Yuventius Rinto, Memulihkan Patung yang Buntung

beritabernas.com – Sebuah lukisan yang sangat mahal nilainya, robek sepanjang hampir setengah meter, akibat ditinju seseorang. Lukisan berjudul Argenteuil Basin with a Single Sailboat yang tersimpan di Galeri Nasional Irlandia itu, dilukis pada 1874.

Lukisan nan indah, yang menggambarkan pemandangan musim gugur di cekungan Argenteuil, tepian sungai Reine di pinggiran kota Paris itu pun rusak. Rugi donk. Jelas rugi besar. Karya seni ini lahir dari usaha yang tidak mudah. Dijelaskan, Monet, sang pelukis selama kurun waktu 1871-1878, menggunakan perahu sebagai studio terapung untuk melukis panorama Sungai Seine dan tepiannya. 

Ini hanyalah contoh kerusakan sebuah mahakarya seni. Banyak karya seni, dari cabang seni apapun yang rusak sehingga kehilangan nilainya. Suatu karya seni, cabang seni apapun merupakan hasil dari usaha yang tidak mudah dari sang kreator.

Yuventius Riyanto. Foto: AntonSumarjana

Dengan demikian, karya seni itu mempunyai makna yang khas. Pada saat sebuah karya seni, misalnya seni lukis, rusak atau dirusak, kerugian yang ditimbulkan akan sangat besar. Baik kerugian material maupun immaterialnya. Butuh upaya besar untuk mengembalikan ke bentuk atau keadaan semula. 

Memulihkan

Apakah Anda seorang kolektor benda seni? Jika iya, pasti akan sangat menyayangkan benda seni, buah karya para seniman itu rusak. Namun jika sudah terlanjur rusak, sebagai pencinta seni, Anda pasti akan berusaha memulihkannya ke kondisi atau bentuk semula. Benda seni dari cabang kesenian apapun, entah itu seni kriya, seni patung, seni lukis, seni kerajinan, seni busana dan lain-lain, sebisanya harus dijaga keutuhannya.

Siapa pun tidak menginginkan koleksi-koleksi barang seni itu rusak, baik rusak dimakan usia, pengaruh cuaca, jatuh, tercoret, tercemar, dan lain sebagainya. Atau rusak karena ketidaksengajaan, mungkin terjatuh, terguling, kecipratan cat, tersenggol lalu menggelinding atau bisa juga dimakan usia. 

Terlebih lagi Anda seorang pencinta seni yang bernilai religius. Misalnya, patung orang-orang kudus seperti patung santo-santa, Bunda Maria, Yusuf, dan para malaikat. Atau patung Sang Budha, para dewa di agama Hindu dan lain-lain.

Patung-patung ini bisa pecah, gumpil, patah tangan atau kaki, kusam warnanya, berjamur dan lain-lain. Demikian pula karya-karya seni lukis yang indah, keramik, gerabah, handycraft dan sebagainya. Jika rusak berat maupun ringan, sungguh sayang jika dibuang. Anda bisa merestorasinya. Dengan bantuan seorang ahli, semua bentuk karya seni yang rusak bisa dipulihkan kembali. 

Argenteuil Basin with a Single Sailboat contoh mahakarya seni yang rusak pada 2012. Foto: http/verusart.com

Adalah Yuventius Rinto, bisa dibilang ahli menata kembali karya atau benda seni yang rusak. Seniman perupa jebolan Akademi Seni Rupa Indonesia di Yogyakarta itu banyak membantu mereka yang membutuhkan jasa merestorasi/memperbaiki benda karya seni yang mereka punya. Banyak kerusakan kecil, sedang dan bahkan yang rusak mendekati parah pun dapat dia pulihkan.

Contoh, belum lama ini seniman yang tinggal di Tangerang ini membuat tangan patung Yesus yang buntung kembali jadi normal. Ia memulihkannya dengan membuat tangan yang baru dari kayu. “Klop, bentuk dan ukuran sama, maka tangan Yesus tidak lagi buntung,” tutur Rinto sambil tersenyum. 

Butuh kesabaran, ketelitian dan kecermatan untuk memperbaiki suatu barang seni. Juga kemampuan atau skils yang memadai. Seniman yang telah puas dan kenyang berkarya di jalanan ibukota ini pun sanggup melakukannya. “Saya siap memulihkan patung  yang buntung. Atau karya seni yang lain, yang rusak kembali utuh seperti semula,” ucapnya. 

Anda mengoleksi benda seni tapi rusak, mengapa harus berlama-lama didiamkan? Segera perbaiki agar dapat dipasang kembali di ruang tamu atau teras depan rumah. Niscaya, pemandangan dan suasana di rumah Anda akan terlihat lebih cantik dan terasa lebih menenteramkan. (Anton Sumarjana, Jakarta)


There is no ads to display, Please add some

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *