beritabernas.com – Buku berjudul Mengolah Cipta Rasa Karsa karya Ki Prijo Mustiko, seorang budawan dan salah satu tokoh Persatuan Tamansiswa sangat layat dibaca publik, terutama kaum muda, agar memahami pemikiran-pemikiran par pendahulu bangsa, khususnya Ki Hadjar Dewantara, pendiri Perguruan Nasional Tamansiswa yang kemudian diangkat menjadi Bapak Pendidikan Nasional.
Sebab, dalam buku setebal 386 halaman ini berisi karya reflektif yang mendokumentasikan perjalanan panjang Ki Prijo Mustiko selama lebih dari 75 tahun berkarya dan mengabdi dalam bidang kebudayaan.
“Buku Mengolah Cipta Rasa Karsa ini merupakan buku jilid dua karya saya dan dipersembahkan untuk dibaca publik dengan harapan bisa mendorong kawula muda/generasi muda agar tak henti-hentinya bersemangat menggali mutiara pemikiran pendahulu bangsa secara akademik, terutama nilai ajaran Ki Hadjar Dewantara untuk kemaslahatan bangsa Indonesia dan dunia,” kata Ki Prijo Mustiko dalam acara bedah buku tersebut di Ruang Senat Lantai I Kampus Universitas Sarjanawiyata Tamansiswa(UST) Jalan Batikan Yogyakarta, Jumat 3 Juli 2026.

Kegiatan bedah buku untuk memperingati Dies Natalis ke-71 UST dan ulang tahun ke-104 Persatuan Tamansiswa tepat pada 3 Juli 2026 ini menghadirkan pembahas Prof Slamet PH M.Ed MA MLHR PhD, Guru Besar UNY, dengan moderator Dr Yuli Prihatini MPd, Wakil Rektor Bidang Akademik Universitas Sarjanawiyata Tamansiswa (UST).
Ki Prijo Mustiko berharap respon pembaca bukan berupa sanjungan namun kritik dan saran yang konstruktif sangat diperlukan untuk mencambuk langkah selanjutnya bagi penulis. Menurut Ki Prijo, buku ini bukan otobiografi tapi kumpulan tulisan 3 bidang yakni Ketamansiswaan, Kepramukaan dan Kebudayaan karena ketiga bidang ini seperti 3 dunia yang dilakoni dalam kehidupannya selama 75 tahun.
Menurut Rektor UST Prof Drs Ki Pardiman MPd PhD, buku Mengolah Cipta Rasa Karsa merupakan karya reflektif yang mendokumentasikan perjalanan panjang Ki Prijo Mustiko selama lebih dari 75 tahun berkarya dan mengabdi dalam bidang kebudayaan.
Baca juga:
- Bedah Buku “Mengolah Cipta Rasa Karsa” Mewarnai Peringatan 104 Tahun Persatuan Tamansiswa
- Prof Pardimin: UST Memiliki Tanggungjawab Moral dan Akademik untuk Mengaktualisasikan Ajaran Ki Hadjar Dewantara
Buku ini mengulas perkembangan kebudayaan melalui perpaduan antara cipta (daya pikir), rasa (kehalusan budi) dan karsa (kemauan untuk berkarya), yang menjadi fondasi kehidupan manusia berbudaya.
“Melalui pengalaman panjangnya dalam berbagai organisasi kebudayaan, pendidikan dan kepramukaan, Ki Prijo Mustiko menghadirkan catatan perjalanan perkembangan peradaban Yogyakarta dan Indonesia. Buku ini tidak hanya menyajikan dokumentasi sejarah, tetapi juga menawarkan refleksi mendalam mengenai bagaimana pengalaman hidup dapat menjadi sumber kebijaksanaan dalam membangun masa depan masyarakat yang lebih baik,” kata Prof Pardimin dalam acara bedah buku tersebut.
Menurut Rektor US, pesan yang ada dalam buku tersebut menjadi ruh bahwa pengalaman tidak cukup hanya dikenang, tetapi harus diolah menjadi pengetahuan, kebijaksanaan dan tindakan nyata yang memberikan manfaat bagi kehidupan bersama.

Mengenai relevansi dengan Filosofi Pendidikan Ki Hadjar Dewantara, pemilihan buku Mengolah Cipta Rasa Karsa sebagai materi bedah buku memiliki makna yang sangat erat dengan filosofi pendidikan Tamansiswa. Dalam ajaran Ki Hadjar Dewantara, pendidikan bertujuan menuntun tumbuhnya manusia secara utuh melalui keseimbangan Tri Sakti Jiwa cipta, rasa, dan karsa.
Cipta mengembangkan kemampuan berpikir kritis, kreatif dan ilmiah; rasa membentuk kehalusan budi, empati dan karakter; sedangkan karsa menumbuhkan kemauan untuk berkarya, mengabdi dan memberikan manfaat bagi masyarakat.
Ketiga unsur tersebut merupakan satu kesatuan yang tidak dapat dipisahkan dalam membentuk manusia yang merdeka lahir dan batin. Nilai-nilai tersebut hingga kini tetap menjadi dasar penyelenggaraan pendidikan di Universitas Sarjanawiyata Tamansiswa (UST). (phj)
There is no ads to display, Please add some