beritabernas.com – Bank BPD DIY diharapkan tetap inovatif dan terus mendukung aktivitas usaha, termasuk UMKM, agar mereka dapat berkontribusi dalam pertumbuhan ekonomi DIY dan nasional.
Beberapa aktivitas usaha yang potensial dan layak mendapat dukungan Bank BPD DIY adalah pariwisata dan perhotelan, perdagangan dan e-commerce, kesehatan, dan jasa.
Bentuk dukungan yang dapat dilakukan bagi dunia usaha dan UMKM antara lain meningkatkan daya saing produk/jasa, membuka akses pasar yang lebuh luas, dan pembiyaan yang disertai pelatihan dan pendampingan usaha baik dari unit Konvensional dan Unit Usaha Syariah (UUS).
Hal itu disampaikan Dr Aviliani, Ekonom INDEF/Pengurus Pusat ISEI dan Pengurus KADIN Indonesia, dalam seminar Economic Outlook 2027 yang diadakan Bank BPD DIY di Grand Hotel de Djokja Yogyakarta, pada Selasa, 27 Oktober 2026.

Selain menghadirkan Aviliani, seminar tersebut juga menghadirkan pembicara Prof Dr Edy Suandi Hamid, Rektor UWM/Ketua Dewan Pakar ISEI Cabang Yogyakarta, Bayu Sutikno PhD (Dekan FEB UGM/Anggota ISEI Cabang Yogyakarta) dengan moderator Gumilang AS PhD (Dosen FEB UGM/Wakil Ketua ISEI Cabang Yogyakarta).
Mengutip kajian KADIN Indonesia (2026) yang menyatakan kondisi dunia usaha semakin memburuk, Aviliani mengatakan bahwa mayoritas dunia usaha menyakini kondisi ke depan akan semakin membaik. Optimisme para pengusaha itu harus disertai perbaikan iklim usaha atau bisnis ke depan.
Perbaikan tersebut, menurut Aviliani, harus dilakukan oleh pengusaha sendiri untuk meningkatkan inovasi dan efisiensi dalam berbisnis agar tetap mampu bertahan dengan dinamis. Di samping itu, iklim bisnis yang semakin membaik diperlukan kebijakan pemerintah (fiskal), pemerintah daerah (perizinan) dan kebijakan moneter yang dengan cepat dapat memperbaiki iklim usaha tersebut.
Baca juga:
- Dirut Bank BPD DIY: Tahun 2026 Membawa Optimisme Sekaligus Tantangan Nyata
- Direktur Kepatuhan Bank BPD DIY Dian Ari Ani: Prospek Perbankan DIY Tahun 2026 Masih Positif
- Direktur Kepatuhan Bank BPD DIY Dian Ari Ani Raih Penghargaan Best Performance Director
Sementara Prof Edy Suandi Hamid mengatakan, dengan melihat kondisi perekonomian, khususnya pertumbuhan ekonomi sampai saat ini, maka perekonomian nasionbal dan DIY tahun 2027 akan membaik atau setidaknya sama dengan kondisi tahun 2026.
Edy Suandi Hamid yang juga mempunyai hobby olahraga tenis dan padel ini juga menyinggung prospek Ekonomi Syariah di DIY. Ke depan prospek semakin membaik, sejalan upaya yang dilakukan oleh seluruh pemangku kepentingan (Pemda, Bank Indonesia, OJK, Perbankan MES, KADIN dan masyarakat) untuk melakukan sosialisasi dan edukasi ekonomi dan keuangan Syariah yang semakin masif.
Sedangkan Bayu Sutikno mengatakan, untuk pertumbuhan ekonomi nasional tahun 2027, ia sejalan dengan beberapa proyeksi lembaga internasional. Menurut Bayu Sutikno yang mempunyai hobby jalan sehat itu, proyeksi pertumbuhan ekonomi dalam APBN 2027 sebesar 6,0% menunjukkan skenario optimis pemerintah.
Dalam kondisi ekonomi ke depan yang penuh ketidakpastian, khususnya faktor eksternal, maka seyogyanya skenario pertumbuhan ekonomi harus dibarengi skenario moderat dan pesimis. Proyeksi yang dilakukan oleh Bank Dunia (5,2%), ADB (5,2%) dan IMF (5,1%) mencerminkan proyeksi yang moderat.

Dian Ari Ani SE MM, Direktur Kepatuhan Bank BPD DIY yang juga aktif sebagai Bendahara ISEI Cabang Yogyakarta dan WKU Bidang Lembaga Keuangan, Perbankan dan Pasar Modal KADIN DIY, mengatakan, kegiatan economic outlook merupakan event rutin tahunan yang diselenggarakan oleh Bank BPD DIY.
Menurut Dian, tujuan kegiatan ini untuk memberikan wawasan terkait proyeksi dan kondisi ekonomi serta perbankan tahun depan kepada pihak internal dan eksternal Bank BPD DIY.
Seminar dengan topik Economic Resilience 2027: Dinamis Menghadapi Perubahan, Inovatif Menciptakan Pertumbuhan ini dihadiri sekitar 200 undangan yang mewakili pemangku kepentingan Bank BPD DIY. Mereka antara lain Komisaris, Komite Audit, Pimpinan dan Staf Bank BPD DIY, Nasabah, Pengusaha, Perbankan, Pemda, KADIN DIY, ISEI Cabang Yogyakarta, Perguruan Tinggi dan Asosiasi Pengusaha/Profesi lainnya. (*/phj)
There is no ads to display, Please add some