Seperempat Guru Besar di LLDikti DIY Dimiliki UII

beritabernas.com – Dari total 207 dosen dengan jabatan akademik Profesor atau Guru Besar di wilayah LLDikti (Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi) DIY, sebanyak 45 orang atau hampir seperempat atau 25 persen merupakan Guru Besar di UII.

BACA JUGA:

Jumlah Guru Besar di UII bertambah menjadi 45 orang setelah Prof Drs Anas Hidayat MBA PhD, Guru Besar bidang Manajemen Pemasaran FBE UII, menerima SK Guru Besar dari Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, Riset dan Teknologi (Mendikbud Ristek) yang diserahkan oleh Kepala LLDikti DIY Prof Setyabudi Indartono MM PhD di Ruang Sidang Datar, Gedung Kuliah Umum (GKU) Prof Dr Sardjito Kampus Terpadu UII, Selasa 11 Juni 2024.

Kepala LLDikti DIY Prof Setyabudi Indartono MM PhD (kiri) menyerahkan SK Guru Besar dari Mendikbud Ristek kepada Rektor UII Prof Fathul Wahid untuk diteruskan kepada Prof Drs Anas Hidayat MBA PhD, Guru Besar bidang Manajemen Pemasaran FBE UII, di Ruang Sidang Datar, Gedung Kuliah Umum (GKU) Prof Dr Sardjito Kampus Terpadu UII, Selasa 11 Juni 2024. Foto: Philipus Jehamun/beritabernas.com

Menurut Kepala LLDikti DIY Prof Setyabudi Indartono MM PhD, potensi jumlah dosen yang memiliki jabatan akademik Profesor di UII akan terus bertambah mengingat saat ini UII memiliki 106 dosen UII dengan jabatan Lektor Kepala (selangkah lagi menjadi Profesor, red) dan 383 dosen dengan jabatan akademik Lektor yang berpotensi menjadi Lektor Kepala serta 276 Dosen UII yang bergelar doktor.

“Saya sangat berterima kasih kepada UII yang telah menyumbang cukup banyak dosen dengan jabatan akademik Profesor di wilayah LLDikti DIY,” kata Prof Setyabudi Indartono.

Rektor UII Prof Fathul Wahid saat menyampaikan sambutan padaacara penyerahan SK Guru Besar untuk Prof Drs Anas Hidayat MBA PhD di Ruang Sidang Datar, Gedung Kuliah Umum (GKU) Prof Dr Sardjito Kampus Terpadu UII, Selasa 11 Juni 2024. Foto: Philipus Jehamun/beritabernas.com

Sementara Rektor UII Prof Fathul Wahid ST MSc PhD mengatakan, amanah profesor, sebagai jabatan akademik tertinggi, sudah sewajarnya menuntut peningkatan kualitas kerja, karya dan sensitivitas akademik terbaik. Ini juga merupakan salah satu cara mensyukuri jabatan ini.

“Saya tahu, tentu menyajikan semuanya tidak selalu mudah. Tetapi justru di sanalah konsistensi menjaga integritas akademik diuji,” kata Prof Fathul Wahid seraya menambahkan bahwa jabatan profesor tidak hanya merupakan prestasi, tetapi juga sekaligus amanah publik yang perlu dijalankan dengan sepenuh hati. (lip)


There is no ads to display, Please add some

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *