beritabernas.com – Meski rute sangat menantang dengan tanjakan yang tajam dan panjang, namun hampir semua peserta mlampah ziarah (ziarah dengan berjalan kaki) dari Gereja Katedral Bandung ke Biara Karmel Lembang, Minggu 3 Mei 2026 sampai finish dengan sehat dan selamat.
Hal ini terjadi karena cuaca dan udara yang sangat mendukung, sejuk menjurus dingin, sehingga stamina tidak terkuras dan tetap kuat sampai finish (finish strong) di kompleks Biara Karmel, Lembang, Bandung. Bahkan ada yan sampai finisih hanya dalam waktu 3,5 jam atau jauh lebih cepat dari target maksimal 5 jam.
Baca juga:
- Kegiatan Mlampah Ziarah Kian Menyebar dan Makin Marak di Berbagai Kota di Indonesia
- Ini Alasan Anggota Komunitas Mlampah Ziarah Selalu Antusias Mengikuti WMSS Tiap Bulan
- Umat Katolik Sangat Antusias Mengikuti Mlampah Ziarah Gereja Babadan-Cangkringan
Para peserta mlampah ziarah yang berjumlah 125 orang ini berasal dari berbagai kota di Indonesia, antara lain Jakarta, Surabaya, Solo, Surabaya, Yogyakarta, Bandung sebagai tuan rumah dan sebagainya. Kegiatan yang baru pertama kali digelar di Bandung ini start jam 05.00 pagi dari Gereja Katedral Bandung dan finisih Biara Karmel Lembang dengan jarak hampir 19 kilometer ini berlangsung aman, lancar dan sukses.
Roni Romel, Ketua Komunitas Mlampah Ziarah (KMZ) sekaligus sebagai inisiator dan pendiri KMZ bersama AM Kuncoro, Stevanus Hening dan Anatasia Meilani, mengatakan, kegiatan mlamah ziarah yang kini bertumbuh subur di berbagai daerah di Indonesia hingga ke tingkat paroki di suatu daerah merupakan salah satu upaya KMZ untuk membudayakan kembali ziarah dengan jalah kaki ke Gua Maria dan tempat-tempat doa umat Katolik lainnya.

Ia pun mengapresiasi tim KMZ Bandung Chapter yang diketuai Deny M Tri Aryadi bersama Petra Naray dan kawan-kawan yang sukses menyelenggarakan kegiatan mlampah ziarah yang pertama kali di Bandung dengan rute yang menantang, namun menyenangkan.
Menantang, indah dan sejuk
Kegiatan mlampah ziarah Gereja Katedral Bandung-Biara Karmel Lembang melewati rute yang menang dengan tanjakan yang cukup tajam dan panjang, namun dengan udara yang sejuk dan pemandangan yang indah. Hal ini membuat para peserta tidak merasa lelah atau capai, apalagi dengan jarak yang relatif pendek, kurang dari 20 kilometer.
Kegiatan mlampah ziarah yang pertama kali di Bandung ini disambut sangat antusias oleh anggota KMZ dari berbagai kota. Ini terbukti, hanya beberapa menit pendaftaran dibuka beberapa waktu lalu, kuota peserta 125 orang (50 orang nasional dan 75 orang dari Bandung) langsung penuh. Padahal menurut beberapa pengurus KMZ Chapter Bandung, mereka sempat khawatir akan minimnya peserta.
“Kami sempat khawatir peminatnya kurang, tapi ternyata luar biasa. Antusiasme peserta sangat tinggi, termasuk dari luar Bandung, sehingga sebagian peserta ditolak karena kuota sudah terpenuhi. Untuk itu, kami akan mengadakan lagi pada 23 Mei 2025 di rute yang sama,” kata Lucia, salah satu pengurus KMZ Bandung Chapter.

Setelah melewati jalan datar di kota Bandung pada pagi yang sejuk, peserta kemudian melewati perbukitan dengan pemandangan yang indah. Di kiri kanan jalan yang dilalui terlihat ladang dengan aneka tanaman sayur mayur yang bertumbuh subur. Sesekali peserta berhenti hanya sekadar mengabadikan pemandangan indah dengan fto selfi da video.
Dengan napas yang sedikit ngos-ngosan, mereka terus melangkah pelan, sesekali berhenti sambil ngobrol untuk sejenak melupakan tanjakan yang membentang panjang di depan mata. Begitu sampai di puncak bukit yang merupakan akhir dari tanjakan, hati pun terasa lega. Karena sejak itu, jalan terus menurun dan mendatar sampai di Biara Karmel Lembang.
Deny M Tri Aryadi, Ketua KMZ Bandung Chapter, berterima kasih kepada seluruh peserta yang dengan setia mengikuti perjalanan dengan penuh sukacita. “Kami mengucapkan terima kasih atas partisipasi seluruh peserta. Kami pun mohon maaf bila ada hal yang kurang berkenan,” ucap Deny usai misa yang dipimpin Romo Wahyu di Kapel Biara Karmel.

Ia juga memberi kesempatan kepada umat Katolik di Bandung untuk bergabung dan mengikuti kegiatan mlampah ziarah di rute yang sama pada 23 Mei 2026. Sebelum, mengikuti kegiatan itu, umat bisa dengan Komunitas Mlampah Ziarah (KMZ) Bandung Chapter dengan mengisi formulir pendaftaran yang dan mengikuti informasi media sosial Instagram @mlampahziarah dengan syarat dan ketentuan yang berlaku.
Ketika sampai di finisih, para peserta mlampah ziarah Gereja Katedral Bandung-Biara Karmel Lembang langsung menikmati aneka makanan dan minuman yang dijual para pelaku UKM setempat. Setelah mengikuti rangkaian acara santai termasuk nyanyi-nyanyi sambil berjoget, para peserta mengikuti misa di Kula Griya Fatima, Biara Karmel Lembang yang dipimpin Romo FX Wahyu Tri Wibowo, Vikaris Jenderal Keuskupan Bandung yang juga Administrator Paroki Lembang.
Romo Wahyu yang melepas peserta mlampah ziarah dari halaman PAUD-SD St Yosep atau belakang Gereja Katedral Bandung mengapresiasi para peserta melampah ziarah dengan jarak yang cukup jauh. Ia menilai hal ini bukan semata-mata karena kekuatan fisik peserta namun, ada campur tangan Tuhan yang menyertai seluruh peserta sehingga tetap sehat dan kuat sampai finish. (phj)
There is no ads to display, Please add some