Mahasiswa Membutuhkan Leadership Skill, HMPS FBE UAJY Ikuti Penggemblengan

beritabernas.com – Himpunan Mahasiswa Prodi Ekonomi Pembangunan (HMPS) FBE UAJY melakukan pengemblengan para mahasiswa yang akan menjadi bagian organisasi mahasiswa di Omahe Simbok Kaliurang, Sleman, Yogyakarta, Sabtu 9 Maret 2024.

Menurut Billie Ariyanta Hartono, Ketua HMPS 2023-2024, pelatihan leadership skill (ketrampilan kepemimpinan) sangat penting bagi pengurus lama dan calon pengurus himpunan periode 2024-2025. “Keterampilan kepemimpinan tidak hanya dibutuhkan saat di organisasi kemahasiswaan tetapi juga ketika sudah bekerja,” kata Billie.

Dalam proses kaderisasi saat ini terpilih Riski Dewi Asih dan Adellia Cahaya yang akan mengikuti Pemilra (Pemilihan Umum Raya) FBE UAJY. Dalam forum itu seluruh mahasiswa FBE UAJY bisa memilih ketua lembaga di FBE. “Biasanya pemilihan umum ini dilaksanakan di bulan Juni,” kata Cherine Hutasoit sebagai panitia pelatihan.

BACA JUGA:

Pembekalan tentang leadership skill disampaikan oleh Dr Pramudianto PCC, Kepala PPBE FBE UAJY. Pramudianto merupakan professional coach dari International Coching Federation dan sekaligus dosen praktisi di FBE UAJY. 

Dalam pelatihan tersebut, diberikan gambaran bahwa seorang pemimpin harus memiliki minimal empat kemampuan yaitu, pertama, pathfinding atau perintis jalan. “Seorang pemimpin harus mampu menentukan dan membuka jalan untuk tujuan besar organisasi,”kata Pramudianto.

Artinya, seorang pemimpin harus visioner yaitu mampu membaca tanda-tanda perkembangan dan kemajuan zaman. Ia selalu kreatif mengubah setiap tantangan menjadi sebuah peluang untuk menuju kesuksesan bersama.

Kedua, aligning atau penyelaras. “Seorang pemimpin harus piawai menyelaraskan seluruh sistem organisasi agar saling bersinergi,” tegas Pramudianto.

Tentunya hal ini dilakukan dalam rangka menyamakan irama dan frekwensi gerakan. Sehingga semua orang yang ada dalam organisasi mampu bekerja dengan maksimal untuk mencapai visi yang telah ditentukan.

Ketiga, empowering atau pemberdaya. Bagian dari fungsi pemberdayaan adalah upaya pemimpin untuk menumbuhkan lingkungan kerja yang produktif dan penuh dengan kepercayaan serta keoptimisan. Hal ini dimaksudkan agar setiap orang bisa memberikan kemampuan terbaiknya dan selalu berkomitmen kepada organisasi.

“Dari situlah kemudian seorang pemimpin dituntut untuk bisa memberdayakan seluruh anggotanya dan model pemberdayaan yang efektif saat ini menggunakan teknik coaching,” kata Pramudianto.

Keempat modelling atau teladan. “Fungsi modelling ini mengungkapkan bagaimana seorang pemimpin harus menjadi panutan atau teladan bagi para anggotanya,” jelas Pramudianto.

Pemimpin harus senantiasa berhati hati dalam setiap tutur kata, sikap, dan keputusan yang diambilnya. Karena setiap pergerakannya akan menjadi standar bagi seluruh anak buahnya dan merupakan cerminan dari lembaga secara umum.

“Menjadi pemimpin harus bisa melayani atasan, melayani bawahan, melayani klien-rekan sekerja dan tidak boleh melupakan harus memiliki waktu untuk melayani diri sendiri,” harap Pramudianto kepada mahasiswa peserta pelatihan.

Menurut Pramudianto,Nelson Mandela pernah berkata: “Seorang pemimpin itu seperti gembala. Dia berada di belakang kawanan, membiarkan yang paling gesit pergi ke depan, di mana yang lainnya mengikuti, namun mereka semua tidak menyadari kalau selama ini mereka diarahkan dari belakang.” Pemimpin melayani bukan dilayani, tegas Pramudianto.

“Pelatihan dan diskusi dengan para mahasiswa sangat dinamis dan  64 mahasiswa Prodi Ekonomi Pembangunan FBE UAJY baik semester dua, empat dan enam”, jelas Y. Sri Susilo (Plt. Humas FBE UAJY). Kegiatan pelatihan, baik akademik dan non-akademik, secara periodik diberikan kepada mahasiswa FBE UAJY. “Pelatihan tersebut dikoordinasikan oleh PPBE FBE UAJY,” kata Y Sri Susilo, Plt Humas FBE UAJY, dalam rilis yang dikirim kepada beritabernas.com. (lip))


There is no ads to display, Please add some

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *