beritabernas.com – Dewan Pimpinan Daerah Himpunan Ahli Rias Pengantin Indonesia (DPD HARPI) Melati DIY berkolaborasi dengan Padmasangita akan menggelar Upacara Adat Tarapan Gaya Yogyakarta dalam ajang Jogja Destination Wedding Fair 2026 di Atrium Utama Jogja City Mall (JCM)) pada Sabtu 17 Oktober 2026 pukul 19.00-20.00 WIB. Upacara Adat Tarapan itu merupakan tradisi daur hidup saat anak perempuan menginjak usia remaja.
Pengurus Padmasangita Ki Prijo Mustiko mengatakan, Upacara Tradisi Budaya adalah salah satu bentuk kearifan lokal budaya masyarakat menitipkan nilai, tuntunan dan kebijaksanaan kepada generasi berikutnya.
Baca juga:
- AMIDA DKI Jakarta Paramita Jaya Bersama Susilawati Susmono Gelar Temu MUGALEMON
- Buku “Mengolah Cipta Rasa Karsa” Dorong Kaum Muda Memahami Pemikiran Ki Hadjar Dewantara
- Ki Prijo Mustiko Menerima Penghargaan Budaya 2024 dari Walikota Yogyakarta
Pada kesempatan ini, Padmasangita dan HARPI hadir dalam Pagelaran Upacara Adat Jawa Tarapan Gaya Ngayogyakarta, sebuah tradisi penting dalam kehidupan masyarakat Jawa, khususnya di Daerah Istimewa Yogyakarta
Tarapan melambangkan peralihan dari masa kanak-kanak menuju remaja dan memasuki era kedewasaan. Tradisi budaya ini mengingatkan bahwa seorang remaja putri perlu dipersiapkan dan didampingi, baik secara fisik, mental, emosional, moral, maupun spiritual. Perlu difahami juga bahwa seorang remaja putri sejatinya sebagai calon ibu bangsa yang akan melahirkan generasi bangsa yang lebih cerdas dan berkualitas di masa depan.
Di era media sosial yang masif sekarang ini, anak-anak kini lebih mudah terpapar informasi dari luar daripada tuntunan moral budaya dari keluarga, sehingga nilai unggah-ungguh dan budaya adiluhung lainnya diharapkan masih harus tetap dijaga dan dirawat bersama.

Pagelaran Upacara Tradisi Budaya Tarapan malam ini menjadi ikhtiar kecil untuk mengembalikan peran keluarga dan budaya sebagai penuntun generasi muda untuk menapaki masa depannya.
Ia berharap melalui lantunan gamelan, gerak tari, tata upacara, dan seluruh rangkaian pagelaran ini, kita kembali diingatkan bahwa setiap fase kehidupan memiliki makna, setiap anak perempuan membutuhkan pendampingan, dan setiap generasi bertanggung jawab mewariskan nilai-nilai budaya yang adiluhung. “Tarapan, menjawab masa lalu, masa kini dan masa depan,” kata Ki Prijo Mustiko.
Padmasangita sebagai paguyuban Seni Karawitan Alumni Padmanaba lintas angkatan, seperti Sanggit, Ngrawit, Srawung Sesami (berinovasi, berolah rasa dan berkolaborasi). (phj)
There is no ads to display, Please add some