Wujudkan Komsos sebagai “Ruang Mimpi Gereja”, PT Kanisius dan Komsos KAS Gelar Workshop Video Pendek

beritabernas.com – PT Kanisius bekerja sama dengan Komisi Kitab Suci Keuskupan Agung Semarang (KAS) menggelar workshop Video Pendek bagi anggota Komisi Komunikasi Sosial (Komsos) Paroki di KAS. Kegiatan ini berlangsung di Ruang Kepodang PT Kanisius Jalan Cempaka Nomor 9 Deresan, Caturtunggal, Depok, Sleman, pada Sabtu 5 September 2026.

Workshop bertema Pengajaran Yesus tentang Hidup yang Bahagia ini merupakan salah satu rangkaian kegiatan menyambut Bulan Kitab Suci Nasional (BKSN) 2026, yang tahun ini mengusung tema besar Yesus Guru yang Penuh Kuasa-Wajah Yesus dalam Injil Matius“.

Direktur Utama Penerbit-Percetakan Kanisius Romo Eustachius Azismardopo Subroto SJ menegaskan bahwa Gereja terpanggil untuk menampilkan kebenaran, bukan pembenaran, terutama di tengah derasnya informasi dan hoaks.

Direktur Utama Penerbit-Percetakan Kanisius Romo Eustachius Azismardopo Subroto SJ saat memberikan sambutan. Foto: Clementine Roesiani

“Media yang kami tayangkan adalah media tentang kebenaran. Bukan eksklusif untuk umat Katolik saja, tetapi untuk dinikmati semua masyarakat,” tegas Romo Azis.

Ia menambahkan, pembuatan video pendek dalam BKSN 2026 bukan untuk apologi atau pembinaan semata, melainkan murni untuk pewartaan. Tema “Yesus Sang Guru yang Berkuasa” dimaknai sebagai kuasa dalam kasih.

“Sejauh mana kuasa Yesus ini membuat orang semakin mencintai. Mencintai semua orang yang dilayani, tanpa memandang ras, suku, dan agama,” jelas Romo Azis seraya berharap video-video yang dihasilkan menjadi sarana efektif mewartakan nilai-nilai Kristiani.

Baca juga:

Pada sesi materi, Fransiscus B Edgar dari UPP Komunikasi KAS mengangkat istilah baru Imagologi Komsos. Ia menjelaskan bahwa identitas Komsos saat ini terus berkembang melampaui kerja teknis seperti dokumentasi dan produksi konten.

Mengutip rumusan Komsos KWI, Edgar menyebut Komsos sebagai “ruang mimpi gereja”. “Komunikasi sosial berkembang cepat seiring teknologi. Komsos dipanggil menjadi ruang refleksi dan imajinasi kreatif yang membantu Gereja membaca realitas sekaligus membayangkan kemungkinan baru bagi masa depan,” ujarnya.

Fransiscus B Edgar saat menyampaikan materi workshop. Foto: Clementine Roesiani

Edgar memaparkan identitas Komsos antara lain sebagai dokumentator: menjaga memori Gereja agar karya Tuhan tidak hilang dan dapat dilihat generasi berikutnya. Identitas komsos juga sebagai distributor informasi: menghubungkan umat dengan kehidupan Gereja. Identitas komsos yang lain sebagai pembangun jembatan: menjalin komunikasi antara pastor, dewan paroki, komunitas, dan seluruh umat agar sejalan.

“Komsos bukan sekadar operator media. Komsos adalah pelayan evangelisasi yang membawa Injil ke ruang-ruang publik. Karena paling dekat dengan teknologi, Komsos hadir untuk membantu misi Gereja,” kata Edgar.

Dengan terselenggaranya workshop ini, diharapkan para anggota Komsos Paroki semakin diperlengkapi untuk mewartakan Sabda Tuhan melalui karya kreatif. Video-video pendek yang dihasilkan selama BKSN 2026 diharapkan menjadi wajah baru pewartaan yang menyentuh hati umat dan masyarakat luas. (Clementine Roesiani)


There is no ads to display, Please add some

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *