beritabernas.com – Di tengah persaingan usaha lembaga keuangan mikro (LKM) yang ketat, termasuk koperasi, KSP Credit Union (CU) Dharma Bakti tetap dan selalu tumbuh positif dari tahun ke tahun, baik dari segi jumlah anggota maupun aset.
Pada tahun 2025, misalnya, KSP CU Dharma Bakti yang merupakan salah satu dari 22 koperasi primer di bawah naungan Induk Koperasi Kredit (Inkopdit) Jatra Miguna ini mengalami pertumbuhan
aset/kekayaan sebesar hampir 7 persen atau tepatnya 6,9 persen.
Baca juga:
- KSP CU Dharma Bakti Diapresiasi Pemerintah karena Pengelolaan yang Profesional dan Akuntabel
- Pengelolaan KSP CU Dharma Bakti Sesuai Standar dan Profesional Sehingga Dapat Dipercaya
Menurut Theresia Supartinah, Ketua KSP CU Dharma Bakti, dalam laporan tutup buku 2025 yang disampaikan pada Rapat Anggota Tahunan (RAT) di Aula Gedung KSP CU Dharma Bakti di Jalan Kebon Agung Sendangadi, Mlati, Sleman, Sabtu 17 Januari 2026, pertumbuhan aset/kekayaan KSP CU Dharma Bakti mencapai Rp 6,144 miliar atau menjadi Rp 95,171miliar dari tutup buku tahun 2024 sebesar Rp 89,027 miliar.
Sementara jumlah anggota hingga tahun 2025 sudah mencapai 5.708 orang atau meningkat dibanding tahun 2024 yang berjumlah 5.670 orang. “Pertumbuhan jumlah aset maupun anggota merupakan bukti nyata adanya kepercayaan masyarakat terhadap KSP CU Dharma Bakti sejak berdiri 31 Desember 1981 hingga 2026 atau sudah mencapai 45 tahun usia koperasi ini,” kata Theresia Supartinah yang akrab disapa Bu Tin.

Sementara itu, Sisa Hasil Usaha (SHU) KSP Credit Union Dharma Bakti pada tutup buku tahun 2025 dalam Laporan Keuangan sebesar Rp 354.437.370 yang merupakan SHU yang harus diperhitungkan untuk pembayaran pajak pendapatan lembaga. Sedangkan SHU sebagai Balas Jasa Simpanan (BJS) sebesar Rp 487.350.591 dan SHU sebagai Balas Jasa Pinjaman (BJP) sebesar Rp 44.304.630 yang diterimakan kepada anggota diperhitungkan/dibiayakan dalam laporan keuangan pada perhitungan laba rugi. Karena udah diperhitungkan sebagai biaya maka anggota koperasi sebagai pemilik dan pengguna jasa tidak dibebani langsung atas pajak.
“Selisih perhitungan pendapatan pada SHU juga diperhitungkan/dibiayakan juga pada kewajiban KSP Credit Union Dharma Bakti sebagai koperasi yang berjejaring dengan kewajiban atas biaya/beban solidaritas sebesar Rp 60 juta dan biaya/beban pelaksanaan RAT tutup buku tahun 2025 sebesar Rp 100 juta,” kata Bu Tin yang juga mantan Kepala SD Kanisius Kalasan, Sleman dan SD Kanisius Kadirojo, Purwomartani.
Menurut Bu Tin, untuk menuju tumbuh dan berkembang, KSP Credit Union Dharma Bakti tetap membangun kemitraan baik dengan federasi regional (Pusat Koperasi Kredit Jatra Miguna) dan nasional (Induk Koperasi Kredit/Inkopdit) dan dengan pemerintah yaitu Dinas Koperasi DIY dan Kementerian Koperasi RI sebagai pembina.
Bahkan, menurut Bu Tin, KSP Credit Union Dharma Bakti masih mendapat kepercayaan untuk mengelola alokasi dana APBN melalui program yang dilaksanakan oleh Lembaga Penyalur dana Bergulir (LPDB) dengan tetap berpegang teguh pada pilar dasar credit union yakni pendidikan, swadaya, solidaritas, inovasi dan persatuan dalam keberagaman untuk selalu bersama-sama dengan anggota agar KSP Credit Union Dharma Bakti bisa menjadi lembaga keuangan yang tangguh dalam mewujudkan visi dan misi
untuk selalu melayani anggota.

Bu Tin juga menambahkan bahwa untuk melindungi seluruh anggota KSP Credit Union Dharma Bakti bersama lembaga pialang asuransi PT Pandai bekerja sama dengan Asuransi Perusahaan Victoria Life memproteksi terhadap simpanan modal maksimal sampai dengan Rp 50 juta untuk pinjaman, sehingga pinjaman dan simpanan modal anggota sesuai dengan ketentuan yang sudah diatur akan terlindungi sampai dengan maksimal Rp 300 juta.
“Kami ucapkan terima kasih kepada seluruh anggota yang telah mewujudkan pertumbuhan usaha KSP CU Dharma Bakti sejak berdiri hingga saat ini. Semoga lembaga keuangan ini akan semakin lebih dipercaya dan terus maju serta berkembang sesuai dengan harapan kita semua. Selamat mengikuti Rapat Anggota Tutup Tahun 2025 dan bersama-sama akan kita raih harapan baru pada pelaksanaan program kerja tahun 2026,” ucap Bu Tin. (phj)

