beritabernas.com – Perkembangan perguruan tinggi di luar Jawa yang demikian pesat, baik secara kuantitas maupun kualitas, menjadi tantangan serius bahkan ancaman bagi Jogja sebagai kota pelajar. Bahkan kini Malang menggeser posisi Jogja sebagai kota pelajar karena banyak pelajar dan mahasiswa yang memilih belajar di Malang ketimbang Jogja.
Karena itu, UII bersama sekolah-sekolah mitra perlu bekerja sama lebih baik lagi untuk mengembalikan Jogja sebagai kota pelajar dengan meningkatkan kualitas pendidikan. Dengan demikian, calon pelajar dan mahasiswa kembali memilih Jogja sebagai tempat belajar/kuliah.
Hal itu disampaikan Rektor UII Prof Dr Ir Hari Purnomo pada acara pembukaan acara UIIxMGBK: Seminar Guru BK dan Launching PMB UII Tahun Akademik 2027/2028 Ruang Teatrikal Lantai 2 Gedung Kuliah Umum Prof Sardjito, Kampus Terpadu UII, Selasa 15 September 2026. Acara tersebut diikuti perwakilan -guru BK (Bimbingan Konseling) se-Jawa Tengah dan DIY.
Rektor UII Prof Hari Purnomo mengungkapkan kekhawatirannya setelah melihat langsung pesatnya perkembangan kampus di luar Jawa. Ia mengaku baru saja mengunjungi ITERA (Institut Teknologi Sumatera binaan ITB) dan ITK (Institut Teknologi Kalimantan binaan ITS).

“Saya yang kebetulan menjadi salah satu pembina untuk meningkatkan dua perguruan tinggi itu. Saya takut UII nanti tenggelam dibandingkan mereka. Saya ingin 10 tahun ke depan, ITERA dan ITK itu akan sejajar dengan ITB dan ITS. Ini sangat menakutkan bagi perguruan tinggi yang ada di Jogja,” ujar Hari Purnomo.
Faktanya, menurut Rektor UII, jumlah mahasiswa yang datang ke Jogja terus menurun. Jika dulu mahasiswa dari seluruh Indonesia berbondong-bondong ke Jogja, kini hanya didominasi oleh ring 1 Jogja. Sebaliknya, calon mahasiswa dari luar Jawa lebih memilih kampus-kampus baru di daerahnya atau kota lain seperti Malang.
“Inilah tantangan bagi kita semua, khususnya UII dan perguruan tinggi di Yogyakarta. Kita harus menjaga kualitas bahwa pendidikan di Jogja lebih baik daripada daerah lain,” imbuhnya.
Baca juga:
- Rektor UII Prof Hari Purnomo: Perguruan Tinggi Hebat Bukan Sekadar Memiliki Akreditasi Tinggi
- Rektor UII Prof Hari Purnomo: Perguruan Tinggi yang Hebat Bukan Dinilai dari Akreditasi
Meski demikian, Rektor UII bersyukur pendaftar dan mahasiswa yang diterima di UII tahun ini meningkat, berkat kerja sama solid dengan guru-guru BK. Ia pun meminta dukungan berkelanjutan dengan konsep saling menguntungkan. Para guru BK diharapkan bisa mengenalkan UII kepada siswanya, sementara UII akan terus menjaga kualitas lulusan agar mudah diterima di dunia kerja.
“Jangan sampai persaudaraan kita ini lepas. Silaturahmi kita jaga, bisa ngopi bareng, makan tahu bareng. Kalau mahasiswanya banyak, nanti kita jalan-jalan ke Kaliurang,” canda Rektor UII yang disambut tawa hadirin.
Sementara Edy Prajaka MPd, Ketu MGBK (Musyawarah Guru Bimbingan Konseling) SMA DIY, menyampaikan rasa terima kasih karena MGBK kembali diundang untuk kedua kalinya oleh UII. “Ini sesuatu hal yang membahagiakan. Silaturahmi antara MGBK dan UII yang digagas ini menjadi sinergi yang luar biasa bagi tugas kami memberikan layanan dan mengarahkan potensi anak didik ke jurusan yang layak,” ujarnya.

Ia pun mengamini tantangan besar yang disampaikan Rektor UII tentang perubahan peta persaingan perguruan tinggi. Di antaranya penerimaahn mahasiswa di perguruan tinggi negeri (PTN) yang hampir tak terbatas.
“Kalau dulu jelas, jadwal SNMPTN itu berapa, SBMPTN berapa, Mandiri berapa. Sekarang Mandiri itu tidak terdeteksi. Akibatnya, ada perguruan tinggi swasta yang tidak mendapatkan mahasiswa. Kalau UII pasti masih kuat, masih besar. Terbukti teman-teman kami di SMA Muhammadiyah 1, Muhammadiyah 2 itu berbondong-bondong masuk UII, bisa berapa kelas,” kata Edy Prajaka.
Ia juga berbagi pengalaman pribadi saat bertugas di sekolah. “Kalau dulu sewaktu di SMA 11, saya mengantarkan anak saya 50-an tes, kemudian 30-an masuk UII. Saat di SMA 5 polanya agak berbeda,” kenang Edy.
Ketua MGBK DIY ini juga menyambut antusias program baru UII yang akan hadir langsung ke sekolah untuk memberikan edukasi pasar modal dan perbankan. “Ini menarik sekali. Monggo nanti bisa berkoordinasi dengan guru ekonomi. Ini sesuatu yang perlu kita kembangkan,” tambahnya. (phj)
There is no ads to display, Please add some