Rektor UII Prof Fathul Wahid: Wisuda Merupakan Titik Awal Perjalanan Hidup di Masyarakat

beritabernas.com – Rektor UII Prof Fathul Wahid ST MSc PhD mengatakan, wisuda lulusan perguruan tinggi sering dianggap sebagai garis akhir dari perjalanan panjang pendidikan. Namun sesungguhnya, wisuda lebih tepat disebut sebagai titik awal. Wisuda bukan tentang apa yang sudah diselesaikan, tetapi tentang apa yang akan dimulai.

Karena, menurut Rektor UII Prof Fathul Wahid, dunia setelah kampus adalah ruang ujian yang berbeda. Di kampus, mahasiswa diuji dengan soal. Sementara di kehidupan nyata, para lulusan diuji dengan tanggung jawab.

“Di kampus, saudara dinilai dengan angka. Di kehidupan nyata, saudara akan dinilai dengan kepercayaan. Percayalah, dalam jangka panjang, kepercayaan selalu lebih mahal daripada kepintaran,” kata Prof Fathul Wahid dalam acara Wisuda Doktor, Magister, Sarjana dan Diploma UII periode IV Tahun Akademik 2025/2026 di Auditorium KH Abdulkahar Mudzakkir Kampus Terpadu UII, Sabtu 25 April 2026.

Rektor UII Prof Fathul Wahid memberikan penghargaan kepada wisudawan berprestasi. Foto: Humas UII

Pada wisuda periode ini, sebanyak 766 lulusan UII yang diwisuda terdiri 2 wisudawan lulusan dari jenjang ahli madya/Diploma, 7 dari program sarjana terapan, 632 dari program sarjana, 116 dari program magister dan 9 dari program doktor. Dengan demikian, hingga saat ini UII telah mengantar lebih dari 137.063 lulusan, yang berpencar dan menebar manfaat di pelosok negeri hingga mancanegara yang jauh di luar negeri. Mereka membawa semangat UII yang tak pernah mati: berilmu tinggi, berbuat baik dan memberi makna pada setiap napas yang dijalani.

Menurut Rektor UII, para wisudawan akan segera menyadari bahwa kehidupan profesional bukan hanya tentang kemampuan memimpin, tetapi juga tentang kesiapan untuk dipimpin. Tidak semua orang langsung menjadi pemimpin. Bahkan sebagian besar perjalanan karier justru dimulai dari menjadi pengikut. Di sinilah karakter sering kali dibentuk tanpa disadari.

Dikatakan, organisasi yang sehat bukan hanya membutuhkan pemimpin yang baik, tapi juga membutuhkan pengikut yang baik. Karena kepemimpinan (leadership) yang kuat tanpa kepengikutan (followership) yang matang tidak akan menghasilkan organisasi yang kokoh.

Baca juga:

Prof Fathul Wahid menggunakan satu metafora sederhana. Ia mengatakan, kehidupan profesional seperti sebuah pendakian gunung. Dalam satu tim pendakian, memang ada pemimpin ekspedisi. Tetapi keberhasilan mencapai puncak tidak pernah ditentukan oleh satu orang. Ia ditentukan oleh kualitas seluruh tim. Ada yang memimpin arah. Ada yang menjaga ritme. Ada yang memastikan logistik. Ada yang membantu ketika ada yang kelelahan.

“Dalam banyak situasi, justru mereka yang berjalan di belakanglah yang memastikan tidak ada yang tertinggal. Begitulah organisasi yang sehat bekerja,” kata Prof Fathul Wahid.

Maka, lanjut Fathul Wahid, ketika dipercaya menjadi pemimpin,maka jadilah pemimpin yang mengayomi, pemimpin yang kehadirannya membuat orang merasa lebih kuat, bukan lebih kecil. Pemimpin yang terlihat, bukan hanya terdengar, pemimpin yang memberi contoh, bukan hanya memberi perintah.

Karena sesungguhnya, kepemimpinan yang paling efektif adalah kepemimpinan melalui keteladanan. Orang mungkin mendengar instruksi, tetapi mereka mempercayai contoh.

Suasana acara Wisuda Doktor, Magister, Sarjana dan Diploma UII periode IV Tahun Akademik 2025/2026 di Auditorium KH Abdulkahar Mudzakkir Kampus Terpadu UII, Sabtu 25 April 2026. Foto: Philipus Jehamun/beritabernas.com

Pemimpin yang baik juga tidak membangun kewibawaan melalui jarak, tetapi melalui integritas. Ia tidak mengelabui bawahan dengan agenda tersembunyi. Ia tidak mengatakan satu hal dan melakukan hal lain. Ia memahami bahwa transparansi bukan kelemahan, tetapi fondasi kepercayaan. Seorang pemimpin mungkin bisa memerintah dengan jabatan. Tetapi ia hanya bisa memimpin dengan kepercayaan.

Dalam wisuda kali ini, alumni UII diwakili Rizky Wijaya SH M.Bank Fin Law., lulusan Fakultas hukum (International Program) UII Angkatan 2002. Saat ini ia berkarir di salah satu Bank BUMN terbesar di Indonesia.

Pada kesempatan itu, Rizky Wijaya memberikan 3 pesan singkat untuk “bekal perjalanan” bagi para wisudawan, yakni jihad di dunia kerja yakni adaptif dan amanah; melanjutkan Pasca Sarjana: menuntut ilmu dengan tetap ingat tujuan; dan silaturahim melalui Ikatan Alumni UII. (phj)


There is no ads to display, Please add some

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *