Meski Pertumbuhan Ekonomi DIY di Atas Angka Nasional, Angka Kemiskinan Tertinggi di Jawa

beritabernas.com – Meski angka pertumbuhan ekonomi DIY pada triwulan pertama 2023 mencapai 5,31 persen di atas angka pertumbuhan rata-rata nasional 5,03 persen, namun angka kemiskinan di DIY pun tetap tinggi.

Bahkan angka kemiskinan di DIY pada triwulan pertama 2023 sebesar 11,49 persen atau naik 0,15 persen dibandingkan Maret 2022, sementara persentasi kemiskinan secara nasional hanya sebesar 9,57 persen atau bahkan turun 0,03 persen dibandingkan bulan Maret 2022.

“Secara nasional angka kemiskinan di DIY pada triwulan pertama 2023 berada di urutan ke-12 dari 34 provinsi di Indonesia dan urutan pertama dari 6 provinsi di Pulau Jawa,” kata Kepala Otoritas Jasa Keuangan (OJK) DIY Parjiman dalam acara media gathering atau pertemuan dengan sejumlah wartawan dari berbagai media cetak, elektronik dan online asal DIY di Balikpapan, Kalimantan Timur, Jumat 26 Mei 2023.

Menurut Parjiman, kontribusi pertumbuhan tertinggi ekonomi DIY menurut lapangan usaha disumbang dari transportasi dan pergudangan sebesar 11,45 persen, kemudian jasa keuangan dan asuransi sebesar 10,25 persen dan penyediaan akomodasi dan makan minum sebesar 8,43 persen.

Tantangan perlindungan konsumen di era digital. Foto: Philipus Jehamun/beritabernas.com

Sedangkan pertumbuhan tertinggi menurut pengeluaran terdiri dari pengeluaran konsumsi NLPRT sebesar 6,25 persen, pembentukan modal tetap bruto sebesar 5,68 persen dan pengeluaran konsumsi rumah tangga sebesar 4,77 persen.

Menurut Parjiman, IMF memproyeksikan pertumbuhan ekonomi Indonesia pada tahun 2023 sebesar 5 persen atau lebih tinggi dibandingkan dengan proyeksi IMF pada bulan Januari 2023. Secara umum IMF memproyeksikan pertumbuhan ekonomi global tahun 2023 berada di angka 2,8 persen.

Angka kemiskinan DIY

Parjiman mengungkapkan bahwa persentasi penduduk miskin di DIY pada triwulan pertama tahun 2023 sebesar 11,49 persen atau naik 0,15 persen dibandingkan Maret 2022. Secara nasional angka kemiskinan di DIY berada di urutan ke-12 dari 34 provinsi di Indonesia dan urutan pertama dari 6 provinsi di Pulau Jawa.

BACA JUGA:

“Secara nasional persentasi angka kemiskinan mencapai 9,57 persen atau turun 0,03 persen dibandingkan bulan Maret 2022. Sedangkan tingkat gini rasio atau kesenjangan di DIY pada angka 0,459 persen atau naik 0,02 persen dibandingkan Maret 202 dan merupakan urutan pertama dari 34 provinsi di Indonesia. Tingkat gini rasio atau kesenjangan secara nasional mencapai 0,381 persen atau turun 0, 003 persen dibandingkan Maret 2022.

Sementara itu indeks literasi keuangan tahun 2022 di DIY turun. Tingkat literasi keuangan mencapai 54,55 persen atau turun 3,98 persen dibandingkan tahun 2019 yang mencapai 58,53 persen. Kemudian inklusi keuangan di DIY mencapai 82,08 persen atau naik 5,96 persen dibandingkan tahun 2019 yang mencapai 76,12 persen. Secara nasional tingkat literasi keuangan mencapai 49,68 persen dan inklusi keuangan mencapai 85,10 persen.

Kepala OJK DIY Parjiman menjelaskan perkembangan ekonomi DIY. Foto: Philipus Jehamun/beritabernas.com

Pada bagian lainnya Parjiman mengungkapkan indeks pembangunan manusia di DIY tahun 2022 mencapai 80,64 persen atau naik 0,42 poin dibandingkan tahun 2021 atau urutan kedua secara nasional dari 34 provinsi dan urutan kedua dari 6 provinsi di pulau Jawa. Secara nasional indeks pembangunan manusia mencapai 72,91 persen atau naik 0,62 persen dibandingkan tahun 2021.

Sementara itu indeks kebahagiaan di DIY tahun 2021 mencapai 71,70 persen atau turun 1,23 poin dibandingkan tahun 2017 atau secara nasional urutan ke-22 dari 34 provinsi di Indonesia dan urutan ketiga dari 6 provinsi di pulau Jawa. Secara nasional indeks kebahagiaan tahun 2021 mencapai 71,49 persen atau naik 0,80 poin dibandingkan tahun 2017. (lip)


There is no ads to display, Please add some

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *