yang sangat membantu,” kata Clara.

Ketika ada keterlambatan, SOP KAI jelas: petugas wajib mengumumkan sebab gangguan, estimasi keterlambatan, dan permohonan maaf secara berkala. Jika AC atau lampu mati, petugas berupaya memperbaiki, jika tidak bisa, penumpang dialihkan. Jika dialihkan ke kelas lebih tinggi tidak dikenakan biaya tambahan, jika ke kelas lebih rendah selisih dikembalikan.

Skema kompensasi diberikan cuma-cuma untuk KA Antarkota: terlambat lebih dari 1 jam bisa refund 100% kecuali biaya pesan atau dapat minuman ringan, lebih dari 3 jam dapat minuman dan makanan ringan, dan kedatangan terlambat lebih dari 5 jam, pada jam ke-3 diberikan makanan dan minuman ringan, jam ke-5 diberikan makanan dan minuman berat. Jika perjalanan terhenti, penumpang dialihkan dengan bus atau KA lain tanpa biaya tambahan.

KAI juga memastikan fasilitas ramah untuk semua. Di stasiun tersedia jalur landai, kursi roda, loket rendah, kursi tunggu prioritas, dan layanan assistance. Di gerbong tersedia empat kursi prioritas. Ada potongan harga 20% bagi lansia dan disabilitas untuk KA Antarkota. Tersedia Pos Kesehatan, ruang laktasi di stasiun besar seperti Yogyakarta, Lempuyangan, dan Solo Balapan, serta playground di Yogyakarta, Lempuyangan, Solo Balapan, dan Purwosari.

Ke depan, dalam semangat “Semakin Melayani”, KAI Daop 6 Yogyakarta menjalankan program penataan dan beautifikasi stasiun dengan fokus meningkatkan konektivitas dan dekorasi tematik untuk menciptakan suasana perjalanan yang lebih berkesan.

Para penumpang saat turun dari kereta api di Stasiun Tugu Yogyakarta. Foto: Clementine Roesiani/beritabernas.com

KAI Daop 6 Yogyakarta juga berfokus pada peningkatan konektivitas antarmoda untuk mendukung aktivitas bekerja, pendidikan, bisnis, pelayanan publik maupun pariwisata. Data internal KAI mencatat, Kota Yogyakarta masih menjadi destinasi favorit, dengan 27,6% perjalanan penumpang KA menuju Yogyakarta untuk tujuan wisata atau rekreasi.

Konektivitas KA tidak hanya memudahkan mobilitas ramah lingkungan, tetapi juga memberi dampak ekonomi. Stasiun didorong menjadi ruang publik yang hidup melalui kolaborasi UMKM dan komunitas lokal.

“Penyelenggaraan KAI Mini Fair pada 21-22 September lalu merupakan bentuk kolaborasi KAI dengan berbagai entitas. Stasiun juga menghadirkan pertunjukan seni budaya seperti paduan suara, tari, dan lainnya, hingga acara nonton bareng piala dunia di area stasiun menjadikan bukti bahwasanya stasiun ada sebagai ruang interaksi sosial dan budaya,” kata Feni.

“Dengan demikian, stasiun tidak lagi sebatas tempat naik-turun penumpang, melainkan berkembang menjadi destinasi wisata tersendiri yang menandakan kemajuan sektor transportasi dan pariwisata daerah,” tambah Feni. (Clementine Roesiani, watawan beritabernas.com)


There is no ads to display, Please add some

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *