beritabernas.com – Pengambilan keputusan yang didasarkan pada data menjadi salah satu kompetensi utama yang harus dimiliki calon profesional di era transformasi digital. Keputusan yang tepat tidak lagi cukup mengandalkan intuisi, tetapi perlu didukung oleh data, informasi, analisis dan metode yang terstruktur agar mampu meningkatkan produktivitas, meminimalkan risiko dan menciptakan pertumbuhan bisnis yang berkelanjutan.
Hal ini menjadi pokok bahasan dalam kuliah bertajuk Strategi Pengambilan Keputusan Berbasis Data untuk Peningkatan Kinerja Industri yang diselenggarakan Progam Studi Teknik Industri, Program Magister
FTI UII, Sabtu 11 Juli 2026.
Praktisi industri Adityanto Prayogo, Head of Division Human Capital Management PAL Indonesia, yang menjadi narasumber membagikan pengalaman mengenai penerapan data sebagai dasar dalam proses pengambilan keputusan di dunia industri.

Menurut Adityanto, pengambilan keputusan berbasis data merupakan proses memilih alternatif terbaik berdasarkan fakta, analisis dan informasi yang dapat dipertanggungjawabkan. Pendekatan tersebut membantu organisasi mengurangi ketidakpastian, meningkatkan efisiensi operasional sekaligus memperkuat daya saing di tengah perubahan lingkungan bisnis yang semakin dinamis.
Dalam forum itu, peserta diperkenalkan pada 4 tahapan utama dalam pengambilan keputusan berbasis data, yaitu mengidentifikasi permasalahan, mengumpulkan dan mengolah data, menganalisis berbagai alternatif solusi dan melakukan implementasi yang disertai evaluasi hasil.
Menurut Adityanto, keberhasilan sebuah keputusan tidak hanya ditentukan oleh kualitas data, tetapi juga kemampuan organisasi dalam menginterpretasikan informasi menjadi langkah strategis.
Selain konsep dasar, peserta memperoleh pemahaman mengenai berbagai metode yang umum digunakan dalam pengambilan keputusan, seperti Decision Tree, SWOT Analysis, Matriks Eisenhower, Matriks Ansoff, Business Model Canvas (BMC) hingga RACI Matrix. Berbagai metode tersebut dapat dipilih sesuai karakteristik permasalahan, mulai dari penentuan prioritas pekerjaan, penyusunan strategi bisnis, pengembangan produk hingga pengelolaan organisasi.
Baca juga:
- Ratusan Peserta dari Berbagai Daerah Sangat Antusias Mengikuti PJJ Challenge Chapter II
- Rektor UII Prof Hari Purnomo: Standarisasi Penting dalam Dunia Pendidikan dan Kerja
- Program Profesi Insinyur Merupakan Investasi Jangka Panjang bagi Lulusan Teknik
Untuk memperkuat pemahaman, narasumber mengajak peserta melakukan simulasi melalui studi kasus nyata dari berbagai perusahaan. Peserta diminta menganalisis persoalan pada sektor industri, mengidentifikasi data yang dibutuhkan, memilih metode analisis yang tepat, kemudian menyusun rekomendasi keputusan yang dapat diterapkan. Pendekatan ini memberikan pengalaman praktis mengenai bagaimana data dapat diolah menjadi dasar pengambilan keputusan yang efektif.
Dr Drs Imam Djati Widodo, Ketua Jurusan Teknik Industri, FTI UII, mengatakan, kegiatan ini diselenggarakan sebagai respons terhadap meningkatnya kebutuhan dunia industri terhadap sumber daya manusia yang mampu mengambil keputusan secara cepat, tepat, dan berbasis data.
Menurut Imam Djati, transformasi digital telah mengubah cara organisasi menjalankan proses bisnis, sehingga kemampuan menganalisis data dan menerjemahkannya menjadi keputusan strategis menjadi kompetensi yang sangat penting bagi mahasiswa maupun profesional.

“Melalui kegiatan ini, kami ingin memperkuat wawasan dan keterampilan peserta agar tidak hanya memahami konsep pengambilan keputusan, tetapi juga mampu menerapkannya dalam menyelesaikan persoalan nyata di lingkungan industri yang semakin kompleks dan dinamis,” kata Imam Djati.
Ia menambahkan bahwa UII terus mendorong mahasiswa agar tidak hanya menguasai teori, tetapi juga memiliki kemampuan analitis, berpikir kritis dan mampu memanfaatkan data dalam menyelesaikan persoalan nyata di dunia kerja. Kompetensi tersebut dinilai semakin penting seiring meningkatnya kebutuhan industri terhadap lulusan yang mampu menghasilkan keputusan secara cepat, akurat, dan berbasis bukti.
Kuliah ini diharapkan menjadi bekal bagi mahasiswa untuk menghadapi tantangan transformasi digital sekaligus memperkuat kesiapan mereka menjadi profesional yang mampu menciptakan inovasi dan meningkatkan kinerja organisasi melalui pengambilan keputusan yang lebih cerdas dan berbasis data. Para peserta yang berjumlah 25 orang itu berasal dari Prodi Teknik Industri UII, UTY, UP45 dan UPGRI Yogyakarta. (phj)
There is no ads to display, Please add some