Prodi Kesehatan Masyarakat, Program Magister FK UII Melakukan Cek Kesehatan Gratis bagi Warga Lansia

beritabernas.com – Program Studi (Prodi) Kesehatan Masyarakat, Program Magister Fakultas Kedokteran (FK) UII melakukan kegiatan pengabdian pada masyarakat berupa Cek Kesehatan Gratis (CKG) bagi 200 orang lanjut usia (lansia) di Balai Kelurahan Bimomartani, Kecamatan/Kapanewon Ngemplak, Kabupaten Sleman, Selasa 13 Oktober 2026.

Kegiatan yang melibatkan 15 dokter, mahasiswa Program Magister Kesehatan Masyarakat, Dosen Prodi Kesehatan Masyarakat, Program Magister FK UII dan tenaga kesehatan serta kader dari Puskesmas Ngemplak ini sebagai salah satu upaya untuk mendeteksi dini penyakit tidak menular pada warga lansia.

“Secara umum, kegiatan pengabdian ini sebagai upaya deteksi dini penyakit tidak menular pada lansia. Sedangkan secara khusus bagi orang lansia itu sendiri, kegiatan ini bertujuan untuk memberikan pengetahuan tentang kondisi kesehatan diri sendiri yang selama ini belum terperiksa, khususnya kadar gula darah, kolesterol dan asam urat, sehingga penyakit yang belum menimbulkan gejala dapat dikenali lebih awal dan ditangani sebelum menimbulkan komplikasi,” kata Dr dr Titik Kuntari MPH, Ketua Prodi Kesehatan Masyarakat, Program Magister FK UII kepada wartawan di sela-sela kegiatan pengabdian masyarakat di Balai Kelurahan Bimomartani, Selasa 13 Oktober 2026.

Sebanyak 200 warga lansia Kalurah Bimomartani mengikuti pemeriksaan kesehatan gratis, Selaa 13 Oktober 2026. Foto: Philipus Jehamun/ beritabernas.com

Dalam kegiatan ini, pemeriksaan meliputi pengukuran berat badan, tinggi badan, tekanan darah, gula darah puasa, kolesterol total dan asam urat. Metode pelaksanaan berupa skrining berbasis komunitas dengan lima pos pemeriksaan paralel melibatkan 15 dokter, mahasiswa Program Magister Kesehatan Masyarakat, dosen dan tenaga kesehatan serta kader dari Puskesmas Ngemplak.

Peserta yang memperoleh hasil di luar rentang normal menerima edukasi, rujukan dan obat dasar sesuai indikasi. Luaran dari kegiatan ini berupa laporan pengabdian, artikel ilmiah yang disubmit pada jurnal nasional terakreditasi dan dokumen hasil pemeriksaan individual yang diserahkan kepada peserta dan puskesmas setempat.

“Kegiatan ini diharapkan meningkatkan cakupan deteksi dini PTM pada lansia, memperkuat peran Posyandu Lansia, dan menyediakan data dasar status kesehatan lansia di wilayah tersebut,” kata Titik Kuntari.

Menurut Titik Kuntari, Kalurahan Bimomartani, Kapanewon Ngemplak, Kabupaten Sleman, memiliki penduduk lanjut usia yang sebagian besar bekerja di sektor pertanian dan belum memperoleh pemeriksaan kesehatan berkala.

Baca juga:

Karakteristik wilayahnya yang berbasis pertanian berkaitan dengan pola aktivitas fisik dan paparan lingkungan tertentu, namun tidak menjamin terpenuhinya pemeriksaan kesehatan berkala. Sebagian lansia hanya memperoleh pengukuran tekanan darah pada kegiatan Posyandu Lansia dan belum pernah menjalani pemeriksaan gula darah puasa, kolesterol maupun asam urat.

Padahal kelima pengukuran tersebut saling melengkapi: berat badan dan tinggi badan menghasilkan indeks massa tubuh sebagai penanda status gizi, tekanan darah menggambarkan beban kardiovaskular, glukosa darah puasa menilai kendali metabolisme karbohidrat, kolesterol total menilai risiko aterosklerosis, dan asam urat mendeteksi gangguan metabolisme purin yang sering menyertai obesitas dan dislipidemia.

Dengan demikian, terdapat kesenjangan nyata antara tingginya beban PTM pada lansia dan rendahnya jangkauan pemeriksaan penunjang di tingkat komunitas. Kegiatan cek kesehatan gratis (CKG) yang menyediakan keenam pemeriksaan tersebut secara bersamaan, dilaksanakan pada lokasi yang mudah dijangkau lansia dan diikuti dengan edukasi serta rujukan merupakan upaya yang relevan untuk menutup kesenjangan itu.

Workshop kesehatan mental di sela-sela pemeriksanaan kesehatan gratis, Selasa 13 Oktober 2026. Foto: Philipus Jehamun/beritabernas.com

“Kegiatan ini juga memperkuat peran Posyandu Lansia dan kader kesehatan setempat sebagai penghubung antara warga lanjut usia dan fasilitas pelayanan kesehatan primer,” kata Titik Kuntari.

Menurut Titik Kuntari, penyakit tidak menular (PTM) merupakan penyebab kematian utama pada lanjut usia. Estimasi global menunjukkan 26,2% penduduk berusia di atas 18 tahun memiliki tekanan darah meningkat, 8,5% memiliki kadar glukosa darah puasa meningkat dan 44,6% mengalami berat badan berlebih.

Di Indonesia, menurut Titik Kuntari, hipertensi pada usia 40 tahun ke atas mencapai 47,8% dengan hampir 70% di antaranya belum terdiagnosis dan lebih dari 91% tidak terkendali. Sementara pelaksanaan Posbindu di Indonesia masih menghadapi keterbatasan sumber daya sehingga kurang dari 15% pengunjung memperoleh pemeriksaan kolesterol. (phj)


There is no ads to display, Please add some

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *