Tertarik Buku Cernak Sutanto, Bunda Literasi Bantul Beri Kata Pengantar

beritabernas.com – Bunda Literasi Bantul Hj Emi Masruroh SPd merasa tertarik dengan Buku Cerita Anak (Cernak) Dewi Pembatik Kecil Giriloyo karya Guru MTsN 3 Bantul Drs Sutanto. Karena itu, dengan senang hati ia memberi pengantar buku tersebut.

“Buku karya Pak Tanto ini layak dibaca oleh para pelajar untuk membentuk karakter anak di antaranya percaya diri, sportivitas, suka membantu atau menolong sesama, sabar, dan tawakal. Ketika pembaca memulai bacaannya, fantasi tentang suasana perdesaan di wilayah Bantul menjadi ciri khasnya. Walau tak digambarkan secara konkrit, namun ada beberapa peristiwa yang memang pernah dialami oleh anak-anak di wilayah yang disebutkan,” tutur Emi Masruroh di Rumah Dinas Bupati Bantul, Minggu 19 November 2023.

Menurut Emi, pembaca akan semakin tertarik untuk meneruskan bacaannya ketika kisah yang ditulis dalam buku tersebut pernah dialami atau melihat temannya mengalami hal yang sama. Dari situ, pembaca akan mendapatkan pemahaman tentang bagaimana membangun komitmen dan sportivitas, termasuk kejujuran. Walau tak mudah untuk dilakukan, setidaknya kisah-kisah di buku ini memberikan gambaran kepada pembaca terutama anak-anak untuk berperilaku yang baik ketika melakukan kesalahan maupun dizalimi oleh orang lain.

Sutanto (kanan) menyerahkan buku karyanya kepada Kepala SD Jombor. Foto: Istimewa

Sutanto menjelaskan, buku solonya yang ke-23 ini berisi 14 cerita anak sarat dengan pelajaran hidup. Kisah-kisah yang disajikan mengalir, dengan bahasa sederhana sehingga mudah dipahami anak-anak. Cerita yang diangkat tentang fenomena di masyarakat, diramu menjadi cerita menarik agar pesan yang ingin disampaikan sampai kepada pembaca.

Dewi Pembatik Kecil Giriloyo dijadikan judul, dengan tujuan ingin mengenalkantradisi adiluhung peninggalan nenek moyang berupa batik. Tokoh Dewi digambarkan sebagai sosok anak di jaman milenial namun tetap mau menggeluti dan melestarikan batik. 

“Sampai dengan buku ke-23 ini, saya tetap bahagia berkarya melalui Komunitas Yuk Menulis pimpinan Mbak Vitriya Mardiyati. Target saya di waktu selanjutnya tetap bisa istiqomah menghasilkan tulisan yang bermanfaat. Impian berikutnya membuat buku kumpulan lagu untuk mendokumentasikan lagu ciptaan saya,” ujarnya penuh harap. 

Guru yang hobi catur itu menambahkan, Cerita lain yang tak kalah menarik adalah cerita Abimanyu, mengupas tentang Seni Tarian Kuda Kepang. Dalam cerita ini, tokohnya menggunakan nama wayang (Abimanyu, Wisanggeni, Aswatama) dengan tujuan pembaca mengenal tokoh wayang. terkait sportivitas khususnya dalam olahraga catur, dikemas dalam cerita  Musibah Bukan Akhir Segalanya.

BACA JUGA:

Naufal yang sebelumnya menekuni silat, mengalami kecelakaan tertabrak motor sehingga beralih haluan menekuni oalah raga catur sampai berhasil juara kabupaten. Rasa sayang kepada hewan kesayangan, dibuat kisah menarik melalui cerita Warisan Nenek.

Dalam cerita Indahnya Persahabatan juga berkisah tentang rasa sayang Hikam kepada ayamnya, akibat tertabrak sepeda dan mengakibatkan terluka bisa membuat Hikam marah kepada sahabat karibnya. Isu sampah khususnya botol plastik juga dibuat cerita yang cukup menyentuh, dalam kisah Botol untuk Sekongkol dan beberapa kisah lain yang tak kalah menarik. Seperti Wisanggeni, Mi Ayam JW, Misteri Wayang Semar, Cibubur, Memori Takkan Luntur, Orangtua Kedua, Penggurit Cilik dan Melati. (lip)


There is no ads to display, Please add some

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *