beritabernas.com – Dunia literasi kembali dibuat bergetar. Guru MTsN 3 Bantul, Sutanto, sukses menerbitkan buku solo ke-30 berjudul Untaian Kata Hati. Buku setebal 95 halaman yang memuat 91 puisi ini bukan sekadar karya biasa.
Dalam buku ini, Sutanto menghadirkan terobosan unik: akrostik yang tidak hanya muncul di baris puisi, tetapi tersusun rapi melalui seluruh judul puisi dalam satu buku. Buku ber-Nomor Induk Penerbit Buku (NIPB) 990000502610114 ini diterbitkan oleh Komunitas Yuk Menulis.
Baca juga:
Keistimewaannya terletak pada struktur judul puisi yang dirancang membentuk identitas personal penulis dan keluarganya. Mulai dari judul puisi 1–7 membentuk nama “Sutanto”, dilanjutkan 8–33 “Celep Srigading Sanden Bantul”, 34–52 “Guru MTsN Tiga Bantul”, 53–67 “Sri Mulyani” (istri), 68–78 “Hanif Hisyam”, hingga 79–91 “Cucu Tersayang”.
“Kalau biasanya akrostik ada di setiap awal baris puisi, kali ini saya mencoba membuat akrostik untuk seluruh rangkaian judul puisi dalam satu buku,” ungkap Sutanto, menjelaskan ide kreatif yang jarang ditemui dalam dunia perpuisian.
Tak hanya unik secara konsep, buku ini juga mendapat apresiasi mendalam dari Fuzna Marzuqoh, Motivator Nasional dari Magelang, yang memberi pengantar buku Untaian Kata Hati karya Sutanto. Dalam pengantarnya, ia menyebut Untaian Kata Hati sebagai jalinan diksi indah yang sarat makna dan emosi.
“Ini bukan sekadar kumpulan puisi, melainkan rekam jejak kehidupan-mozaik perasaan yang ditenun dari pengalaman, perenungan, dan cinta yang terus tumbuh,” tulisnya.

Lebih jauh, buku ini mengajak pembaca menyelami perjalanan batin selama empat windu kehidupan rumah tangga. Setiap bait menghadirkan potret keteguhan cinta-tentang pasangan yang saling menguatkan di tengah badai, serta menjadikan cinta bukan hanya ungkapan, tetapi doa yang terus hidup dan menghidupkan.
Apresiasi juga datang dari Kepala MTsN 3 Bantul, Surini, yang secara langsung menerima buku tersebut. Ia menilai konsistensi Sutanto sebagai teladan nyata bagi budaya literasi di madrasah. “Terima kasih atas sumbangan bukunya untuk madrasah. Tetap semangat berkarya. Semoga ini menginspirasi guru dan siswa untuk aktif berliterasi,” ujarnya.
Dengan capaian ini, Sutanto tidak hanya menegaskan eksistensinya sebagai penulis produktif, tetapi juga menghadirkan inovasi yang memperkaya khazanah sastra Indonesia. Untaian Kata Hati pun berpotensi menjadi inspirasi baru bagi para penulis untuk berani bereksperimen dalam berkarya. (phj)
There is no ads to display, Please add some