Prodi Teknik Industri Program Internasional UII Gelar Outbound Mobility di Vietnam dan Turki

beritabernas.com – Sebagai wujud komitmen untuk memberikan exposur internasional secara langsung bagi seluruh mahasiswa sekaligus menjalin kerjasama dengan universitas terkemuka di luar negeri, Program Studi (Prodi) S1 Teknik Industri Program Internasional UII menggelar dua kali Outbound Mobility pada Februari 2023.

Kegiatan yang dilakukan dalam Outbound Mobility adalah Leadership Study Tour dan Educational Visit di Vietnam dengan target peserta mahasiswa tahun pertama dan kedua. Kemudian, Educational Visit 2023 di Turki dengan peserta mahasiswa tahun ketiga dan keempat.

Danang Setiawan ST MT, Ketua Pelaksana Program yang jug Dosen Jurusan Teknik Industri FTI UII dalam jumpa per secara daring/online melalui zoom meeting, Jumat 17 Maret 2023, menjelaskan, Leadership Study Tour 2023 yang digelar pada awal Februari 2023 diselenggarakan melalui kerjasama dengan FPT University, Vietnam.

Dalam kegiatan ini sebanyak 15 mahasiswa tahun pertama dan tahun kedua mengikuti serangkaian program selama 10 hari sejak 4 Pebruari sampai 13 Pebruari 2023 di Da Nang, Vietnam. Teknik Industri UII dan FPT University telah menjalin kerjasama dalam 2 tahun terakhir. Pada tahun 2022, mahasiswa FPT University bersama dengan mahasiswa lain dari berbagai negara, mengikuti program short course dan cultural immersion yang diselenggarakan di Yogyakarta. 

Menurut Danang Setiawan, kegiatan Leadership Study Tour 2023 bertujuan untuk meningkatkan pemahaman dan skill kepemimpinan mahasiswa serta pemikiran global. Seba, pada era globalisasi, mahasiswa atau lulusan perguruan tinggi memiliki kesempatan besar untuk berkarir dan menempuh studi tidak hanya di dalam negeri, tetapi juga luar negeri.

Shafina Abdul Aziz Baraba, salah satu Mahasiswa Program Studi S1 Teknik Industri Program Internasional. Foto: Jerri Irgo

“Melalui program Leadership Study Tour 2023, mahasiswa Program Studi S1 Teknik Industri Program Internasional diharapkan dapat memiliki kemampuan kepemimpinan dan pemikiran global sejak tahun pertama sebagai mahasiswa,” kata Danang Setiawan.

Dikatakan, program Leadership Study Tour 2023 terdiri dari aktivitas di dalam dan di luar kelas. Aktivitas di dalam kelas terdiri dari beberapa seri workshop kepemimpinan yang disampaikan oleh pengajar dari FPT University, Swinburne University dan UII.

Materi yang diberikan pada seri workshop adalah pengembangan diri (self-development), memberikan pengaruh ke kelompok (group influences) serta kolaborasi dan komunikasi (collaboration and communication). Selama sesi ini, mahasiswa diminta untuk aktif dan sharing ide di depan kelas 

Selain itu, mahasiswa juga mendapat kesempatan untuk mengikuti kunjungan industry ke Hyundai Vietnam dan FPT Software. Agenda utama dalam kunjungan ini untuk mengikuti sharing session dari manajer Hyundai dan FPT Software tentang peran penting kepemimpinan dalam dunia professional 

Selain untuk meningkatkan kemampuan kepemimpinan, program ini juga bertujuan untuk membentuk pemahaman global bagi mahasiswa melalui interaksi dengan mahasiswa FPT dan penduduk lokal Vietnam.

BACA BERITA LAINNYA:

Menurut Danang Setiawan, mahasiswa mengikuti kegiatan pertukaran budaya (cultural immersion), dimana antara mahasiswa Indonesia dengan mahasiswa Vietnam saling menunjukkan performansi budaya masing-masing.

Pada akhir agenda, mahasiswa mengikuti acara perkemahan (camping) sebagai bentuk aktualisasi cultural immersion dan aktualisasi dari teori tentang kepemimpinan yang diperoleh pada sesi sebelumnya.

Educational Visit 2023  

Sementara Educational Visit, menurut Danang Setiawan, merupakan serangkaian kegiatan outbound mobility untuk memberikan pengalaman internasional secara langsung bagi mahasiswa serta menjalin kerjasama dengan universitas atau perusahaan di luar negeri.

Pada tahun 2023, educational visit diselenggarakan di Turki pada tanggal 19 Februari sampai 27 Februari 2023 diikuti mahasiswa Program Studi S1 Teknik Industri Program Internasional tahun ke-3 dan tahun ke-4. Tema yang diangkat dalam Educational Visit 2023 adalah Exploring halal supply chain dan Islamic Heritage.

Agenda dari Educational Visit 2023 ini mengunjungi universitas dan perusahaan terkemuka di Turki serta mengunjungi dan mempelajari sejarah situs islam bersejarah di Turki.

Dalam kegiatan ini, peserta mengunjungi dua perusahaan terkemuka di bidang supply chain, yaitu SMIIC dan SAP. SMIIC merupakan organisasi di bawah OIC (Organisation of Islamic Cooperation) yang berperan dalam menerbitkan standar agar semua negara baik anggota OIC maupun non anggota OIC menggunakan standar yang sama.

Pada kunjungan ke SMIIC, Dr Ali Alsheikh Wace ahli halal supply chain dari SMIIC memberikan workshop tentang standar halal supply chain. Menurut Ali Alsheikh Wace, standar halal supply chain dari SMIIC tidak bertentangan dengan fiqh tetapi bukan dokumen fiqh, dimana standar SMIIC juga selaras dengan standar internasional seperti ISO dan HACCP.

Melalui penerapan standar halal supply chain, penghalang (barrier) dalam perdagangan internasional dapat diminimalisir karena setiap negara menggunakan standar yang sama.

Sementara kunjungan industri kedua di SAP Turkey. SAP merupakan perusahaan multi nasional dan market leader di bidang ERP, dimana ERP memberikan support penting bagi supply chain. Pada sesi ini, dua konsultan senior SAP, yang berpengalaman lebih dari 15 tahun di dunia konsultan, memberikan sharing session tentang bagaimana meniti kair sebagai konsultan dan masa depan sebuah industry (apa yang harus disiapkan oleh lulusan perguruan tinggi).

BACA JUGA:

Sesi disampaikan oleh Dr Doruk Korkusuz (Head of Consulting SAP) dan Dr Serdar Kebapci (Senior Value Advisor & Storyteller SAP). Sesi inidisampaikan dengan sangat menarik dan membuka pemahaman mahasiswa tentang dunia konsultan dan apa yang harus dipersiapkan agar bisa bersaing di dunia global.

Menurut Danang Setiawan, kunjungan universitas pada awalnya diagendakan dengan mengunjungi Istanbul Technical University (ITU), sebuah kampus yang didirikan 250 tahun yang lalu dan Fatih Sultan Mehmet Vakif University (FSMVU), salah satu universitas mitra kerjasama UII.

Namun kunjungan universitas ini tidak dapat diselenggarakan karena Pemerintah Turki menerbitkan kebijakan ditutupnya semua universitas sebagai dampak terjadinya gempa yang melanda Turki. Meski demikian, ITU telah bersedia untuk membahas potensi kerjasama dengan UII, dimana agenda pembahasan akan dilakukan setelah perguruan tinggi di Turki mulai aktif kembali. 

Program Educational Visit juga memberi kesempatan bagi mahasiswa untuk merasakan budaya dengan berinteraksi dengan penduduk lokal dan mengunjungi situs Islami bersejarah di Turki. Situs bersejarah yang dikunjungi adalah kompleks Hagia Sophia yang menunjukkan sejarah kotak Istanbul dari Roman Byzantine hingga Ottoman Empire dan Selat Bosporus yang menunjukkan sejarah penaklukan Konstantinopel oleh Sultan Mehmed II. (lip)


There is no ads to display, Please add some

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *