beritabernas.com – IndoAsia dan Pemerintah Desa Wonosari, Kabupaten Temanggung, Jawa Tengah melakukan selamatan dan peletakan pathok sebagai bagian dari dimulainya kegiatan di jalur pendakian Gunung Sumbing via Dukuh Seman, Sabtu 25 April 2026. Acara yang dimuali pukul 11.00 ini diawali dengan pembacaan doa oleh tokoh agama dari Desa Wonosari.
Acara dilanjutkan dengan groundbreaking pathok di area camp ground. Tokoh agama mendampingi acara ini. Kemudian dilakukan groundbreaking berurutan diwakili oleh Hari dari Lembaga Masyarakat Daerah Hutan (LMDH), Sapto Haryono dan beberapa perangkat desa lainnya beserta jajaran Management IndoAsia.
H Agus Parmudji, Lurah Wonosari, menyampaikan bahwa kegiatan ini sebagai bagian dari kulonuwun terhadap alam semesta. Ia berharap bahwa kegiatan ini akan meningkatkan Pemasukan Asli Daerah (PAD) yang lebih efektif untuk pembangunan desa.

Agus Parmudji menyambut kerjasama dengan IndoAsia dalam mengelola kekayaan alam melalui pembukaan jalur pendakian. Meski ini pekerjaan berat bagi IndoAsia, karena ini mengubah budaya pertanian ke wisata. Namun dengan adanya kerjasama dan kekompakan dengan masyarakat maka pekerjaan ini akan lebih mudah dan bisa menambah income bagi masyarakat.
Melalui kegiatan ini ia berharap dapat mengoptimalkan sumber daya manusia dan sumber daya alam maupun budaya dan pariwisata di Desa Wonosari. “Dengan adanya budaya gotong-royong dan sopan santun dari masyarakat merupakan modal utama dalam mengembangkan dan memajukan usaha ini,” kata Agus Parmudji.
Sementara Sapto Haryono, Direktur Utama PT IndoAsia Sinergi Sejahtera, menyampaikan bahwa tujuan pembukaan jalur pendakian ke Gunung Sumbing melalui Desa Wonosari ini untuk kebaikan. Kebaikan ini hendaknya didorong sebagai percontohan jalur pendakian lain. “Gunung-gunung di Indonesia membutuhkan ini sebagai bagian dari kesejahteraan masyarakat desa,” kata Sapto Haryono.
“Kami dan teman-teman baik Basecamp Bimawari dan IndoAsia meminta ijin (kulonuwun) kepada alam semesta. Dengan groundbreaking ini, maka secara resmi dimulainya optimalisasi pendakian Gunung Sumbing via Dukuh Seman,” kata Sapto Hariyono.

Kegiatan ini merupakan bagian dari konsistensi PT IndoAsia Sinergi Sejahtera untuk tetap memberikan edukasi tidak saja di area akademik, dimana lebih dari 70 kampus di seluruh Indonesia telah bekerjasama dengan IndoAsia (nama yang mudah diingat dari PT IndoAsia Sinergi Sejahtera), namun juga edukasi dalam hal pendakian Gunung di Indonesia.
Menurut Sapto Haryono, IndoAsia terdorong dengan keingingan untuk memajukan pariwisata. Sebagai perusahaan yang bergerak di beberapa bidang usaha seperti konsulting, pelatihan dan sebagainya, ia melihat belum banyak yang terlibat dan memasukkan obyek kegiatan ini secara sangat profesional. Karena menganggap tanpa dikelola secara profesional, orang tidak akan pernah putus datang ke sini karena sudah senang.
Namun, dengan dikelola lebih baik dan profesional dari sisi manajemen yang bagus, digitalisasi bagus, mitigasi risiko bagus maka otomatis kepuasan pengunjung akan tercipta. Dengan demikian jumlah pengunjung akan meningkat.
Baca juga:
- Gunung Sumbing Naik Kelas, Jalur Pendakian Internasional Mulai Dibuka
- Indo Asia dan TUV Rheinland Gelar Training of Trainer SAR Gunung Bersama FMI
- 5 Model Pengembangan Agrowisata yang Dilakukan TPF Unsoed
- Bukit Klangon, Menikmati Pesona Alam yang Indah dan Udara yang Segar
Dengan dikelola secara profesional maka target yang akan dicapai pada bulan-bulan awal mungkin 100 orang per hari, bulan berikutnya 500 orang sampai 1.000 orang per hari. Target ini diharapkan bisa tercapai mengingat adanya sejumlah daya tarik dalam wisata pendakian Gunung Sumbing ini. Dengan semakin banyak pengunjung yang datang maka kesejahateraan masyarakat akan meningkat.
Dalam upaya pengembangan wisata alam ini, ia menyebut ada optimalisasi dengan menjual landscape keindahaan yang ada termasuk pertanian, suasana gunung yang dingin dan bagaimana wisata alam bisa dinikmati oleh semua. “Kami akan investarisir potensi yang ada untuk kemuian dikembangkan secara optimal,” kata Sapto.
Menurut Sapto, saat ini pendakian gunung boleh dikatakan sebagai mass tourism atau wisata umum. Namun IndoAsia melihat bahwa infrastruktur dan management dalam pendakian tampak sekali tidak siap dengan lonjakan minat orang untuk mendaki.

IndoAsia menjadi perintis untuk kegiatan pendakian namun dengan edukasi yang memadai. Beberapa hal yang menjadikan jalur gunung yang dikelola oleh IndoAsia menjadi unggulan dari jalur pendakian lain. Pertama, basecamp yang berbasis tehnologi terkini yang dilengkapi dengan TV untuk safety induction. Safety Induction.
Ini adalah panduan keselamatan yang meliputi Visualisasi Jalur Gunung, Penghormatan kepada Kearifan Lokal, serta K3 (Kesehatan dan Keselamatan Kerja). K3 ini akan membahas tentang bagaimana cara mensiasati badai, pengetahuan hypothermia, pertolongan pertama jika terjadi laka gunung, dan apa yang harus dilakukan Ketika menghadapi situasi yang darurat.
Kedua, gelang RFID yng merupakan sensor yang menjadikan pendaki aman dan terdeteksi jika keluar dari jalur. Ketiga, pathok dan rambu-rambu pendakian yang informatif. Salah satu kunci keselamatan pendaki Adalah dengan banyak rambu dan pathok yang di temuin di sepanjang perjalanan. (phj)
There is no ads to display, Please add some