beritabernas.com – Rektor UII Prof Hari Purnomo mengatakan, keberadaan alumni sangat penting bagi sebuah perguruan tinggi. Karena itu, ikatan dan jaringan serta tata kelola alumni yang tergabung dalam Ikatan Alumni (IKA) UII harus kuat.
Saat ini, menurut Rektor UII Prof Hari Purnomo, salah satu kontribusi alumni UII yang dirasakan adalah beasiswa, meski belum begitu besar. Sedangkan cita-citanya ke depan adalah membangun gedung dengan dana yang berasal dari para alumni.
“Kami namakan gedung itu adalah Alumni Tower atau Tower Alumni. Proposalnya sudah jadi. Bahkan hari Senin depan kami akan ketemu dengan Ketua IKA UII di Jakarta. Kalau disetujui oleh Ketua IKA UII, langsung saya launching ke seluruh alumni di wilayah. Biaya pembangunan gedung dari kontribusi alumni dengan cara autodebet atau mungkin dengan mekanisme yang lainnya, seperti iuran per bulan atau apa. Tapi yang kami coba untuk kembangkan adalah autodebet,” kata Rektor UII Prof Hari Purnomo dalam acara bincang-bincang dengan media di sebuah rumah makan di Ngaglik, Sleman, DIY, Rabu 29 Juli 2026.
Dalam hitungan Rektor UII, dari 130–140 ribu alumni UII, kalau 10% atau 15% dari alumni yang bersedia melakukan autodebet masing-masing sebesar Rp 50.000 per bulan, mak gedung Alumni Tower itu jadi.
Ia mengaku lebih seka dengan autodebet dibanding iuran sukarela secara bulanan. Karena bisa jadi, satu kali, dua kali bayar iuran, namun setelah itu lupa. Karena itu, ia sudah menginisiasi untuk melakukan autodebet lewat Bank Rakyat Indonesia (BRI) khusus untuk alumni TI (Teknologi Industri).
Berbagai capaian
Pada bagian lain, Rektor UII Prof Hari Purnomo mengungkapan, dalam beberapa waktu terakhir, UII meraih berbagai capaian. Capaian-capaian itu diraih dari hasil kerjasama seluruh warga universitas dan para mitra. Atas capaian-capaian itu, UII mensyukuri sebagai penyemangat untuk terus meningkatkan mutu pendidikan, memperkuat riset dan inovasi, serta menghadirkan manfaat yang semakin nyata bagi masyarakat.
Meski berhasil meraih berbagai capain tersebut, namun menurut Prof Hari Purnomo, UII perlu terus belajar, berbenah dan membangun kolaborasi agar tetap relevan dengan kebutuhan masyarakat serta perkembangan zaman. Hal ini penting dilakukan karena pendidikan tinggi menghadapi perubahan yang cepat.
Baca juga:
- Rektor UII Prof Hari Purnomo: Perguruan Tinggi yang Hebat Bukan Dinilai dari Akreditasi
- UII Inisiasi Forum Kolaborasi Career Center Perguruan Tinggi Islam se-Indonesia
- Diikuti Finalis dari 34 Universitas, UKM TQFI UII Buka Grand Final International Quranic Festival 2026
Dalam bidang akademik, rekognisi dan admisi, Rektor UII menyebut animo calon mahasiswa pada Penerimaan Mahasiswa Baru Tahun Akademik 2026/2027 menunjukkan perkembangan positif dibandingkan periode yang sama pada tahun sebelumnya. Perkembangan ini menjadi amanah bagi UII untuk terus meningkatkan mutu pembelajaran dan layanan kepada mahasiswa.
Sementara Program Studi Magister Ilmu Kesehatan Masyarakat Fakultas Kedokteran UII meraih Akreditasi Unggul dari LAM-PTKes pada Juli 2026. Capaian ini memperkuat komitmen UII dalam menjaga mutu akademik dan relevansi pendidikan dengan kebutuhan masyarakat.
Kemudian, Fakultas Teknik Sipil dan Perencanaan bertransformasi menjadi Fakultas Teknik Desain Inovasi. Perubahan ini mencerminkan upaya UII memperluas ruang kolaborasi keilmuan serta merespons perkembangan teknologi, desain, dan kebutuhan masyarakat.
Sedangkan Program Studi Program Profesi Insinyur UII menyelenggarakan pelantikan dan pengambilan sumpah profesi insinyur untuk pertama kalinya pada 28 Juni 2026. Sebanyak 88 insinyur profesional diluluskan sebagai angkatan pertama sejak program tersebut memperoleh izin penyelenggaraan pada 2025.
Di bidang keuangan, sumber daya dan keberlanjutan, menurut Prof Hari Purnomo, UII berada pada kelompok peringkat 401–600 dunia dalam Times Higher Education Impact Rankings 2026. Hasil ini mencerminkan berbagai ikhtiar UII dalam mendukung pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan. Pemeringkatan tersebut menjadi pengingat bagi UII untuk terus menghadirkan prinsip keberlanjutan dalam pembelajaran, riset, tata kelola kampus, kemitraan dan pengabdian kepada masyarakat.
Kemudian, di bidang riset, inovasi dan kewirausahaan, Jurusan Farmasi UII bersama Badan Riset dan Inovasi Nasional meluncurkan Pusat Kolaborasi Riset Mikroba Endofit. UII juga meresmikan Pusat Studi Inovasi dan Keunggulan Farmasi untuk memperkuat kolaborasi riset, inovasi, serta pengembangan hasil penelitian agar memberikan manfaat yang lebih luas.
“UII meluncurkan HKI Corner sebagai layanan pendampingan bagi sivitas akademika dalam pengajuan dan pengelolaan kekayaan intelektual, terutama paten. Kehadiran layanan ini diharapkan membantu gagasan dan hasil penelitian warga UII berkembang menjadi inovasi yang dapat dimanfaatkan masyarakat,” kata Rektor UII.
Sementara 3 dosen UII tercatat dalam World’s Top 5% Scientists versi SciRank Global Registry 2025, yaitu ○ Ganjar Fadilah SSI MSi PhD dari Program Studi Analisis Kimia; Prof Dr Is Fatimah SSi MSi dari Program Studi Kimia dan Prof Dr Muafi SE MSi dari Program Studi Manajemen.
Menurut Prof Hari, capaian para dosen tersebut menjadi penyemangat bagi UII untuk terus memperkuat ekosistem dan kualitas riset.
Kemudian di bidang kemahasiswaan, keislaman dan kealumnian, UKM Taekwondo UII meraih 6 medali emas, 4 medali perak dan 4 medali perunggu dalam Ksatria Nusantara PBTI Series Taekwondo Championship 2026 tingkat internasional. Sementara UKM Tilawatil Qur’an wa Funun Islamiyah UII berhasil meraih juara umum dalam Festival Seni Qur’ani tingkat nasional 2026.
“Di balik setiap medali dan penghargaan terdapat proses pembentukan karakter, kedisiplinan, sportivitas, kreativitas dan nilai-nilai keislaman. UII akan terus menyediakan ruang bagi mahasiswa untuk mengembangkan potensi mereka secara utuh,” kata Rektor UII.
Selanjutnya di bidang kemitraan dan komunikasi strategis, UII memperkuat kemitraan dengan Pemerintah Kabupaten Sleman, Pemerintah Kabupaten Temanggung dan Pemerintah Kota Pekalongan melalui kerja sama dalam bidang pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat.
UII juga sedang menjajaki kerja sama strategis dengan Pemerintah Kabupaten Ngawi dan Pemerintah Kabupaten Bantul. Penjajakan ini merupakan bagian dari upaya memperluas jejaring dan mempertemukan sumber daya akademik UII dengan kebutuhan pembangunan daerah. UII ingin memastikan agar setiap dokumen kerja sama dilanjutkan dengan program konkret yang menjawab kebutuhan daerah dan dirasakan manfaatnya oleh masyarakat.
“UII mensyukuri berbagai perkembangan tersebut sembari menyadari bahwa masih banyak ruang yang perlu diperbaiki dan banyak persoalan masyarakat yang membutuhkan kontribusi perguruan tinggi. UII ingin terus bertumbuh sebagai universitas yang unggul secara akademik, kuat nilai-nilainya, terbuka terhadap kolaborasi dan semakin nyata manfaatnya bagi masyarakat,” kata Rektor UII Prof Hari Purnomo seraya menambahkan bahwa media merupakan mitra penting bagi UII dalam menyampaikan informasi, menghadirkan kritik dan perspektif publik serta membantu universitas terus berbenah. (phj)
There is no ads to display, Please add some