Saksi Mata Kejadian di Museum DKG: Pengrusakan Ruang Museum Tak Disengaja

beritabernas.com – Salah seorang saksi mata kejadian bentrokan antar PSHT dan kelompok suporter sepakbola/warga Jogja yang terjadi di lingkungan Museum Dewantara Kirti Griya (DKG) pada Minggu 4 Juni 2023 malam R Ridwan Suryo Bintoro mengaku melihat langsung peristiwa tersebut.

R Ridwan Suryo Bintoro yang juga salah seorang buyut Ki Hadjar Dewantara dan Ketua Harian PASTI (Paguyuban Alumni Siswa Tamansiswa Ibu Pawiyatan) kepada beritabernas.com, Kamis 8 Juni 2023 siang menceritakan secara detail kronologis kejadian tersebut sesuai fakta yang diketahui dan dilihatnya secara langsung.

Menurut R Ridwan Suryo Bintoro, saat peristiwa itu terjadi ia berada di tempat kejadian perkara, baik di dalam dan di luar Pendapa Agung Tamansiswa. Berdasarkan fakta fakta yang diketahui dan dilihat, menurut Ridwan, tidak ada kesengajaan pengrusakan ruang Museum DKG oleh massa PSHT, apalagi mereka tidak tahu bahwa itu adalah museum.

Pot baru pengganti pot tanaman yang rusak saat kejadian Minggu 4 Juni 2023 malam. Foto: Listyo

Kejadian berawal ketika massa PSHT digiring masuk lingkungan Pendapa Tamansiswa oleh pihak Kepolisian dalaam rangka penyelamatan jiwa massa PSHT yang sudah terkepung warga.

“Dalam dialog saya dengan massa PSHT, mereka tidak tahu bahwa yang mereka masuki itu adalah museum karena sebagian besar mereka berasal dari Solo, Klaten, Magelang dan sekitarnya,” kata Ridwan.

Pihak kepolisian saat itu terpaksa memasukkan massa PSHT ke kompleks Pendapa Tamansiswa karena sudah terkepung di semua sisi baik utara, selatan, timur dan barat pendapa. Saat itu, petugas keamanan dan karyawan Pendapa Tamansiswa belum siap mengarahkan titik kumpul massa PSHT ke titik yang lebih aman (belakang Pendapa Tamansiswa). Sebab, petugas dan karyawan Tamansiswa fokus menghalau massa yang akan menyerbu ke dalam komplek Tamansiswa, belum lagi petugas dan karyawan yang di lokasi tunggang langgang menghindari lemparan batu dari luar kompleks pendapa.

BACA JUGA:

“Dengan demikian, saya mohon mereka yang tidak melihat langsung dan tahu persis kejadian bentrokan di komplek Tamansiswa jangan membuat opini-opini yang belum tentu kebenarannya. Karena faktanya saya bersama buyut dan cucu Ki Hajar Dewantara lainny bersama karyawan Tamansiswa (sekitar 9 orang) sudah berusaha keras menyelamatkan Museum MGD dan Pendapa Tamansiswa serta menyelamatkan nyawa massa PSHT dengan bertaruh jiwa dan raga,” kata Ridwan. (lip)


There is no ads to display, Please add some

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *