Missionaris dari Indonesia Mengapresiasi Kunjungan Presiden Jokowi ke Rusia dan Ukraina

beritabernas.com – Kunjungan Presiden Joko Widodo (Jokowi) ke Rusia dan Ukraina mendapat apresiasi dari para missionaris dari Indonesia yang bertugas di berbagai negara di Eropa. Mereka pun berharap banyak pada kunjungan tersebut untuk mewujudkan perdamaian dunia, khususnya di Rusia dan Ukraina.

Salah seorang missionaris dari Indonesia yang mengaprsiasi dan berharap banyak pada kunjungan Presiden Jokowi ke Rusia dan Ukraina itu adalah Romo Baltasar Lukem SVD. Romo Baltasar yang bertugas di Rusia mengatakan bahwa ini merupakan perjalanan bersejarah bagi Presiden Jokowi. Sebab, kunjungan ini sangat berisiko karena berlangsung di tengah berkecamuknya perang antara Ukraina dan Russia. Romo Baltasar Luken yang sudah 22 tahun berkarya di Rusia itu mengungkapkan perasaan dan harapannya atas kunjungan kemanusiaan Presiden Jokowi ke Rusia dan Ukraina itu.

“Puji Tuhan, perjalanan bapak Presiden Jokowi beserta rombongan aman dan tiba di Kiev dengan selamat. Semoga pejalanan ke Rusia berjalan lancar juga. Saya berharap kunjungan Presiden Joko Widodo ke dua negara yang berkonflik itu dapat membuahkan perdamaian, “ujar Romo Baltasar Lukem SVD di St Petersburg, Kamis (30/6/2022).

Rm Baltasar Lukem SVD di kota St Petersburg, Rusia. Foto: Istimewa

Romo Baltasar Lukem SVD mengaku sangat lega karena Presiden Joko Widodo benar-benar melakukan perjalanan kemanusiaan ke Ukraina dan Rusia, yang sebelumnya diragukan oleh banyak orang. Keraguan dari banyak pengamat itu muncul mengingat lemahnya posisi tawar Indonesia dalam percaturan politik luar negeri.

Bahkan Romo Baltasar mengatakan bahwa Indonesia sangat lemah menjadi penengah konflik Ukraina dan Rusia mengingat dalam resolusi PBB beberapa waktu lalu Indonesia ikut mengutuk invansi Rusia ke Ukraina.

Namun, menurut Romo Baltasar, Indonesia mengutuk invansi itu karena semata-mata karena pertimbangan bahwa invansi itu melanggar kemanusiaan dan kedaulatan suatu negara namun tetap dianggap sebagai tanda keberpihakan terhadap Ukraina.

“Sebagai orang Indonesia sekaliagus missionaris yang berkarya di Rusia, saya bangga akan kunjungan kemanusiaan Presiden Joko Widodo ke kedua negara ini. Saya bangga memiliki Presiden Joko Widodo. Semoga misi yang diemban Bapak Presiden akan berhasil. Saya menjadi teringat kunjungan Presiden Soekarno ke Uni Soviet pada tahun 1961, yang merupakan tahun kelahiran Joko Widodo. Artinya ketika usia 61 tahun, Presiden Joko Widodo melakukan kunjungan ke Rusia meski dalam konteks yang berbeda,” kata rohaniwan Katolik asal Nusa Tenggara Timur ini.

Seperti diketahui pada tahun 1961 Presiden Soekarno berkunjung ke Rusia. Kunjungan lain dilakukan beberapa kali yakni tahun 1956, 1959 dan 1964. Catatan sejarah yang perlu dilihat adalah kunjungan Presiden Soekarno ke Uni Soviet tahun 1956.

Dalam kunjungan itu, Nikita Kruschev tak dapat menolak permintaan Soekarno yang menghendaki Mesjid Biru yang terletak di Leningrad (sekarang St Petersburg) dan yang dijadikan gudang oleh pemerintah Uni Soviet dikembalikan fungsinya dan diberikan kepada umat Islam setempat. Mesjid itu sekarang bernama Mesjid Soekarno.

Romo Baltasar Lukem SVD yang berasal dari Manggarai, Flores, NTT ini menginjakan kaki di tanah misi Rusia pertama kali pada 21 Oktober 1999. Ia belajar bahasa Rusia di Moskow hingga Agustus 2000. Sebulan kemudian, ia ditempatkan di Paroki St Maria Diangkat ke Surga, Volodga, sekitar 500 km arah utara kota Moskow. Tujuh tahun kemudian yakni September 2007, Rm Baltasar Lukem berkarya di Paroki St Olga, Moskow untuk waktu lima tahun. Sejak September 2012 hingga kini dia berkarya sebagai pembina di Biara Kongregasi SVD di St Petersburg, Rusia.

“Kekhawatiran sekaligus keraguan banyak orang di Indonesia berbuah menjadi pujian bagi Presiden Joko Widodo dari para pemerintah banyak negara. Dan saya kira, seluruh warga Indonesia harus terus berdoa agar perdamaian Rusia dan Ukrain tercapai berkat kunjungan tersebut,” kata Romo Baltasar. (lip)


There is no ads to display, Please add some

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *