beritabernas.com – Untuk ke-17 kalinya, Jurusan Arsitektur FTSP UII menggelar Seminar Karya dan Pameran Arsitektur Indonesia (SAKAPARI) pada Sabtu 7 Pebruari 2026. Kegiatan ilmiah yang rutian diadakan setiap semester atau tiap 6 bulan itu merupakan ajang untuk membahas isu-isu aktual dalam dunia arsitektur, perkotaan, kawasan dan lingkungan.
Sakapari ke-17 yang digelar di Auditorium Lantai 3 Gedung Moh Natsir Fakultas Teknik Sipil dan Perencanaan (FTSP) Kampus Terpadu UII, pada Sabtu, 7 Februari 2026, menghadirkan sejumlah narasumber yakni Aristek Pablo Luna Ar Yanuar sebagai Keynote Speaker yang menyampaikan gagasan utama melalui karya aristektur. Selain itu, Ar Riri Chairiyah ST M.Arch IAl dan Syarifah Ismailiyah Al Athas ST MT GP dengan moderator Muhammad Kholif Lir Widyo Putro ST MSc.
Baca juga:
- SAKAPARI jadi Wadah Bagi Peneliti untuk Mempublikasikan Hasil Penelitian Kolaboratif
- Jurusan Arsitektur FTSP UII Gelar Pameran dan Seminar Karya
Dalam Sakapari ke-17 dengan mengangkat tema Symbiogenetic Forms and Spaces, Wakil Dekan bidang Sumber Daya FTSP UII Dr Kasam mengatakan, melalui Sakapari para mahasiswa maupun dosen bisa mengetahui perkembangan arsitektur terkini. Karena, setiap Sakapari selalu ada inovasi aristektur terbaru dan aktul sesuai kondisi kekinian. Hal ini membuat dunia arsitektur selalu berkembang dan update sesuai perkembangan kebutuhan masyarakat, perkotaan dan lingkungan.

Dengan demikian, menurut Kasam, Sakapari merupakan forum ilmiah yang melahirkan inovasi-inovasi arsitektur sesuai perkembangan zaman.
Sementara Prof Ar. Noor Cholis Idham PhD IAI, Ketua Jurusan Arsitektur FTSP UII, mengatakan, Sakapari mengesplorasi ide transformatif Symbiogenetic Forms and Spaces. Hal ini akan menyelidiki bagaimana prinsip biologis penggabungan berbagai organisme untuk menciptakan bentuk kehidupan baru yang lebih tangguh dapat menginspirasi pendekatan baru yang radikal terhadap desain. Sebab, tantangan arsitektur dan perkotaan kontemporer menuntut pergeseran paradigma di luar sekadar keberlanjutan.
Dikatakan, simbiogenesis yakni konsep biologis yang menggambarkan munculnya bentuk kehidupan baru melalui fusi permanen organisme yang berbeda sebagai lensa transformatif untuk desain dan pemikiran arsitektur. Tema ini mengeksplorasi bagaimana prinsip-prinsip simbiogenetik dapat menghasilkan bentuk dan ruang baru yang secara inheren adaptif, tangguh dan terintegrasi secara mendalam dengan lingkungan ekologis dan budayanya.
Melalui studi kasus dan kerangka kerja teoritis, seminar ini bertujuan untuk membayangkan arsitektur yang tidak hanya menempati ruang tetapi secara aktif berevolusi bersama ruang tersebut menciptakan ruang simbiogenetik yang canggih secara teknologi, regeneratif secara ekologis dan mendalam secara budaya, menawarkan jalan yang tangguh dan harmonis untuk masa depan planet kita.

Menurut Prof Noor Cholis Idham, seminar ini dirancang untuk arsitek, akademisi, mahasiswa dan pemikir yang bersemangat tentang masa depan lingkungan binaan. Forum ini mengkaji kerangka kerja praktis dan teoretis dimana bangunan dan ruang tidak hanya berada di lingkungannya, tetapi juga menjadi peserta aktif dan kooperatif di dalamnya.
Pada Sakapari ke-17 ini berhasil menarik 80 proposal makalah dan 47 poster partisipan. Rangkaian aktivitas ilmiah ini mencakup seminar dan pameran poster ilmiah yang dilaksanakan di Hall FTSP UII. Kegiatan ini didukung oleh berbagai mitra, di antaranya Universitas Aisyiyah Yogyakarta, Universitas Muhammadiyah Bengkulu, Universitas Halu Oleo dan Universitas Mulawarman. (phj)
There is no ads to display, Please add some