beritabernas.com – Romo Ignatius Romanus Romas, Kepala SMK St Aolysius Palangkaraya, Kalimantan Tengah, mendesak Presiden Prabowo Subianto agar segera mengambil langkah serius dan tegas dalam menangani kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kalimantan.
Sebab, menurut Romo Ignatius Romanus Romas, kebakaran hutan dan lahan di Kalimantan telah menimbulkan dampak yang sangat luas bagi masyarakat, termasuk dunia pendidikan. Bahkan kompleks SMK St Aolysius Palangkaraya yang dipimpinnya diselimuti asap tebal sehingga jarak pandang hanya sampai 10-15 meter.
Dalam video singkat yang diunggah di akun Instagram @katolik_terkini Palangkaraya, Kalteng yang dikutip beritabernas.com, Jumat 23 Oktober 2026, Romo Ignatius Romanus Romas, mengatakan, selama 4 bulan kabut asap akibat karhutla telah menyelimuti Palangkaraya, termasuk kompleks SMK St Aloysius Palangkaraya.
Baca juga:
- PP PMKRI Menyatakan Prihatin atas Terjadinya Kebakaran Hutan dan Lahan di Kalimantan
- Mengapa Kebakaran Hutan dan Lahan Selalu Terjadi?
- Kolonialisme dan Gender: Ketika Hutan dan Tubuh Menjadi Medan Kuasa di Kalimantan
Asap tebal yang menghalangi jarak pandang itu mengganggu proses belajar mengajar, sementara banyak anak mengalami gangguan kesehatan, termasuk ISPA (infeksi saluran pernapasan akut). Ia berharap kondisi ini segera berakhir dengan penanganan serius oleh pemerintah.
Dalam video yang direkam pada Kamis 22 Oktober 2026 pukul 6 lewat sedikit Wita itu, Romo Ignatius Romanus Roman memperlihatkan kondisi yang ada di Kota Palangkaraya, secara khusus di Kolese Santo Aloysius Palangkaraya, dengan asap tebal. Kabut asap menutup di seluruh wilayah ini, dengan jarak pandang hanya 10 sampai 15 meter.
“Kami tidak sedang baik-baik saja. Kalau ada orang yang mengatakan bahwa kondisi ini baik-baik saja, itu tidak benar. Kalau ada yang mengatakan bahwa kondisi ini normal saja, itu tidak benar. Ini fakta yang terjadi pada pagi hari ini, kondisi asap di tempat ini,” kata Romo Ignatius dalam video tersebut.

“Kami berharap bahwa situasi ini segera berlalu. Karena apa? Efek atau dampaknya bagi dunia pendidikan itu sangat buruk sekali. Proses belajar mengajar tidak berjalan dengan baik, tidak berjalan dengan semestinya, dan banyak anak-anak yang mulai terserang ISPA. Oleh karena itu, kami mohon supaya bencana ini segera ditangani dengan serius oleh pemerintah. Apa pun caranya, anak-anak butuh diselamatkan. Dunia pendidikan harus tetap berjalan. Itu saja pesan saya. Untuk teman-teman yang ada di luar sana, jangan lupa jaga kesehatan, jaga kondisi fisik supaya kita dalam keadaan seperti ini kita tetap survive. Tuhan memberkati,” ucap Rom Ignatius dalam video tersebut.
Sejumlah warganet pun sangat mendukung pernyataan Romo Ignatius Romanus Romas yang disampaikan dalam video tersebut.
“Semoga pemerintah tanggap pada bencana alam secepatnya sehinga kondisi cepat kembali kondusif. Semoga masyarakat yang terdampak diberi kekuatan serta perlindungan. Bantuan medis juga segera datang jika ada masyarakat yang terkena imbas bencana. Untuk para Romo, suster setempat, tetap jaga kesehatan dan semoga kabut ini seger berakhir, percaya pertolongan dan campur tangan Tuhan pasti datang,” tulis Sellvy Iskandar dalam kolom komentar. (phj)
There is no ads to display, Please add some