beritabernas.com – Rizky Wijaya SH M.Bank Fin Law, alumni Fakultas Hukum (International Program) Angkatan 2002 UII yang saat ini bekerja di salah satu Bank BUMN terbesar di Indonesia menyampaikan pesan yang sangat mendalam bagi para wisudawan/ wisudawati lulusan UII pada acara wisuda Doktor, Magister, Sarjana dan Diploma UII periode IV Tahun Akademik 2025/2026 di Auditorium KH Abdulkahar Mudzakkir Kampus Terpadu UII, Sabtu 25 April 2026.
Pesan itu disampaikan Rizky Wijaya sebagai “bekal perjalanan” bagi para wisudawan/wisudawati saat memasuki dunia kerja dan kehidupan di masyarakat. Ada tiga pesan yang disampaikan kepada 766 wisudawan/wisudawati tersebut.
Baca juga:
- Rektor UII Prof Fathul Wahid: Wisuda Merupakan Titik Awal Perjalanan Hidup di Masyarakat
- Bahas Makna Menjadi Manusia di Zaman Kini, Fakultas Teologi USD Gelar Konferensi Internasional
Pesan pertama bagi para wisudawan-wisudawati yang akan melanjutkan untuk memulai karir atau pekerjaan, mencari nafkah tersebut adalah mencari nafkah yang halal sebagai bagian dari jihad. Menurut Rizky, dunia kerja saat ini berubah dengan sangat rapid, perkembangan teknologi yang massive termasuk salah satunya Artificial Intelligence (AI), situasi geo-politik yang tidak menentu, kalian harus memiliki sifat adaptif, tetap tabayyun, tidak boleh anti terhadap suatu perubahan. Sangat penting untuk kita konsisten melakukan continues improvement agar kita tetap bisa survive dalam menghadapi kondisi tersebut.
Menurut Rizky, di lingkungan pekerjaan nanti berbagai challenge akan dihadapi, seperti melihat orang dengan berbagai macam background, berbagai macam tingkat ilmu, kepandaian, pengalaman dan punya cara masing-masing untuk menggapai kesuksesan dan prestasi kerja. D

“Pada saat itu kita juga diuji untuk tetap memegang teguh integritas dan kejujuran. Skill dan kompetensi kalian mungkin membuat kalian diterima kerja, tapi integritaslah yang akan membuat kalian bertahan dan menghasilkan rezeki yang barokah. Jangan sampai ijazah sarjana kita luntur, almamater kita tercoreng dan keluarga kita malu hanya karena kita tidak bisa menjaga integritas,” kata Rizky.
Pesan kedua terkait soal melanjutkan kuliah ke Pasca Sarjana guna menuntut ilmu dengan tetap ingat tujuan. Bagi yang memilih melanjutkan pendidikan S2 berarti semangat menuntut ilmunya luar biasa. Dalam Islam, ilmu yang bermanfaat adalah ilmu yang diamalkan (‘ilmun nafi’).
Sembari menuntut ilmu, perlu tetap melihat perkembangan industri di mana yang relevan dengan ilmu yang didalami dan pelajari serta melihat Best Practice yang ada agar terjembatani gap antara teori akademis dan praktik lapangan. “Menghafalkan dan memahami teori setinggi langit tentunya tidak akan ada gunanya bila tidak bisa mengaplikasikannya,” kata Rizky.
Sedangkan pesan ketiga adalah perlu silaturahim melalui Ikatan Alumni UII. Menurut Rizky, silaturahmi dengan sesama alumni tidak kalah penting. Dalam Islam, silaturahim itu meluaskan rezeki dan memperpanjang umur. Karena itu, ia mengajak wisudawan-wisudawati bergabung dengan Ikatan Alumni/IKA UII.

Menurut Rizky, ikatan alumni adalah wadah untuk ta’awun (tolong-menolong), yang sudah sukses membantu yang baru lulus, yang punya ilmu dapat berbagi pengalaman. Kita masuk ke kampus ini bersama-sama, maka pastikan setelah lulus dari kampus ini, kita tetap stay connected untuk saling menguatkan dalam kebaikan.
:Hebatnya circle IKA UII ini kita bisa saling membantu tanpa mengurangi sisi profesionalisme kita dan tanpa adanya conflict of interest, karena ini juga merupakan bagian yang menjadi prinsip UII yang tidak terlepas dari aspek integritas yang saya sampaikan sebelumnya,” kata Rizky.
Ia pun mengajak para wisudawan/wisudawati untuk bersama-sama mewujudkan insan lulusan UII yang baik, yang berakhlak, yang memiliki values dan impactful bagi lingkungan sekitar. “Ijazah di tangan kalian hanyalah selembar kertas. Tapi ilmu yang bermanfaat dan akhlakul karimah di dalam dada dan pikiran kalian akan menjadi cahaya yang tidak akan pernah padam,” kata Rizky. (phj)
There is no ads to display, Please add some