MTsN 3 Bantul Literasi Budaya ke Pulau Dewata

beritabernas.com – Dalam rangka meningkatkan wawasan budaya, memperkuat karakter dan memberikan pengalaman belajar kontekstual kepada peserta didik, MTsN 3 Bantul melaksanakan kegiatan Literasi Budaya untuk kelas 8 ke Pulau Dewata (Bali), Senin-Jumat sejak 27 April hingga 1 Mei 2026.

Sekretaris Panitia Dwi Arif Stiyopranomo S.Pd menjelaskan, 155 peserta kegiatan yang terdiri siswa kelas dan pendamping dari unsur guru/TU menyaksikan pertunjukan Barong di Seraya Budaya, mengunjungi Puja Mandala, Pantai Melasti, Taman Budaya Garuda Wisnu Kencana, Jimbaran, Istana Tampak Siring, Desa Adat Panglipuran, Krisna, Makam Raden Ayu Siti Khodijah dan Joger.

Pertunjukan seni tradisional di Bali termasuk Barong, menjadi bagian penting dari aktivitas literasi budaya karena mampu menghadirkan pengalaman yang tidak bisa ditemukan di tempat lain. Oleh karena itu, memahami latar belakang budaya sebelum menonton pertunjukan akan membuat pengalaman wisata terasa lebih bermakna dan berkesan.

Gamelan Bali yang rampak dan harmonis, mengiringi drama tari Barong adalah sebuah sajian langka yang tak bisa ditemukan di tempat lain.

Rombongan MTsN 3 Bantul saat mengunjungi Istana Tampak Siring, Rabu (29/4/2026). Foto: Dok MTsN 3 Bantul

Pada hari kedua, usai melihat pertunjukan Barong peserta mengunjungi Puja Mandala, sebuat destinasi yang menjadi lambang sebuah moderasi dan toleransi antar umat beragama. Puja Mandala adalah kompleks peribadatan unik di Nusa Dua, Bali, yang menyatukan lima rumah ibadah dari agama berbeda dalam satu lokasi berdampingan. Tempat ini melambangkan toleransi dan kerukunan umat beragama di Indonesia. Lima tempat ibadah tersebut adalah Masjid Agung Ibnu Batutah (Islam), Gereja Katolik Maria Bunda Segala Bangsa (Katolik), Vihara Buddha Guna (Buddha), Gereja Kristen Protestan di Bali (GKPB) Bukit Doa (Protestan) danPura Jagat Natha (Hindu).

Guru Seni Budaya Sutanto yang turut mendampingi menambahkan, perjalanan berlanjut ke Pantai Melasti yang berada di Desa Ungasan, Kuta Selatan, Badung, Bali. Pantai ini populer dengan tebing kapur putih yang megah, pasir putih halus, dan air laut biru jernih. Terkenal dengan pemandangan matahari terbenam, pantai ini sering digunakan untuk upacara Melasti dan kini menjadi tempat populer untuk beach club serta pertunjukan tari Kecak.

“Sayangnya saat sampai di lokasi ini pas terik matahari sehingga tak betah untuk berlama-lama menikmati pesonanya,” imbuh Sutanto.

Usai menikmati Pantai Melasti peserta diajak menyaksikan megahnya Garuda Wisnu Kencana. Monumen raksasa setinggi 121 meter di Bali karya maestro I Nyoman Nuarta, yang menggambarkan Dewa Wisnu menunggangi burung Garuda. Diresmikan pada 2018, patung berbahan tembaga dan kuningan ini melambangkan perlindungan lingkungan, kebijaksanaan, serta kesetiaan, sekaligus menjadi ikon budaya dan salah satu patung tertinggi di dunia. Lokasi ini cukup nyaman untuk bercengkarama dengan banyaknya pepohonan dan bukit-bukit menjulang. Perjalanan hari pertama diakhiri dengan santap malam di Pantai Jimbaran.

Baca juga:

Hari ketiga, peserta diajak berkunjung ke Istana Tampak Siring yang berlokasi di Desa Tampaksiring, Kecamatan Tampaksiring, Kabupaten Gianyar, Bali. Lokasi tersebut berjarak kurang lebih 40 km dari pusat Kota Denpasar. Menariknya, istana presiden ini tidak berada di dekat pantai, tetapi di atas perbukitan yang memiliki udara sejuk. Dengan lokasinya tersebut, pemandangan di sekitar istana sangat indah.

Istana Tampak Siring mempunyai lima gedung utama dan satu pendopo. Dua gedung utama bernama Wisma Merdeka dan Wisma Negara, adapun tiga lainnya bernama Wisma Yudhistira, Wisma Bima, Balai Wantilan, dan ruang konferensi.

“Dari sini, kita bisa melihat pemandangan Gunung Batur di arah utara dan Gunung Agung di sisi timurnya. Situasi di sekitar istana terbilang asri karena dikelilingi terasering persawahan yang membentuk bukit-bukit hijau indah,” imbuh Sutanto.

Kepala Madrasah Surini merasa senang dapat membersamai para siswa berliterisai di Pulau Dewata ini. Sesuai dengan targetnya di tahun 2026 untuk maju Adiwiyata tingkat nasional, maka rombongan diajak menyempatkan berkunjung ke Desa Adat Panglipuran sebagai desa terbersih.

“Kami sedikit kecewa, karena saat kami datang turun hujan lumayan deras sehingga tak bisa berlama-lama melihat sudut-sudut bangunan yang ada. Untungnya kita sudah sempat mengambil gambar di beberapa titik,” terang Surini.

Menuju Pusat Oleh oleh Krisna , Rabu (29/4/2026). Foto: Dok MTsN 3 Bantul

Pada hari keempat rombongan dari madrasah yang ada di Manggung Wukirsari ini melakukan ziarah ke makam Raden Ayu Siti Khodijah. Makam yang berlokasi di Jl.Gunung Batukaru Pamecutan Denpasar ini menjadi simbol penghormatan lintas agama dan budaya. Dengan luas sekitar 9 hektare, kompleks makam ini dirawat oleh keturunan Gede Sedahan Gelogor, yang dipercaya sebagai penjaga makam sejak zaman dahulu. Kisah Raden Ayu Siti Khotijah tidak hanya menyentuh aspek sejarah, tetapi juga mengajarkan tentang keteguhan iman, toleransi, dan penghormatan terhadap perbedaan.

Kunjungan terakhir adalah Joger, sebua destinasi wisata belanja di Jalan Raya Kuta, dikenal dengan kreativitas kata-kata unik dan menggelitik, serta telah populer sebagai tempat belanja di Bali sejak lama. Setiap pengunjung akan disambut dengan ramah dan diberi stiker sebagai tanda masuk VVIP serta dilakukan scanning. Di dalam galeri Joger ini, terdapat ruangan yang khusus memajang koleksi T-shirt.

Selain itu, terdapat ruangan lain yang menampilkan berbagai souvenir seperti mug, sandal, gantungan kunci, dan lainnya. Tersedia juga ruangan unik khusus untuk T-shirt anak-anak. “Agar semua kegiatan terdokumentasi, setiap siswa kita minta membuat laporan perjalanan sesuai pedoman yang telah dibuat panitia,”katanya. (phj)


There is no ads to display, Please add some

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *