ICOLTEC ke-4 dan JETA ke-20 Ajak Para Pendidik Merangkul AI Tanpa Kehilangan Peran Manusia

beritabernas.com – Program Studi Pendidikan Bahasa Inggris (Digital Inovatif) UII dan Jogja English Teachers Association (JETA) menggelar The 4th International Conference on Language Teaching, Technology and Culture (ICOLTEC 2026) dan The 20th JETA Conference pada 5–6 November 2026.

Konferensi ICOLTEC ke-4 dan JETA ke-20 ini mempertemukan peneliti, dosen dan guru dari berbagai daerah di Jawa maupun luar Jawa untuk membahas masa depan pembelajaran bahasa di era AI (Artificial Intelligence) atau kecerdasan buatan. Sesi plenari berlangsung di Plenary Hall, Gedung Kuliah Umum (GKU) Prof Dr Sardjito Teatrikal Lantai 2, sedangkan sesi paralel digelar di Gedung Muhammad Adnan, Kampus Terpadu UII.

Anandayu Suri Ardini S.S MA, Kepala Program Studi PBI UII, mengungkapkan, tahun ini, konferensi mengusung tema Artificial Intelligence and Multimodality in Language Education: Re-envisioning Learning and Teaching for Global Communication. Tema ini menjawab isu terbesar di dunia pendidikan saat ini, yaitu kehadiran AI di ruang kelas, khususnya kelas pembelajaran bahasa. Tema ini juga sejalan dengan identitas baru program studi yang dipimpinnya.

Baca juga:

“Melalui tema ICOLTEC 2026, Artificial Intelligence and Multimodality in Language Education: Re-envisioning Learning and Teaching for Global Communication, kami berusaha konsisten dengan branding baru, Digital Inovatif, sekaligus merespons apa yang sedang menjadi isu besar di bidang pendidikan saat ini, yaitu AI. Menjadi digital artinya merangkul keberadaan AI, bukan menentangnya, sementara menjadi inovatif artinya memampukan diri untuk tetap hadir sebagai manusia dan pengajar, tetap orisinal dan mampu memanfaatkan AI sebagai alat yang membantu kita, bukan justru dikuasai oleh AI,” kata Anandayu Suri Ardini.

Konferensi ini menghadirkan 5 pembicara utama dari Indonesia, Singapura dan Australia, yakni Willy Ardian Renandya dari Nanyang Technological University sekaligus Adjunct Professor di Prodi PBI UII, Dat Bao dari Monash University, Fei Victor Lim dari Nanyang Technological University, Intan Pradita dan Anggara Jatu Kusumawati, keduanya Dosen PBI UII.

Selama dua hari, peserta mengikuti sesi konferensi berformat diskusi panel oleh para pembicara inti dan sesi presentasi paralel oleh para pembicara peserta. Pada sesi paralel, 70 presenter dari berbagai universitas di berbagai daerah, beberapa di antaranya Universitas Islam Negeri Salatiga, Universitas Brawijaya, UIN Sunan Gunung Djati Bandung, Universitas Tidar, Universitas Pembinaan Masyarakat Indonesia, dan Universitas Pendidikan Ganesha. Selain itu, guru sekolah dari berbagai daerah, seperti SMP Negeri 65 Batam, SMP Negeri 1 Piyungan, dan SMPIT Ar Rahmah Pacitan.

Para presenter memaparkan abstrak dari penelitian mereka tentang platform dan strategi pembelajaran serta pembelajaran bahasa Inggris berbasis korpus dan AI.

Guru-guru JETA berkolaborasi dengan mahasiswa PBI UII juga turut menampilkan Opera Fun JETA berjudul Timun Mas x Ande Ande Lumut 5.0 yang membawa pesan bahwa AI dapat membantu guru, tetapi kendali pemanfaatannya tetap di tangan pendidik.

Kolaborasi peneliti, dosen dan guru

Ketua ICOLTEC 2026 Dr Intan Pradita S.S MA menjelaskan bahwa konferensi ini dirancang untuk menyatukan berbagai pihak yang peduli pada masa depan pembelajaran bahasa Inggris.

“Konferensi ini diselenggarakan dengan visi menyatukan para peneliti, pendidik dan praktisi untuk membahas masa depan pembelajaran bahasa Inggris di era kecerdasan buatan. Kami menyaksikan presentasi yang menginspirasi, termasuk penelitian tentang platform pembelajaran, strategi pembelajaran, serta pembelajaran bahasa Inggris berbantuan korpus dan AI, yang menyoroti bagaimana teknologi dapat membantu peserta didik beralih dari sekadar memperhatikan kata-kata menjadi menggunakannya secara bermakna dalam komunikasi nyata,” kata Intan Pradita.

Suasana ICOLTEC dan JETA di Kampus Terpadu UII, Kamis 5 November 2026. Foto: Philipus Jehamun/beritabernas.com

Ia pun berterima kasih kepada seluruh pihak yang terlibat. “Sebagai Ketua, saya sangat berterima kasih kepada pembicara utama, presenter, pengulas, anggota komite, dan peserta atas dedikasi dan kontribusi mereka. Menyelenggarakan konferensi ini telah memperkuat kepemimpinan, jaringan akademis, dan komitmen saya untuk mendorong penelitian yang inovatif, kontekstual, dan berpusat pada peserta didik di Indonesia dan sekitarnya. Saya berharap konferensi ini menjadi platform untuk kolaborasi berkelanjutan dan penelitian yang berdampak,” tambah Intan.

Sementara bagi JETA, konferensi ini menjadi ruang pengembangan profesi bagi guru. Presiden JETA Dr Laily Amin Fajariyah menyambut baik kerja sama yang kembali terjalin dengan PBI UII.

“Jogja English Teachers Association sangat senang kembali bekerja sama dengan PBI UII dalam menyelenggarakan ICOLTEC 2026 dan the 20th JETA Conference. Konferensi ini kembali membangkitkan semangat pengembangan profesi para guru untuk belajar dari para ahli tentang pembelajaran bahasa Inggris di era AI sekaligus menjadi wadah bagi guru untuk berbagi praktik baik pemanfaatan teknologi, khususnya AI, dalam pembelajaran,” kata Laily Amin.

Dikatakan, melalui Opera Fun JETA berjudul ‘Timun Mas x Ande Ande Lumut 5.0’, iaingin menyampaikan pesan bahwa AI adalah alat yang dapat membantu guru dan pendidik, namun kendali pemanfaatannya tetap berada di tangan guru.

Melalui Konferensi ICOLTEC 2026 dan JETA ke-20 ini, PBI UII dan JETA berharap kolaborasi antara perguruan tinggi, guru, dan peneliti terus berlanjut dalam mengembangkan pembelajaran bahasa yang adaptif terhadap teknologi namun tetap berpusat pada manusia. (*/phj)


There is no ads to display, Please add some

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *