Diikuti 19 Perenang Amatir, Gerakan Kemanusiaan Xtreme Impact 2026 Resmi Diluncurkan

beritabernas.com – Sebanyak 19 perenang amatir dari berbagai latar belakang siap menguji batas kemampuan dalam event Xtreme Impact 2026 dengan menyeberangi perairan terbuka Selat Madura, tepatnya dari Madura ke Pangkalan TNI Angkatan Laut Koarmada II Surabaya, pada 1 November 2026.

Ini merupakan sebuah langkah berani yang menyatukan aksi fisik ekstrem, kepedulian lingkungan dan solidaritas sosial.T antangan renang bertajuk Xtreme Impact 2026 ini resmi digulirkan pada Selasa 27 Oktober 2026.

“Ini bukan sekadar perhelatan olahraga atau upaya memecahkan rekor. Setiap bentangan jarak dan kayuhan tangan para perenang diniatkan untuk menggalang donasi demi menyelamatkan masa depan perempuan nelayan dan warga di Desa Timbulsloko, Kabupaten Demak, Jawa Tengah, yang kian terancam tenggelam akibat abrasi parah dan banjir rob,” kata Arto Biantoro, Penggagas Xtreme Impact 2026, dalama jumpa pers.

Menurut Arto Biantoro, Desa Timbulsloko kini menjadi potret nyata dari dampak perubahan iklim global. Rumah-rumah warga terendam, akses jalan darat terputus, dan mata pencaharian warga maritim hancur secara perlahan. Di tengah keterbatasan itu, kelompok perempuan nelayan “Puspita Bahari” terus berjuang mempertahankan ekonomi keluarga melalui pengolahan hasil laut sederhana.

Aksi ekstrem ini sengaja dipilih untuk menarik perhatian publik terhadap tragedi kemanusiaan dan lingkungan yang tertutup oleh gemerlap kemajuan zaman. “Kami tidak berenang untuk memecahkan rekor personal. Kami berenang untuk mengubah kehidupan. Berenang menyeberangi Selat Madura hanyalah medium; tujuan sebenarnya adalah membangun jembatan harapan bagi saudara-saudara kita yang kehilangan daratan di Timbulsloko. Kami ingin menunjukkan bahwa keberanian individual bisa diubah menjadi dampak sosial yang nyata jika dilakukan bersama-sama,” ujar Arto.

Panitia penyelenggara foto bersama usai jumpa pers. Foto: Istimewa

Sebagai pendukung utama gerakan penggalangan dana, platform sosial BenihBaik.com bersama Bandar Djakarta Group menargetkan penghimpunan dana publik hingga Rp1 miliar. Dana donasi yang terkumpul akan disalurkan secara transparan dan akuntabel untuk pembangunan infrastruktur adaptif—seperti jalan dan jembatan apung serta fasilitas air bersih dan pembangunan rumah produksi “Omah Iwak”. Fasilitas pengolahan hasil laut ini dirancang agar perempuan nelayan Timbulsloko dapat mandiri secara ekonomi dan memiliki daya tahan menghadapi krisis iklim.

Perwakilan Bandar Djakarta Wendy Santoso mengakui pihakya adalah pelaku usaha yang hidup dari hasil laut. Dia kemudian menegaskan alasan mendasar di balik dukungan penuh mereka terhadap aksi Extreme Impact. “”Tentunya pasti Bandar Jakarta mendukung kegiatan ini. Karena dampak yang baik itu memang harus dirasakan di lapangan bukan hanya sekedar di atas kertas.

“Bandar Jakarta sebagai sebuah restoran seafood, puji Tuhan kita menginjak 25 tahun. Setiap hari kita bekerja dengan hasil laut. Setiap hari kita hidup di laut. Jadi pada saat kita mendengar misi dari rekan-rekan dari Extreme Impact untuk melakukan serangkaian kegiatan yang untuk membantu nelayan perempuan di Kabupaten Demak, kita melihat ini bukan sekedar kegiatan amal tapi ini adalah sebuah kegiatan yang kelihatannya memang harus kita dukung dan Jakarta mendukung,” kata Wendy.

Senada dengan Arto dan Wendy, Pendiri BenihBaik.com, Andy F Noya, menyampaikan pesan mendalam terkait sisi humanis dari aksi kolaboratif ini. “Ketika membaca angka statistik abrasi atau perubahan iklim, kita kerap merasa itu jauh. Namun bagi warga Timbulsloko, itu adalah kenyataan pahit harian. Di balik tantangan renang ekstrem ini, ada nilai kemanusiaan yang sangat menyentuh. Perempuan nelayan di sana tidak meminta belas kasihan; mereka adalah sosok-sosok tangguh yang membutuhkan fasilitas dan dukungan nyata agar bisa berdiri di atas kaki sendiri. Tugas kita adalah memastikan perjuangan mereka tidak berlangsung sendirian,” ungkap Andy.

Menanggapi ide Xtreme Impact 2026 ini, Ketua Perkumpulan Perempuan Nelayan Puspita Bahari Demak, Masnu’ah, menyambut penuh haru aksi kepedulian yang ditujukan untuk desanya. Dia membagikan kenyataan pahit mengenai dampak krisis iklim yang menenggelamkan ruang hidup mereka serta bagaimana warga bertahan dengan solidaritas.

“Dulu daratan itu dulu sawah terbentang luas, kebun, ladang, banyak pohon kelapa, padi. Tapi sekarang itu berbeda. Anak-anak saja kehilangan tempat bermain. Akses itu semua hilang, mata pencaharian itu semua hilang. Mereka bertahan secara terhormat, berjuang dengan solidaritas, gotong royong yang luar biasa. Karena prinsip kami, kami terus menjaga kehidupan laut kami. Bagi kami laut adalah ibu yang di mana mungkin tidak hari ini perjuangan kami membuahkan hasil, tapi 10 20 tahun ke depan kami masih tetap bisa mewariskan laut itu untuk anak cucu kami,” katanya.

Selain aksi renang Selat Madura dan penggalangan dana pembangunan pesisir, gerakan Xtreme Impact 2026 yang digerakkan oleh Perhimpunan Alumni Kolese Kanisius (CC92) dalam rangkaian 100 tahun Kolese Kanisius, juga merangkai aksi medis berupa Bakti Sosial Operasi Katarak Gratis bagi hingga 150 pasien prasejahtera di lingkungan Koarmada II TNI AL Surabaya.

Ketua Perkumpulan Alumni Kolese Kanisius Jakarta (PAKKJ) James W Prakarsa, mengatakan, dalam perayaan 100 tahun Kolese Kanisius ini pihaknya tidak ingin hanya dengan senang-senang, tapi juga memberikan dampak.

Didasari oleh tingginya angka penderita buta katarak di Provinsi Jawa Timur yang terkonfirmasi oleh data Perdami, Erha Clinic turut berkomitmen mendukung kegiatan ini dengan menyelenggarakan operasi katarak gratis berkolaborasi dengan TNI Angkatan Laut di KRI dr Soeharso. “Aksi sosial ini diharapkan tidak hanya dapat mengurangi prevalensi buta katarak di Jawa Timur, tetapi juga memberikan pengalaman baru bagi masyarakat serta mendekatkan mereka dengan TNI AL,” kata Bayu Aji perwakilan Erha Clinic.

Baca juga:

Mewakili Komandan Pusat Teritorial Angkatan Laut (Danpusteral), Kolonel Laut (P) Dr Rully Riono Kolonel Marinir Ibnu Sri Mulyadi MM M TrHanla mengatakan komitmen TNI AL dalam mendukung keandalan operasional, keselamatan, serta fasilitasi kegiatan sosial-maritim ini bagi masyarakat.

“Pada prinsipnya bahwa TNI Angkatan Laut memang mempunyai tugas pokok untuk salah satunya adalah pemberdayaan wilayah pertahanan laut. Di mana kita laksanakan dengan pembinaan potensi maritim. Karena di Angkatan Laut juga merupakan fasilitas yang dibiayai oleh negara. Dibiayai juga dari rakyat. Sehingga itu pun bisa digunakan untuk rakyat. Terkait dengan kegiatan renang, nanti juga akan mendukung, menyiapkan standar operasi dan prosedur. Sehingga bisa berjalan dengan lancar, termasuk pelaksanaan bakti kesehatan di KRI Wahidin Sudirohusodo,” katanya.

Dari sisi aspek medis perenang, Business Development Director RS Abdi Waluyo dr Johnny Nurman Sp.A memastikan seluruh perenang amatir telah melalui tahapan medical screening yang ketat mencakup fungsi kardiovaskular, paru, dan ketahanan fisik.

Ia memaparkan kesiapan dan langkah pencegahan teknis-medis untuk menjaga keselamatan serta stamina para atlet selama menyeberangi perairan terbuka. “Melihat dari visi misi yang begitu mulia, maka kami dari rumah sakit juga terpanggil untuk berpartisipasi di sini untuk menjaga atau memberikan tindakan preventif kepada para perenang. Jadi, para perenang ini karena akan berenang di open water yakni air laut di mana kandungan natrium dan segala macam itu akan sangat tinggi,” katanya.

Dia melanjutkan cerita, berenang di perairan terbuka berpotensi menyebabkan gangguan elektrolit dan segala macam. Ada ancaman hipotermia itu sangat tinggi. Yang mereka lakukan adalah mulai dari pemeriksaan fisik, hingga cardio pulmonary exercise testing.

Baju dengan desain dan motif khusus

Bagi Mira Hoeng dari Miwa Pattern yang mendesain jaket dan baju renang bertema wave of hope, pihaknya ingin membuat lebih dari sekadar jaket. “Ini adalah lencana kehormatan dan cerita keberanian. Setiap goresan motif pada jaket ini bukan sekadar pola tekstil biasa. Ia lahir dari kisah nyata, keringat, dan keberanian luar biasa dari para perenang yang berjuang membawa gelombang kebaikan,” kata Mira Hoeng.

Panitia penyelenggara dan para narasumber foto bersama dalam jumpa pers tentang event Xtreme Impact 2026. Foto: Istimewa

Jaket ini dirancang agar saat jaket ini dikenakan, para perenang bisa merasakan kebanggaan yang mendalam. “Sebuah badge of honor atas apa yang telah mereka taklukkan bersama. Lebih dari itu, jaket ini juga menjadi pengingat abadi bahwa mereka pernah menjadi bagian dari sebuah gerakan kebaikan yang monumental,” katanya.

Mari berdonasi

Panitia Xtreme Impact 2026 mengajak seluruh lapisan masyarakat, insan korporasi, dan komunitas untuk tidak sekadar menjadi penonton di tepi pantai. Keberanian para perenang di tengah laut Selat Madura membutuhkan sambutan tangan yang hangat dari masyarakat luas melalui aksi berdonasi.

Sekecil apa pun kontribusi yang Anda berikan akan langsung berdampak pada ketersediaan air bersih, akses jalan apung para pelajar desa, dan rumah produksi nelayan perempuan di Timbulsloko.

Salurkan donasi terbaik Anda melalui platform resmi BenihBaik.com pada kampanye “Xtreme Impact: Bantu Perempuan Pesisir Demak melalui https://m.benihbaik.com/campaign/harapan-untuk-perempuan-nelayan” atau kunjungi situs resmi www.xtremeimpact.org. Bersama, kita terjemahkan kepedulian menjadi aksi nyata.

Para perenang yang akan mengikuti Xtreme Impact 2026 adalah Veromika Franslay (Vero), Desy Sherlydia Wahyuni (Desy), Tomi Pratomo (Tomi), Albert Ridwan Soetanto (Iwan), Benhart Hutabarat (Docben), Ivan Edi Nooranto (Ivan), Mathilde Sari Gokmauli (Sherry), Julet Lawai (Julet), Alyssa Gabriele Saras Wibisono (Elle), Christina Yota Prahastuti (Yota), Arto Biantoro (Arto), Iqbal Maulana (Iqbal), Wisnu Wardhana (Wisnu), Nuraini Adiwati (Menik), Affan Alamudi (Affan), Sylvia Djawahir (Sylvie), Jimmy Sukrisno (Jimmy)
Rafael Vedaputra Ranindyanto (Rafa) dan Maskha Fathi Januar (Maskha). (phj)


There is no ads to display, Please add some

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *