Uskup Agung Semarang: Jangan Pernah Memberikan Suara pada Orang yang Haus Kekuasaan dan Jabatan

beritabernas.com – Uskup Keuskupan Agung Semarang (KAS) Mgr Robertus Rubiyatmoko meminta semua yang sudah memiliki hak pilih dan sudah terdaftar sebagai pemilih tetap, wajib datang ke tempat pemungutan suara(TPS) dan dengan bebas penuh sukacita memberikan hak pilih atau hak
suara kita.

Selain itu, Uskup Keuskupan Agung Semarang juga meminta agar tidak golput (golongan putih) alias tidak menggunakan hak pilih dalam Pemilu 2024. Dalam menggunakan hak pilih, Uskup meminta agar tidak memberikan suara untuk dibeli atau untuk kepentingan sesaat orang yang haus akan kekuasaan dan jabatan.

“JANGAN GOLPUT! Jangan pernah memberikan suara kita untuk dibeli atau untuk kepentingan sesaat orang yang haus akan kekuasaan dan jabatan. Suara kita sangat menentukan siapa yang berhak memimpin negara ini hingga lima tahun ke depan. Satu suara kita sangat menentukan nasib bangsa kita. Karena itu marilah kita tentukan pilihan sesuai dengan bisikan suara hati yang benar, dan bukan karena
keterpaksaan dan ketakutan,” tulis Uskup Keuskupan Agung Semarang Mgr Robertus Rubiyatmoko dalamsurat gembala yang dibacakan pada misa Sabtu-Minggu, 10-11 Pebruari 2024.

Uskup Keuskupan Agung Semarang Mgr Robertus Rubiyatmoko. Foto: Dok beritabernas.com

Surat gembala tertanggal 25 Januari 2024 tersebut dikeluarkan untuk menyambut masa Prapaskah yang dimulai pada hari Rabu Abu 14 Pebruari 2024 yang bertepatan dengan hari pencoblosan Pemilu 2024. Sehingga dalam surat gembala itu, selain berisi pesan moral tentang pantang dan puasa serta aksi puasa pembangunan (APP), Uskup Agung Semarang juga menyelipkan pesan moral terkait Pemilu 2024.

Menurut Uskup Agung Semarang, iman kepada Kristus yang terus bertumbuh berkat persatuan kita dengan Kristus diharapkan berbuah nyata dalam hidup setiap hari. Salah satu buah iman itu adalah kehadiran umat Katolik dalam menata kehidupan berbangsa dan bernegara melalui keterlibatan aktif dalam pemilu tahun ini.

Karena itu, dalam surat gembala itu, Uskup Agung Semarang mengingatkan lagi bahwa pada hari Rabu, 14 Februari 2024, bangsa Indonesia akan menyelenggarakan Pemilu Presiden dan Wakil Presiden serta Pemilu Legislatif.

Karena itu, Mgr Robertus Rubiyatmoko menegaskan bahwa mereka semua yang sudah memiliki hak pilih dan sudah terdaftar sebagai pemilih tetap, wajib datang ke tempat pemungutan suara (TPS) dan dengan bebas penuh sukacita memberikan hak pilih atau hak suara kita.

Sementara sebagai landasan untuk memilih, Uskup Agung Semarang mengulang dan menyampaikan sekali lagi seruan para Uskup Indonesia yang tergabung dalam Konferensi Waligereja Indonesia (KWI), yang juga pernah dia kutip dan sampaikan dalam Pesan Pastoral Akhir Tahun 2023.

“Kami (para Uskup Indonesia) mendorong umat terlibat aktif untuk melahirkan para pemimpin baru yang memegang teguh Pancasila dan UUD 1945, menghormati kebhinekaan, memiliki integritas (atau keutuhan
kepribadian), mengutamakan kepentingan nasional di atas kepentingan pribadi atau golongan, mempunyai keberpihakan kepada kaum kecil-lemah-miskin-tersingkir-difabel, memiliki rekam jejak yang terpuji, menjunjung tinggi martabat manusia, dan menjaga keutuhan alam ciptaan,” tulis Mgr Robertus dalam surat gembala tersebut mengutip seruan para Uskup Indonesia.

BACA JUGA:

Uskup Agung Semarang juga ingin memberikan dukungan dan doa khusus mereka yang terpanggil menjadi petugas pemilu, baik yang menjadi panitia penyelenggara maupun menjadi saksi dan pemantau, untuk benar-benar bekerja secara profesional sebagai wujud kesaksian iman kristiani.

“Kita bekerja untuk kelancaran dan keberhasilan dalam mewujudkan Pemilu yang damai, jujur, adil, transparan, berkualitas dan bermartabat,” kata Mgr Robertus seraya mengajak umat untuk tidak henti-hentinya berdoa kepada Tuhan agar penyelenggaraan Pemilu terlaksana dengan lancar, aman dan damai serta tidak menyisakan konflik, apalagi perpecahan, di antara sesama anak bangsa.

Menurut Uskup, pilihan dapat saja berbeda, namun persatuan dan persaudaraan di antara sesama anak bangsa mesti terus dijaga dan diutamakan di atas kepentingan pribadi, kelompok dan golongan.

“Marilah kita masuki masa Prapaskah dengan hati yang terbuka untuk terus tinggal dalam Kristus dan mengusahakan persatuan dengan-Nya, agar kita terus bertumbuh dalam iman dan menghasilkan buah nyata dalam kesaksian hidup,” kata Uskup Agung Semarang. (lip)


There is no ads to display, Please add some

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *