Nyi Hadjar Dewantara sebagai Pribadi yang Lembut, Ramah dan Tidak Mudah Marah

beritabernas.com – Raden Ajeng Sutartinah (RA Sutartinah) atau Nyi Hadjar Dewantara, istri Pendiri Perguruan Tamansiswa Ki Hadjar Dewantara, merupakan pribadi yang egaliter, penurut, ramah, tutur bahasanya lembut dan tidak mudah marah serta selalu mengarahkan pada perbuatan yang baik.

Namun, sebagai Pemimpin Umum Persatuan Tamansiswa, ia bersikap tegas dalam menghadapi ancaman politik bahkan berhasil menyelamatkan Majelis Luhur Oersatuan Tamansiswa dari perpecahan pada tahun 1963. Peran Nyi Hadjar Dewantara bergeser dari pendamping perjuangan Ki Hadjar Dewantara menjadi arsitek pendidikan, sosial dan mengangkat martabat perempuan.

Baca juga:

Hal itu mengemuka dalam sarasehan bertajuk Ide Pemikiran Nyi Hadjar Dewantara di Ruang Senat Gedung Pusat UST Jalan Batikan, Umbulharjo, Kota Yogyakarta, Rabu 19 Agustus 2026. Sarasehan yang diadakan oleh Fakultas Psychologi Universitas Sarjanawiyata Tamansiswa (UST) Yogyakarta ini menghadirkan 3 narasumber yakni Nyi Sri Ratna Saktimulyo (Dewan Penasehat Badan Pusat Wanita Tamansiswa), Nyi Ganawati Aryo Mataram (Cucu Ki Hadjar Dewantara) dan Drs Prijo Mustiko (Ketua Jaringan Masyarakat Budaya Nusantara).

Dalam sarasehan yang dibuka oleh Dekan Fakultas Psychologi UST Dra Titik Muti’ah PhD dan dipandu moderator Ki Prof Drs Koentjoro, MBSc, PhD, Psikolog ini, Ki Prijo Mustiko mengutip kata restu Nyi Hadjar Dewantara pada penerbitan Buku Karya Ki Hadjar Dewantara (KHD) IA Pendidikan dan IIA Kebudayaan, yaitu KHD (Ki Hadjar Dewantara) telah meninggalkan kita semua. Sebagai orangtua ia tak meninggali warisan harta. Buku yang memuat kumpulan tulisan-tulisan KHD di masa hidupnya merupakan satu-satunya harta pusaka untuk anak turun kita.

Menurut Ki Prijo Mustiko, Nyi Hadjar Dewantara juga berpesan, “Gagasan dan cita-cita perjuangan KHD yang terkumpul dalam buku ini mudah-mudahan berguna bagi seluruh rakyat Indonesia dan dapat menjadi pedoman serta petunjuk kita untuk meneruskan perjuangan.” Begitu pesan Nyi Hadjar Dewantara dalam buku yang diterbitkan oleh Majelis Luhur Persatuan Tamansiswa tahun 2013.

Para peserta bersama narasumber sarasehan dan moderator foto bersama. Foto: Istimewa

Dekan Fakultas Psikologi UST Dra Titik Muti’ah PhD mengatakan, sarasehan ini bertujuan untuk mengungkap peran Nyi Hadjar Dewantara dalam membangun ekosistem pendidikan Tamansiswa serta untuk bertukar gagasan, memperluas wawasan, membangun jejaring dan menemukan perspektif baru terhadap berbagai persoalan yang kita hadapi, khususnya dalam dunia pendidikan, keilmuan dan kehidupan masyarakat.

Pada kesempatan itu, Dekan Fakultas Psychologi UST menyerahkan SK kepada Ketua Pengurus Tamansiswa School of Though (TSoT) atau Maszab Pemikiran Tamansiswa Wurgan Rahardian S.Psi MSi Psikolog. Pengurus TSoT terdiri dari Pembina Prof Drs Koentjoro MBSc PhD, Psikolog dengan anggota Sulistyo Budiarto S.Psi MA, Dr Ryan Sugiarto S.Psi MA, Dr (Can)Tiksa Balerina S.Psi MSi Psikolog dan Fery Nugroho S.Psi MA.

Sarasehan juga dihadiri Dr Yuli Prihatni MPd (Wakil Rektor I UST) dan Dr Saur Panjaitan XIII MM (Ketua Yayasan Sarjanawiyata Tamansiswa). (phj)


There is no ads to display, Please add some

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *