TPA Piyungan Ditutup, Bantul Darurat Sampah Kedua, Sekolah diminta Mandiri

beritabernas.com – Dengan ditutupnya TPA Piyungan mulai Rabu 1 Mei 2024, Bantul memasuki masa darurat sampah kedua. Karena itu, Pemkab Bantul meminta semua pihak turut peduli dan menjadi pelopor penanganan sampah di Bantul, termasuk Sekolah Adiwiyata agar wajib mandiri mengelola sampah.

Hal itu disampaikan Kabid Pengelolaan Sampah dan Peningkatan Kapasitas Lingkungan Hidup Rudy Suharto S.IP MM di hadapan pengurus Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Kabupaten Bantul dan beberapa Sekolah Adiwiyata dalam acara koordinasi Sekolah Adiwiyata di ruang Adipura DLH Bantul, Selasa 30 April 2024.

Para karyawan BUMDes sedang beristirahat. Foto: Philipus Jehamun/ beritabernas.com

Rudy berharap kepada semua yang hadir baik secara individu maupun organisasi dapat berkontribusi dalam penanganan sampah.

“Saya menyambut baik hadirnya DPW HPAI Bantul dalam upaya mendukung kegiatan seputar lingkungan hidup dan menjadi mitra DLH dalam berbagai agenda,” kata Rudy.

Ketua DPW HPAI Kabupaten Bantul Ngadino MPd mengaku siap membangun sinergi dengan Dinas Lingkungan Hidup, terutama dalam pendampingan Sekolah Adiwiyata. Organisasi yang dipimpinnya sudah dilantik sejak 17 September 2022 meski program yang dirancang belum dapat berjalan dengan maksimal.

Beberapa kegiatan yang dibidik akan dilakukan seperti deklarasi hari ozon, gropyok sampah, aksi penanaman pohon, inovasi ingkungan, kreasi daur ulang sampah tentunya bersinergi dengan DLH.

BACA JUGA:

Bersama dengan pengurus DPW yang hadir, Muginah (Kepala SD Triwidadi Pajangan), Sutanto (Guru MTsN 3 Bantul), Imas Sari Agustin (Guru SD Krebet Pajangan), Sinta Puji Lestari (Guru SD Monggang Sewon), Ratna Oktiandari ( Guru SD Sungapan Sedayu), ia optimis dapat berkontribusi dalam kegiatan di DLH Bantul.

Penyuluh Lingkungan DLH Bantul Sri Rahayu ST mendukung sinergitas DPW HPAI. Ia bahkan siap memfasilitasi jika ingin mengadakan pertemuan pengurus harian.

“DLH siap memfasilitasi jika teman-teman DPW HPAI akan mengadakan pertemuan pengurus meski beberapa orang saja karena terbatasnya ruang. Selanjutnya akan kami libatkan dalam pendampingan Sekolah Adiwiyata, edukasi ke sekolah dan propgram lainnya,” kata Rahayu. (lip)


There is no ads to display, Please add some

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *