beritabernas.com – Semangat Merah Putih menyala terang di Hotel Borobudur Jakarta, Minggu 23 Agustus 2026. Dalam Festival Merah Putih yang digelar bersama Konggres Wanita Indonesia ( Kowani), Perkumpulan Indonesia Maju (PIM) dan Perkumpulan Perempuan Minang Indonesia (PPMI), keikutsertaan Blink Models merupakan satu momen yang paling dinanti.
Dalam Festival Merah Putih ini, Blink Models dari Depok dan Bandung menampilkan 28 orang, terdiri dari 20 model remaja dan 8 model anak-anak.
Baca juga:
- Dorong Batik Masuk Ranah Seni Kontemporer, FOS Prawirotaman 2026 Angkat Tema “Millennial Batik Revolution”
- Rafaela Evbadazehi Christy Akinyemi, Gadis Peranakan Indonesia-Nigeria yang Menginspirasi Lewat Dunia Modeling
- Bantul Muslim Fashion Show, Cara Warkaban Mendukung Bantul jadi Kota Kreatif Dunia
Diperagakan aneka desain kebaya karya dari 10 desainer dari Funky Kebaya Community, yang dipimpin desainer Lenny Agustin. Sepuluh Desainer Kebaya itu adalah Halida Noor, Enny, Mira Hoeng, Edita, Sasa, Fariz Ashar, Meema, Ratna Kurnia, Opie Ovie, dan Lenny Agustin.
Kebaya sebagai identitas
Menurut Ketua Kowani Nanie Hadi Tjahjanto, kebaya bukan sekadar busana, tapi adalah identitas, budaya, sejarah, sekaligus peluang ekonomi bagi perempuan Indonesia. “Semakin banyak perempuan mengenakan kebaya, semakin besar pula peluang ekonomi yang terbuka bagi pengrajin, penjahit, desainer, dan pelaku UMKM,” tuturnya.

Nanie mengatakan, Festival Merah Putih ini bukan sekadar parade, ini adalah gerakan bersama: melestarikan budaya, memberdayakan perempuan, menguatkan ekonomi UMKM, dan menanamkan cinta tanah air sejak dini. Kolaborasi antarorganisasi perempuan, Kowani, PIM dan PPMI, membuktikan bahwa ketika perempuan bersatu, perbedaan latar belakang menjadi kekuatan, bukan penghalang.
Blink Models telah ikut serta bersama para desainer, dan para penyelenggara Festival Merah Putih menyatukan semangat Merah Putih. Semoga gerakan ini terus berlanjut, menyebar ke seluruh penjuru negeri, dan menginspirasi generasi muda untuk bangga dengan budaya sendiri. (Anton Sumarjana, Kontributor Jakarta)
There is no ads to display, Please add some