beritabernas.com – Pecatur Kapanewon Bantul, Andhita Wicaksono Nugroho, tampil sebagai yang terbaik dalam Seleksi Catur Tim Porda Kabupaten Bantul. Ia keluar sebagai juara pertama setelah mengumpulkan 7 poin dari sembilan babak pertandingan.
Andhita tampil konsisten sepanjang pertandingan yang digelar selama dua hari, Sabtu–Minggu (8–9/8/2026), di kediaman Ketua Umum Pengkab Percasi Bantul Muhammad Dhavid di Piring, Srihardono, Pundong.
Posisi kedua ditempati Muhammad Aditya Farhan dari Banguntapan dengan 6,5 poin, sedangkan Muhammad Haidar Daffa dari Pandak berada di peringkat ketiga dengan raihan yang sama, 6,5 poin.
Ketua Umum Pengkab Percasi Bantul, Muhammad Dhavid, mengatakan seleksi tersebut diikuti 47 pecatur yang terdiri atas 36 peserta putra dan 11 peserta putri. Pertandingan menggunakan sistem Swiss sembilan babak dengan kontrol waktu catur cepat 20 menit dengan increment 10 detik.

Seleksi dilakukan secara perorangan untuk menjaring nominasi pemain yang akan diproyeksikan memperkuat Tim Porda DIY cabang olahraga catur. Persaingan berlangsung ketat. Para pecatur muda bahkan mampu memberikan kejutan dengan menumbangkan sejumlah pemain senior. Nama seperti Bastian Ibra Sanjaya dan Abdullah Juniarso Wijaya menjadi bukti munculnya kekuatan baru dalam percaturan Bantul.
“Saya gembira, banyak pecatur muda potensial yang muncul. Ketika kita beri kesempatan mengikuti seleksi, mereka mampu membuat banyak pecatur senior tumbang,” ujar Dhavid.
Baca juga:
- Farhan Juarai Turnamen Catur Wabup Bantul Cup 2026
- Unisi FC U-17 Tampil di Piala Soeratin 2026, Rektor UII Prof Hari Purnomo: Junjung Sportifitas dan Fair Play
Sementara Ketua I Pengkab Percasi Bantul Sutanto menilai pengalaman bertanding masih menjadi salah satu faktor penting yang membuat sejumlah pemain lama mampu bertahan di papan atas. Dominasi pemain yang memperkuat tim pada Porda 2022 masih terlihat. Andhita, Farhan, Daffa, dan Rafi Kurniawan mampu mempertahankan posisi di jajaran atas hingga babak terakhir.
“Peringkat lima besar hampir semua pemain lama, kecuali Robby Katana. Sedangkan peringkat enam sampai sepuluh ada tiga pemain yunior yang bisa masuk. Ini suatu hal yang menggembirakan,” kata Sutanto.

Hasil seleksi tersebut menjadi gambaran awal kekuatan catur Bantul untuk menghadapi agenda Porda DIY mendatang. Pengurus harian Pengkab Percasi Bantul selanjutnya akan melakukan pembahasan untuk menentukan nama-nama pecatur yang akan diusulkan kepada KONI sebagai tim bayangan Porda 2027.
Hasil Lengkap Seleksi
Kategori Putra:
- Andhita Wicaksono Nugroho-7 poin
- Muhammad Aditya Farhan-6,5 poin
- Muhammad Haidar Daffa-6,5 poin
- Rafi Kurniawan-6,5 poin
- Robby Katana- 6,5 poin
- Hanityo Muktiarso-6 poin
- Bastian Ibra Sanjaya-6 poin
- Abdullah Juniarso Wijaya-6 poin
- Komang Budiasa-5,5 poin
- Febrianto-5,5 poin
Kategori Putri: - Annisa Lithfiana Fathin Fadhilah-7,5 poin
- Zahra Ungu Nadzifa-7,5 poin
- Hidayatuzzahro-6 poin
- Kayla Annisa Latif-5,5 poin
- Qanadilla-5 poin
- Nurus Syifa-5 poin
- Nurlaila Yubayyin Ridhwanah-5 poin
- Shofia Kaisa Azzahra-3,5 poin
Hasil seleksi ini sekaligus menunjukkan bahwa regenerasi pecatur di Bantul mulai menemukan bentuk. Munculnya sejumlah pecatur yunior di jajaran atas menjadi modal penting bagi Pengkab Percasi Bantul untuk membangun kekuatan yang lebih kompetitif menuju Porda DIY 2027. (phj)
There is no ads to display, Please add some