Catharina Evita Aprilianti Dilantik Menjadi Kepala SMA BOPKRI 1 Yogyakarta Periode 2026-2030

beritabernas.c.com – Catharina Evita Aprilianti S.Kom M.Eng, Waka Kurikulum, dilantik menjadi Kepala SMA BOPKRI 1 Yogyakarta periode 2026-2030 oleh Ketua Yayasan BOPKRI Yogyakarta Ir Obed Tripamdudi di kampus sekolah setempat, Senin 12 Januari 2026.

Catharina Evita Aprilianti S.Kom M.Eng yang akrab disapa Bu Evita menggantikan Dr Sri Sulastri MPd sebagai pejabat sementara Kepala SMA BOPKRI 1 yang diangkat setelah Sartana S.PAK MPd selaku Kepala SMA BOPKRI 1 Yogyakarta meninggal dunia di Beijing, China pada Kamis 3 Juli 2025 lalu, akibat serangan jantung. Dr Sri Sulastri MPd sendiri sehari-hari menjabat sebagai Direktur Pelaksana Yayasan BOPKRI Yogyakarta.

Baca juga:

Ketua Yayasan BOPKRI Yogyakarta Ir Obed Tripambudi mengatakan tantangan Kepala SMA BOPKRI 1 Yogyakarta ke depan luar biasa berat. Namun, di bawah kepemimpinan Evita Aprilani dengan didukung para guru dan karyawan yang bekerjasama membangun SMA Bosa, tantangan itu bisa diatasi.

“Saya yakin dan percaya, Bu Evita pertama-tama pasti takut, pasti cemas karena menjadi Kepala Sekolah dituntut tanggungjawab yang luar biasa. Namun, saya yakin hal itu bisa dilewati dengan baik,” kata Obed Tripambudi.

Catharina Evita Aprilianto S.Kom M.Eng menerima ucapan selama dari Ketua Yayasan BOPKRI Yogyakarta Obed Tripambudi usai dilantik menjadi Kepala SMA BOPKRI 1 Yogyakarta di kampus sekolah setempat, Senin 12 Januari 2026. Foto: Humas SMA Bosa

Ia pun berterima kasih kepada Dr Sri Sulastri MPd yang telah menjalankan tugas menjadi Pjs Kepala SMA BOPKRI 1 Yogyakarta selama 6 bulan lebih. Sebagai Direktur Pelaksana Yayasan BOPKRI Yogyakarta merangkap Pjs Kepala SMA BOPKRI 1 Yogyakarta, tugas Dr Sri Sulastri sangat berat karena juga harus memikirkan 38 sekolah di bawah Yayasan BOPKRI Yogyakarta.

Sementara Catharina Evita Aprilianti alias Bu Evita mengaku kepercayaan yang diberikan Yayasan BOPKRI Yogyakarta merupakan anugerah, amanah dan tugas besar yang belum pernah dibayangkan sebelumnya. “Hari ini saya dipercaya untuk memimpin SMA BOPKRI 1 Yogyakarta, sebuah sekolah yang memiliki nama besar, baik di tingkat nasional maupun internasional. Saya bersyukur karena sejak 19 tahun yang lalu saya boleh menjadi bagian dari keluarga besar SMA BOPKRI 1 Yogyakarta,” kata Bu Evita.

Sebagai wujud pelaksanaan mandat Yayasan BOPKRI Yogyakarta, Bu Evita menegaskan visi kepemimpinan yakni mewujudkan SMA BOPKRI 1 Yogyakarta sebagai sekolah berkarakter unggul, berdaya saing global dan berlandaskan nilai kasih, integritas dan pelayanan yang tulus.

Catharina Evita Aprilianto S.Kom M.Eng saat dilantik menjadi Kepala SMA BOPKRI 1 Yogyakarta oleh Ketua Yayasan BOPKRI Yogyakarta Ir Obed Tripamdudi di kampus sekolah setempat, Senin 12 Januari 2026. Foto: Humas SMA Bosa

Dalam perjalanan menuju sekolah yang memiliki kerja sama internasional yang unggul, menurut Bu Evita, ia akan memprioritaskan 3 arah utama. Pertama, penguatan karakter melalui integrasi nilai kasih, kejujuran, disiplin dan kepedulian dalam seluruh proses pembelajaran dan kegiatan sekolah. “Kami percaya bahwa being good and being smart berjalan tumbuh bersama dan tidak bisa terpisahkan,” kata Bu Evita.

Kedua, penguatan sumber daya manusia dengan pelatihan berkelanjutan bagi guru dan karyawan serta pengembangan jejaring kerja sama internasional agar anak-anak memiliki wawasan dan kesiapan global. Ketiga, penguatan kolaborasi baik dengan yayasan, dinas, komite, alumni, jejaring sekolah BOPKRI, MKKS maupun lingkungan sekitar. “Sebab, kemajuan sekolah tidak mungkin dicapai dengan berjalan sendiri,” kata Bu Evita.

Dr Sri Sulastri MPd (kanan) menerima ucapan terima kasih dari Ketua Yayasan BOPKRI Yogyakar Obed Tripambudi. Foto: Humas SMA Bosa

Sedangkan Dr Sri Sulastri mengatakan, kepala sekolah memiliki tugas untuk menjalankan mandat yayasan yakni visi, misi, tujuan, prinsip dan nilai yang diturunkan dalam visi misi sekolah. Untuk itu, visi dan misi SMA BOPKRI 1 Yogyakarta merupakan turunan dalam menjalankan visi dan misi Yayasan BOPKRI Yogyakarta.

Selain itu, kepala sekolah menjalankan kebijakan, peraturan sesuai AD/ART dan program yayasan sesuai Resntra yayasan. Berkaitan dengan kebijakan tersebut maka kebijakan yang dimplementasikan merupakan kebijakan yayasan dengan program yang dibuat oleh unit sekolah.

Sedangkan fungsi kepala sekolah, menurut Sri Sulastri, adalah fungsi kepemimpinan/leadership, manajerial, menjalankan siklus manajemen (perencanaan, implementasi, monitoring dan evaluasi serta fungsi supervisi dan inovasi (enterpreneurship). (phj)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *