Cucu Sri Sultan HB X Mendadak Kunjungi Kalurahan Gombang dan Karangasem

beritabernas.com – Cucu Sri Sultan HB X, RM Gusthilantika Marrel Suryokusumo, mendadak mengunjungi Kalurahan Gombang dan Karangasem, keduany di Kapanewon/Kecamatan Ponjong, Kabupaten Gunungkidul, Jumat 19 Mei 2023.

RM Gusthilantika Marrel Suryokusumo yang sehari-hari sebagai Kepala Bebadan Pangreksa Loka, Keraton Ngayogyakarta Hadiningrat ini mengecek tanaman pakan yang ditanam warga di dua kelurahan tersebut. Pangreksa Loka merupakan badan di Keraton Ngayogyakarta Hadiningrat di bawah Kawedanan Hageng Punokawan Datu Dana Suyasa, dengan Penghageng Anggeng GKR Mangkubumi yang fokus menangani lingkungan. 

Wwarga Gombang dan Karangasem pada akhir Februari 2023 menanam 50 ribu bibit tanaman pakan yakni indigofera, gamal, kaliandra dan gmelina atau jati putih. Penanaman tersebut merupakan hasil kerja sama antara Keraton Ngayogyakarta Hadiningrat, Pemprov DIY, Pemkab Gunungkidul, PT PLN Energi Primer Indonesia (EPI) dan PT PLN Energy Management Indonesia (EMI).

Dalam kunjungan tersebut, cucu Sultan HB X ini mengaku takjub dengan pertumbuhan bibit. Sebab meski baru berusi Kurang dari 3 bulan, saat ini tinggi tanaman sudah mencapai antara 1,5 meter hingga 2,5 meter. Hal itu sangat menggembirakan.

Marrel-sapaan akrabnya-menerangkan, tanaman pakan tersebut merupakan tanaman multifungsi, tidak semata-mata sebagai pakan ternak. Tanaman tersebut juga bisa jadi sumber energi biomassa. “Daunnya untuk pakan ternak sebagai solusi persoalan pakan di dua kalurahan. Ranting, daun, dan batangnya punya nilai ekonomi saat dimanfaatkan sebagai sumber energi biomassa yang sepenuhnya untuk masyarakat. Sedangkan gmelina atau jati putih selain jadi sumber pakan dan energi, kayunya bisa dimanfaatkan sebagai bahan bangunan,” kata Marrel dalam siaran pers yang diterima beritabernas.com.

RM Gustilanthika Marrel Suryokusomo (baju putih) mengecek tanaman pakan multifungsi. Foto: Istimewa

Menurut Marrel, lokasi penanaman di Gunungkidul tidak diputuskan secara tiba-tiba. Semua pihaksepakat menanam bibit tanaman pakan itu di lokasi lahan kritis, lahan tidur, dan area yang belum dimanfaatkan masyarakat. Tanaman pakan itu ditanam di Sultan Ground, tanah kas desa dan di lahan warga. Khusus di lahan warga, tanaman pakan sekaligus juga difungsikan sebagai pembatas antarpekarangan.

Dengan adanya penamanan tanaman pakan multifungsi, menurut Marrel, lahan yang semula belum bermanfaat bagi masyarakat, saat ini warga punya harapan lahan tersebut akan berkontribusi bagi mereka di kemudian hari.

“Lahan yang semula kosong, kering, ataupun tandus, kini sudah tampak hijau. Jadi manfaatnya tidak hanya untuk warga saja, namun juga bagi kondisi alam di Gunungkidul. Warga mendapat manfaat alamnya terjaga bahkan bisa dikatakan jadi lebih baik,” kata Marrel.

Marrel juga menerangkan pemanfaatan lahan kritis maupun lahan tidur tidak berhenti sampai di situ. Penanaman akan dilakukan hingga mencapai luasan 300 hektare. Saat ini, luasan yang ditanami baru sebatas 30 hektare. Hal itu juga jadi harapan warga di dua kalurahan tersebut.

Berdasarkan perbincangannya dengan Lurah Gombang dan Karangasem, keduanya berharap agar seluruh lahan kritis dan tidur di dua kalurahan itu bisa ditanami tanaman pakan multifungsi.

Pada kesempatan itu, Marrel juga sempat menyinggung terkait green energy. Menurutnya, green energy, khususnya biomassa, pada dasarnya bicara soal banyak hal secara holistik. Mulai dari energi itu sendiri, ketahanan pangan, menjaga alam hingga peningkatan kesejahteraan masyarakat. Oleh karena itu, ia meminta, jika tanaman pakan itu sudah bisa dimanfaatkan sebagai sumber energi, sebelumnya sudah ada penanaman kembali alias replanting. (lip)


There is no ads to display, Please add some

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *