GKR Hayu Apresiasi Buku Puisi “Untaian Kata Hati” Karya Guru MTsN 3 Bantul

beritabernas.com – Ketua Kwartir Daerah (Kwarda) Gerakan Pramuka DIY GKR Hayu mengapresiasi Guru MTsN 3 Bantul yang juga Andalan Kwartir Cabang (Kwarcab) Bantul Drs Sutanto,atas terbitnya buku kumpulan puisi berjudul Untaian Kata Hati. Apresiasi disampaikan saat menerima langsung buku karya Sutanto di sela kunjungan silaturahmi di Gubug Pramuka Bantul, Kamis 16 Juli 2026.

“Terima kasih kepada Kak Tanto yang telah berhasil menerbitkan buku berisi 90 puisi dengan berbagai tema. Semoga karya ini dapat menginspirasi anggota Pramuka pada khususnya dan masyarakat pada umumnya,” ujar GKR Hayu.

Sutanto menjelaskan bahwa Untaian Kata Hati merupakan buku ke-30 yang berhasil diterbitkannya. Buku tersebut berisi 90 puisi yang sebagian besar menggunakan pendekatan akrostik dengan sentuhan berbeda. Jika puisi akrostik pada umumnya menyusun huruf awal setiap baris menjadi sebuah kata, dalam buku ini penulis berkreasi dengan menerapkan konsep akrostik pada judul puisi sehingga menghadirkan warna baru dalam penyajian karya sastra.

Lebih dari sekadar kumpulan puisi, Untaian Kata Hati menjadi ruang refleksi perjalanan hidup penulis yang dirangkai dalam tema cinta, keluarga, pengabdian, dan spiritualitas. Setiap puisi merekam pengalaman batin yang tumbuh dari berbagai fase kehidupan, disampaikan dengan bahasa yang sederhana namun sarat makna.

Baca juga:

“Buku ini merekam kisah empat windu perjalanan rumah tangga yang dilayari dengan kesetiaan, kesabaran, dan cinta yang terus bertumbuh meskipun usia semakin menua. Setiap bait menjadi saksi bagaimana suami dan istri saling menguatkan dalam suka maupun duka hingga cinta menjelma doa yang tak pernah putus,” tutur Sutanto.

Buku yang diterbitkan oleh Komunitas Yuk Menulis (KYM) di bawah pimpinan Vitriya Mardiyati itu juga memuat puisi-puisi bernuansa religius sebagai ungkapan syukur atas limpahan nikmat Tuhan, mulai dari kesehatan, keluarga yang harmonis, hingga keteguhan iman yang menjadi penuntun dalam menjalani kehidupan.

Tak hanya itu, pembaca juga diajak menyelami kenangan mendalam tentang sosok kakak tercinta yang telah berpulang. Melalui rangkaian puisi, Sutanto mengabadikan nilai-nilai kehidupan yang diwariskan sang kakak, mulai dari kecintaan terhadap musik, jiwa kepramukaan, hingga semangat kepemimpinan yang terus menjadi inspirasi dalam perjalanan hidupnya.

Sentuhan emosional semakin terasa ketika buku ini mengisahkan kebahagiaan penulis menyambut kelahiran cucu pertama. Momen istimewa tersebut dituangkan dalam bait-bait penuh haru sebagai simbol hadirnya generasi penerus yang membawa harapan baru bagi keluarga.

“Dalam karya sederhana ini saya juga mengabadikan getar kebahagiaan saat hadirnya cucu pertama, sebuah anugerah yang menandai kelanjutan cinta dan doa lintas generasi. Kehadirannya saya tuangkan dalam bait-bait penuh harapan dan rasa syukur,” kata Sutanto.

Terbitnya buku Untaian Kata Hati tidak hanya menambah deretan karya literasi Sutanto, tetapi juga memperkuat kiprahnya sebagai pendidik, pegiat literasi, dan insan Pramuka yang terus menebarkan inspirasi melalui karya tulis. Buku ini menjadi bukti bahwa pengalaman hidup yang dijalani dengan ketulusan dapat diabadikan menjadi karya sastra yang mampu menyentuh hati sekaligus menginspirasi banyak orang. (*/phj)


There is no ads to display, Please add some

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *