FTDI UII Gelar Konferensi Nasional Inovasi Lingkungan Terbangun

beritabernas.com – Fakultas Teknik Desain Inovasi (FTDIY) UII menggelar Konferensi Nasional Inovasi Lingkungan Terbangun (KN-ILT) di Auditorium Lantai 3 Gedung Moh Natsir Fakultas Teknik Desain Inovasi (FTDI) Kampus Terpadu UII, Sabtu 31 Oktober 2026.

KN-ILT yang diadakan FTDI UII dengan tema Melestarikan Peradaban Berkelanjutan Melalui Inovasi Lingkungan Hijau dan Infrastruktur Tangguh ini menghadirkan dua pembicara yakni Dr Bahrul Fuad MA, Ketua Dewan Pembina UCP-Roda untuk Kemanusiaan & Konsultan Ahli Gender Equality, Disability and Social Inclusion (GEDSI) dan Dicky Seda Sastrawan, wiraswastawan Indonesia, aktif di media sosial sebagai Food Activist & writer dari Timor, NTT.

Dekan FTDI UII Ir Miftahul Fauziah ST MSc PhD ketika membuka KN-ILT melontarkan sejumlah pertanyaan reflektif terkait tema yang diangkat. Ia mengungkapkan apakah aApakah sebuah kota dapat disebut canggih jika infrastrukturnya masih tertata di rencana, tetapi kelompok masyarakat yang paling rentan justru ketinggalan dan menjadi korban? ​

Dekan FTDI UII Ir Miftahul Fauziah ST MSc PhD ketika membuka KN-ILT 2026. Foto: Philipus Jehamun/beritabernas.com

Tidak sampai di situ, Miftahul Fauziah juga bertanya apakah kemajuan teknologi, termasuk AI, benar-benar menjadi kemajuan apabila tidak mampu diterjemahkan menjadi keputusan yang lebih berpihak bagi keselamatan manusia?

Ia melanjutkan, apakah sebuah lingkungan dapat dikatakan canggih, tapi kemudian warganya atau penghuni wilayah tersebut mudarat? Bagaimana cara kegiatan pangan mereka sendiri? ​Ya, ini sudah banyak sekali terjadi.

“Saya yakin banyak dari kita tidak tahu dari mana asal makanan yang kita masukkan di dalam perut kita setiap hari, ya kan? Yang kita tahu adalah shuffle in, masukkan semua makanan tersebut asalnya, atau mungkin yang lebih baik, alhamdulillah ada eh pengetahuan untuk bisa menjadi sehat dari makanan tersebut, tapi kita tidak banyak tahu dari mana asal makanan itu sebenarnya,” kata Miftahul Fauziah mencoba menjelaskan makna tema KN-ILT yang diangkat.

Baca juga:

Ia mengatakan, pembangunan apapun, termasuk lingkungan, dikatakan baik dan berhasil bila mampu menyejahterakan masyarakat. Dengan kata lain sesuatu dianggap berhasil bila masyarakat merasakan manfaat dan dampak positifnya.

Demikian pula dalam hal pelestarian lingkungan baru dikatakan berhasil bila mampu menyejahterakan masyarakat. Infrastruktur yang dibangun baik baru bisa dikatkan berhasil bila dirasakan manfaatnya oleh masyarakat. Karena itu, dalam KN-ILT kali ini fokus pada bagaiman pembangunan lingkungan perkotaan mampu memberi manfaat bagi penghuninya.

Dekan FTDI UII Ir Miftahul Fauziah ST MSc PhD bersama para narasumber dan moderator KN-ILT 2026. Foto: Philipus Jehamun/beritabernas.com

Ia menganalogikan, apakah makanan itu betul-betul valid dengan cara yang baik, kemudian diperoleh dengan cara yang adil bagi petani dan sebagainya? ​​Jadi, inovasi tidak cukup hanya menjadi semakin pintar, tapi kita perlu juga menjadi madani, menjadi rahmatan lil alami bagi semua warga atau semua makhluk hidup.

Syarifah Ismailiyah Al Athas ST MT PhD selaku moderator menjelaskan, KN-ILT membuka banyak perspektif yang diharapkan dapat bersinergi dan membuka peluang-peluang baru dengan pihak-pihak di luar Fakultas Teknik dan Desain Inovasi UII.

Kehadiran dua narasumber dengan latar belakang dan sudut pandang yang berbeda memberi perspektif yang lebih luas di luar bidang teknik dan desain murni, yang dapat menyejahterakan dan memfasilitasi kebutuhan masyarakat. (phj)


There is no ads to display, Please add some

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *