beritabernas.com – Para Aparatur Sipil Negara (ASN) Kristiani Pemerintah Kota Yogyakarta mengikuti perayaan Paskah bersama di Grha Pandawa Balai Kota Yogyakarta, pada Selasa 7 April 2026. Perayaan Paskah yang diadakan Pemerintah Kota Yogyakarta ini mengangkat tema Gereja Berjuang Menghadirkan Masyarakat yang Bahagia dan Sejahtera.
Perayaan Paskah yang berlangsung khidmat ini menjadi momentum bagi ratusan ASN Kristiani di lingkup Pemkot Yogyakarta bertujuan untuk memperkuat solidaritas sosial dan toleransi antarumat beragama.
Baca juga:
- Kunjungi Gereja Kotabaru, Wali Kota Yogyakarta Hasto Wardoyo Ucapkan Selamat Paskah 2026
- Romo FX Murti Hadi SJ: Umat Katolik Mendapat Kekuatan dari Salib Kristus
- Wujud Iman dan Toleransi, Ribuan Umat Katolik Ikuti Kirab Salib di Kota Magelang
Acara perayaan Paskah kali ini antara lain dihadiri Wali Kota Yogyakarta Hasto Wardoyo, Ketua DPRD Kota Yogyakarta FX Wisnu Sabdono Putro, Ketua Komisi A DPRD Susanto Dwi Antoro dan sekitar 300 Aparatur Sipil Negara (ASN) dan karyawan di lingkungan Pemerintah Kota Yogyakarta.
Antonius Bambang Agung Adrijanto, Ketua Panitia Perayaan Paskah yang sehari-hari sebagai Sekretaris DPRD Kota Yogyakarta menyampaikan bahwa esensi Paskah tahun ini adalah panggilan bagi umat Kristiani untuk berkontribusi nyata dalam kehidupan sosial. Ia menegaskan komitmen para pegawai untuk mendukung program kemanusiaan di Kota Yogyakarta.

“Kami keluarga besar karyawan-karyawati Kristen Pemerintah Kota Yogyakarta telah sepakat untuk secara rutin setiap bulan mengumpulkan iuran sukarela. Hasilnya akan kami sumbangkan untuk mendukung program-program sosial, termasuk renovasi rumah tidak layak huni bagi warga yang membutuhkan,” ujar Bambang Agung.
Wali Kota Yogyakarta Hasto Wardoyo mengapresiasi tinggi atas inisiatif tersebut. Ia menekankan bahwa makna pelayan publik yang sesungguhnya adalah kerelaan untuk berkorban demi kepentingan masyarakat luas, selaras dengan semangat pengorbanan Paskah.
“Tema ini sangat relevan. Di Kota Yogyakarta, kita masih menemui saudara-saudara kita yang hidup dalam kondisi sulit. Saya sangat mengapresiasi keberpihakan gereja dan pegawai terhadap kesejahteraan masyarakat. Menjadi pelayan masyarakat itu memang tidak mudah, butuh kerelaan hati dan empati untuk merasakan penderitaan orang lain,” tutur Hasto.

Senada dengan hal tersebut, Romo Yohanes Kristanto Pr dalam pesan hikmah Paskah menekankan bahwa kasih bukan sekadar perasaan, melainkan komitmen untuk berbuat baik. Menurutnya, kesejahteraan masyarakat dapat terwujud jika kebutuhan dasar seperti sandang, pangan, papan, kesehatan, dan pendidikan terpenuhi melalui sinergi semua pihak.
“Kebangkitan adalah sebuah proses dari kekurangan menuju kesejahteraan. Mari kita wujudkan semangat Paskah ini melalui karya nyata di tempat kerja masing-masing dan dalam kehidupan berkeluarga,” pesan Romo Kristanto.
Acara yang berlangsung hingga pukul 11.00 WIB ini ditutup dengan doa syafaat yang dipimpin oleh Pendeta Ardi Tulus Ariyanto. Melalui perayaan ini, diharapkan semangat gotong royong dan toleransi di Kota Yogyakarta semakin kokoh, di mana setiap elemen masyarakat, termasuk gereja, aktif bergerak bersama pemerintah dalam menanggulangi kemiskinan dan menciptakan kebahagiaan bagi seluruh warga. (*/phj)

