Peringati Hardiknas, Kebaya Foundation Magelang Kunjungi TK Kanisius Muntilan

beritabernas.com – Dalam rangka memperingati Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas), Kebaya Foundation Magelang (KFM) memberi perhatian khusus pada lembaga pendidikan. Di antaranya dengan mengunjungi TK Kanisius Siswa Siwi di Jalan Sleko Nomor 2 Sedayu Muntilan, Selasa 2 Mei 2023.

Selain untuk memperingati Hardiknas, kegiatan ini dilakukan Kebaya Foundation Magelang (KFM) sebagai wujud kepedulian sosial daan perhatian terhadap lembaga pendidikan, termasuk TK Kanisius Siswa Siwi Sedayu Muntilan.

Kebaya Foundation Magelang tergerak mengunjungi TK Kanisius Siswa Siwi yang letak areanya lebih rendah dari jalan raya, sehingga saat hujan lebat halaman sekolah kebanjiran. Akibatnya, air pun menggenangi ruang kelas dan ruangan kantor sehingga banyak fasilitas yang rusak, hanyut serta hilang, seperti mainan anak, meja kursi, almari dan hasil karya siswa. 

Sekolah TK Kanisius Siswa Siwi yang sebagian wali/ orang tuanya merupakan masyarakat menengah ke bawah sehingga membutuhkn perhatian dan bantuan pendanaan dari berbagai pihak.

Siswa/siswi TK Kanisius Muntilan foto bersama guru dan Ketua Kebaya Foundation Magelang. Foto: Istimewa

“Anak-anak ingin punya alat musik yang bisa digunakan untuk menunjang pembelajaran berkesenian. Dengan kehadiran Kebaya Foundation Magelang yang membawa mainan, alat musik angklung, sejumlah pakaian kebaya untuk anak anak dan lain-lain sangat membantu sekolah kami. Kami pun mengucapkan terima kasih atas semua itu,” kata Ibu Irene Rista Widiasih SPd, Kepala TK Kanisius Siswa Siwi yang didampingi Fransiska Yuppy Maharani, salah seorang guru.

Dipilihnya angklung karena sekolah ingin mewujudkan impian siswa dan para pendidik untuk bisa bermain ansambel musik bersama serta mengenalkan alat musik tradisional itu sebagai edukasi melestarikan seni tradisi bangsa sendiri sekaligus merawat budaya.

“Bermain musik angklung dengan memadukan alat musik lain dari barang bekas untuk dijadikan alat perkusi alternatif dan menjadi bentuk kreasi tersendiri diharapkan bisa memancing kreatifitas pada anak. Kami melihat anak anak terlihat bahagia mendapatkan itu semua,” kata Irene. 

Selain pengenalan angklung, pihaknya juga mengenalkan kepada anak-anak bagaimana memanfaatkan bambu yang ada di sekitar sekolah untuk bisa diolah sebagai bahan utama pembuatan angklung. Untuk itu, mereka akan mengundang ahli pembuat angklung untuk menentukan bentuk, komposisi suara dan sebagainya.

Alexa Hersi, Ketua Kebaya Foundation Magelang, mengaku bangga kepada para pendidik di sekolah tersebut yang dengan segala keterbatasan dan kesederhanaan tetap terus mendidik dengan sebaik mungkin, mencipta kreasi dalam menjalankan tugas dan dengan kesabaran yang penuh tanggungjawab. 

Alexa Hersi berharap selalu ada lembaga dan perhatian pemerintah untuk lebih peduli dengan kondisi sekolahan seperti ini. (lip)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *